Liputan Baksos Di Panti Asuhan Tri Bakti, Pare

 

Berbicara mengenai ‘Bertumbuh Dalam Kasih’, terasa belum lengkap bila tidak disertai dengan praktiknya. Oleh sebab itu pada tanggal 11 Mei lalu, sebagian dari Kaum Muda melakukan Pelayanan Kasih di Panti Asuhan Tri Bakti di Pare. Sebanyak 49 Kaum Muda rela bangun pagi bersaing dengan matahari untuk mempersiapkan diri dan berkumpul di gereja Lemah Putro. Pukul 06.00 bus sudah datang dan mereka mengangkut sembako dan sumbangan lainnya ke dalam bus. Diawali dengan doa bersama, mereka segera memulai perjalanan ke kota Pare.

Rasa lelah setelah menempuh perjalanan ± 3,5 jam berubah menjadi antusias begitu melihat papan penunjuk arah kota Pare tinggal beberapa kilometer saja. Sempat ter-jadi kendala karena jalan yang dituju tidak dapat dilewati bus. Beruntung panti asuhan terletak dekat Kantor Kecamatan yang memiliki parkir luas sehingga bus diparkir di sana dan mereka berjalan menuju ke panti asuhan sementara sembako diangkut dengan mobil.

liputan-baksos-pare-1

Pukul 11.00 mereka mulai ibadah dipimpin oleh Sdr. Yefta diawali dengan sambutan dari pihak panti asuhan, Oma Yohana Pane dan ketua Kaum Muda Lemah Putro, Sdr. Oscar Nehemia. Di tengah pujian ada kesaksian dari ketua penyelenggara baksos, Sdr. Edi Sugianto, yang juga merupakan alumnus dari panti asuhan Tri Bakti. Beliau menceritakan bagaimana perjuangan dan pertolongan Tuhan yang dialaminya saat sekolah hingga saat ini sedang melanjutkan studi S2.

Firman Tuhan dibawakan oleh Bpk. Kaleb mengambil kisah seorang pemuda bernama Daniel yang ditawan di kerajaan Babel. Logikanya, sebagai tawanan, dia memiliki masa depan suram namun Tuhan sanggup mengubahnya menjadi masa depan penuh harapan. Bagaimana mungkin hal ini terjadi? Daniel memberikan teladan bagi kita agar kita mencari Tuhan, gemar membaca Firman-Nya dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya. Percayalah bahwa masa depan yang Tuhan rancangkan bukanlah kecelakaan tetapi damai sejahtera. Mengakhiri ibadah, anak-anak dari panti asuhan menyanyikan dua buah lagu.

Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama lalu games membuat suasana hangat dan akrab bagaikan bertemu saudara yang sudah lama tidak berjumpa. Bagai-manapun juga saat berpisah telah tiba dan mereka harus pamit mengingat jarak yang cukup jauh untuk ditempuh. Sebelum meninggalkan tempat, mereka membagikan hadiah dan tak lupa foto bersama.

liputan-baksos-pare-2

Peserta baksos berterima kasih pada Tuhan Yesus atas kesempatan yang sudah diberikan dan penyertaan-Nya juga kepada Opa dan Oma Paulus, penatua dan ketua Kaum Muda yang telah mengizinkan kaum Muda menye-lenggarakan acara baksos ini. Tak ke-tinggalan pula kepada seluruh jemaat atas berkat yang sudah dipercayakan untuk disalurkan kepada anak-anak panti yang membutuhkan. Kiranya Tuhan Yesus membalas dengan berlimpah. (DK)