Pelayanan Misi, 23-26 Maret 2017

 

Pelayanan misi kali ini penuh sensasi karena perjalanan tidak memakai kapal cepat (± 4 jam) seperti biasanya tetapi via penerbangan dari WINGS (± 25 menit) dilanjutkan dengan perahu speedboat menuju pulau karena cuaca dan keadaan laut yang tidak menentu. Seperti biasanya, pelayanan misi meliputi baksos, pelayanan KKR dan Sekolah Minggu. Tim yang berangkat terdiri dari 15 orang, didahului oleh Pak Tobing dan istri serta Sdr. Marthen Willar yang mempersiapkan segala keperluan mulai dari survei lokasi, persiapan lokasi pelayanan dll.

Tiba di Rote, sebagian dari tim menginap di hotel Grace dan sebagian lainnya bermalam di RUMIS [Rumah Misi]. Sungguh merupakan kebanggaan dan kebahagiaan melihat ruang tamu Rumis diubah menjadi perpustakaan mini sekaligus tempat Bimbel bagi anak-anak di sekitar Rumis yang dilayani oleh alumni STTIA yaitu sdri. Mei dan Chili. Tuhan sudah menaruh hati misi kepada mereka berdua sebagai perpanjangan tangan Tuhan untuk mengentas kebodohan melalui Bimbel dan perpustakaan yang disediakan melalui kurban dari jemaat di Surabaya.

Ibadah KKR di GPDI Bukit Hermon desa Oeteas-Ba’a, di bawah penggembalaan Bpk. Pdt. Bernad, menjadi pembuka dari serangkaian pelayanan tim. Pembicara, Bpk. Pdt. Evendy Tobing, mengangkat tema “Engkau berharga di Mata Tuhan“ diambil dari Lukas 15:1-32. Di saat bersamaan, di tempat terpisah dilakukan pelayanan ibadah Sekolah Minggu.

Hari kedua, tim Misi melayani di Pulau Landu di GPDI Tirza di bawah penggembalaan Bpk. Pdt. Bernadus. Tempat ini ditempuh 1 jam perjalanan darat dan 30 menit perjalanan laut memakai speedboat. Tim sangat bersyukur karena perjalanan cukup lancar dan ombak tenang.

Kegiatan diawali dengan pengobatan kasih (pkl. 09:00 – 15:00) dilanjutkan dengan ibadah KKR dan Sekolah Minggu. Selain dihadiri jemaat setempat, penduduk sekitar Pulau Landu (± 300 orang) juga menikmati pesta rohani ini. Ibadah diadakan di depan halaman gereja dan Firman Tuhan diberitakan oleh Bpk.Pdt. Tobing dengan tema “Hidup yang diberkati” diambil dari Ulangan 8.

Sementara itu anak-anak sekolah minggu (± 150 anak) memenuhi gedung gereja. Mereka sa-ngat antusias mengikuti jalannya ibadah yang dipimpin oleh Sdri. Mei dan Ibu Rini. Firman Tuhan yang diambil dari Matius 7:12-14 mengajarkan mereka untuk taat pada jalan kebenaran yang telah ditentukan oleh Tuhan Yesus; walau sukar, jalan ini membawa pada hidup yang kekal.

Tim meninggalkan Pulau Landu di malam hari (pkl. 23:00) menggunakan speedboat menerobos kegelapan malam yang hanya diterangi oleh bintang-bintang dan sorotan lampu nahkoda. Minggu siang, rombongan pertama bertolak meninggalkan Kupang dan sebagian lagi masih tinggal untuk melayani ibadah Raya di beberapa gereja di Pulau Rote.

Tim Misi sangat bersyukur karena Tuhan masih memberikan kepercayaan pelayanan ini kepada mereka. Tak lupa pula tim berterima kasih kepada sidang jemaat yang sudah mendukung pelayanan tim baik dengan doa dan dana. Kiranya pemakaian Tuhan tidak berhenti di sini tetapi tim dapat menjangkau lebih banyak jiwa di daerah-daerah terpencil lainnya; juga sidang jemaat dipakai menjadi saluran berkat dari-Nya. Segala kemuliaan hanya diperuntukkan bagi Tuhan Yesus. Amin. (RS)