Liputan Ppi & Kkr Kmi Jayapura

 

Oleh kemurahan Tuhan ± 35 peserta dari Surabaya, Bojonegoro, Bekasi dan Medan mengikuti kegiatan PPI dan KKR di Jayapura yang berlangsung dari tanggal 22-24 November 2016. KKR ini dihadiri oleh hamba-hamba Tuhan dari Sabang sampai Merauke sejumlah 200 orang dan 100 imam-imam meliputi ± 17 denominasi gereja. Psallo Wanita Orkestra juga mendapat anugerah untuk dapat mela-yani dan menjadi berkat di Papua selama kegiatan KKR tersebut.

PPI dan KKR KMI Jayapura dimulai dengan pra-KKR/soft opening pada hari Selasa, 22 November, pagi dan dibuka sore harinya oleh Kepala Biro Kesra Sekda Papua: Bpk. Nathalio Yogi E.Sos yang mewakili Gubernur. Beliau menyatakan pentingnya peran Gereja Tuhan dalam membangun Papua dan memberikan siraman rohani untuk membentuk mental rohani masyarakat Papua khususnya generasi sekarang ini agar bertobat sehingga tanah Papua diberkati Tuhan.

Terlaksananya PPI dan KKR KMI Jayapura dari soft opening sampai penutupan semata-mata karena campur tangan Tuhan secara ajaib. Sekalipun harus melalui berbagai rintang-an dan hambatan, jika Tuhan menghendaki maka apa yang Tuhan lakukan jauh melebihi segala pemikiran manusia. Apa yang mustahil bagi manusia tidak mustahil bagi Allah mulai dari tempat ibadah di mana pada hari-hari menjelang KKR Tuhan buka jalan untuk dapat dilaksanakan di Hotel Aston Jayapura dan dana pun Tuhan cukupkan dengan berlimpah.

PPI dan KKR KMI Jayapura yang bertemakan “LIHATLAH MEMPELAI ITU DATANG, SONG-SONGLAH DIA, SUDAH SIAPKAH ANDA?”

(Mat. 25:6) membangunkan gereja Tuhan un-tuk mempersiapkan diri karena kedatangan-Nya sudah dekat. Seluruh peserta dan jemaat yang hadir selama kegiatan PPI dan KKR KMI Jayapura tercekam oleh Firman Tuhan yang disampaikan oleh tiga pembicara, yaitu Bpk. Pdt. Paulus Budiono, Ibu Ester Budiono (dalam PPI & KKR KMI Kaum Wanita) dan Bpk. Pdt. Sony Budiono. Suasana kegerakan Roh Kudus menghidupkan kembali pelita yang hampir padam dan Firman Tuhan mengoreksi persediaan minyak dalam menyambut kedatangan-Nya. Di puncak ibadah penutupan, gereja ditantang untuk mengenal Pribadi Allah Tritunggal dalam kasih-Nya, Firman-Nya dan Roh-Nya yang melindungi kita untuk mencapai Yerusalem Baru.

Para hamba Tuhan dan jemaat di Papua sangat mengharapkan diadakan lagi persekutuan semacam ini. Mari kita doakan kerinduan ini demi terwujudnya persekutuan anggota Tubuh Kristus, khususnya di Papua. Tuhan Yesus memberkati. (EP)