Kebaktian Paskah Persekutuan Sekolah Minggu 2017

"Pastikan Kita Kenal Yesus!"

 

Seruan dan ajakan “Pastikan Kita Kenal Yesus” dipilih sebagai tema Paskah Sekolah Minggu GKGA. Tidak kurang dari 600 anak hadir di gereja Lemah Putro Surabaya pada Jumat pagi 14 April 2017 lalu. Persembahan pujian dari Sekolah Minggu Gabungan Surabaya Utara dan Sekolah Minggu Agape Pondok Candra menambah semaraknya perayaan Paskah ini.

Pertunjukan panggung boneka masih menjadi media andalan untuk menyampaikan pesan Paskah kepada anak-anak. Tokoh boneka Marton dan Marta berkolaborasi dengan seorang story teller yang menjadi komunikator antara penonton (anak-anak Sekolah Minggu) dan peraga visual lainnya (pemeran drama dan multimedia). Cara tersebut terbukti sangat menolong agar pesan yang ingin disampaikan dalam setiap episode mudah dipahami anak-anak. Mereka menangkap ajakan story teller untuk sering dan selalu membaca Alkitab agar mengenal Yesus dengan benar. Dari membaca Alkitab kita akan mengenal siapa Yesus sesungguhnya.

Kali ini kisah yang diangkat menggambarkan perbuatan-perbuatan yang pernah di-lakukan Yesus di dunia karena kasih-Nya kepada manusia antara lain tentang Bartimeus yang dicelikkan oleh-Nya, orang kerasukan setan di Gerasa yang disembuhkan juga Lazarus dibangkitkan dari kematian. Kisah-kisah tersebut divisualisasikan dalam bentuk drama dan multimedia untuk menunjukkan Yesus yang penuh kuasa dan kasih.

Penyampaian kisah nyata yang diambil dari Alkitab dalam peragaan drama dan multi-media membuat anak-anak terbawa pada zaman dan peristiwa sebenarnya. Emosi dan perasaan mereka larut dalam cerita seakan menjadi bagian dari peristiwa tersebut. Anak-anak dapat turut iba melihat si buta Bartimeus dan cemas menantikan apa yang akan dilakukan Yesus. Mereka juga ketakutan oleh hadirnya pemuda gila dari Gerasa yang tiba-tiba muncul dan ber-harap Yesus segera bertindak menga-tasinya. Setelah melewati paruh waktu pertunjukan, sejenak suasana menjadi hening dan menegangkan saat terdengar suara, “Lazarus… marilah keluar!” Itu adalah seruan Yesus pada peragaan cerita ketiga. Semua mata tertuju kepada kubur batu yang telah dibuka penutup-nya, tempat mayat Lazarus dibaringkan. Tidak lama kemudian, mayat itupun bergerak-gerak dan berusaha bangkit. Dengan tubuh masih terbalut kain kafan ia keluar dari kubur dan…..apa yang ter-jadi? Riuh tepuk tangan anak-anak yang menyaksikan seketika pecah menyambut kebangkitan Lazarus. Mereka larut dalam sukacita dan takjub melihat perbuatan Yesus.

Kuasa yang dimiliki Yesus seperti terlihat dalam berbagai peristiwa itu semata-mata karena kasih-Nya kepada manusia. Saat Yesus rela dicambuk, disiksa, dipaku hingga mati tersalib, ini juga wujud kasih-Nya terhadap anak-anak dan mengampuni dosa mereka. Anak-anak dapat pula merasakan dan mengalami kuasa serta kasih Yesus dalam kehidupan mereka. Pengalaman bersama Yesus perlu diceritakan kepada teman-teman agar mereka juga mengenal Yesus yang hebat.

Lagu:

My God is so big, and so strong, and so mighty

There’s nothing my God cannot do!

menjadi lagu tema yang sedang disukai anak-anak.

Kini menjadi tugas orang tua, guru-guru, kakak-kakak dan kawan-kawan sekerja dalam pelayanan untuk memastikan apa-kah anak-anak kita telah mengenal Yesus melalui pembacaan Alkitab secara rutin. Beranikah Anda menerima tantangan? (DS)