Paskah Kaum Wanita 2015

Perempuan-Perempuan Di Sekitar Kematian Dan Kebangkitan Yesus

 

PEREMPUAN-PEREMPUAN DI SEKITAR KEMATIAN DAN KEBANGKITAN YESUS

 

Hari Kamis tanggal 9 April 2015 lalu merupakan kebaktian Paskah Kaum Wanita yang sangat diberkati Tuhan. Acara dimulai pukul 9:00 pagi dengan pemimpin pujian oleh ibu Hadasa Jonathan dan doa oleh Pdt. Paula Kailola dari GKPI Siloam. Para pengunjung interdenominasi juga sempat berfoto bersama ibu gembala setelah mendapatkan berkat rohani dan jasmani di akhir kebaktian.

Para wanita yang tidak sempat hadir dalam kebaktian Paskah tersebut masih dapat menikmati Firman Paskah yang dibawakan oleh ibu Ester Budiono dikemas di bawah ini untuk Anda nikmati (Red.).

“Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses serta Salome. Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus”, (Mrk. 15:41-42) juga “Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu setelah matahari terbit pergilah mereka ke kubur.(Mrk. 16:1-2)

Menggunakan kesempatan dengan apa yang mereka punya

Para wanita di atas tidak dapat berbuat banyak menghadapi kematian Yesus. Mereka tidak dapat melawan tentara Romawi yang menyesah-Nya, tidak dapat membela-Nya saat massa berteriak “Salibkan Dia! Salibkan Dia! juga tak dapat melepaskan orang yang mereka kasihi dari hukuman kematian yang mengancam-Nya. Mereka hanya melakukan apa yang dapat mereka perbuat yaitu selalu berfokus pada Yesus dan mengikuti-Nya walaupun dari kejauhan di saat para murid lari meninggalkan Dia.

Pengikutan mereka bukan saja saat Yesus mengadakan kebangunan rohani di Galilea di mana mereka ikut melayani bahkan juga mengurbankan uang mereka namun juga saat Yesus disengsarakan, disalibkan dan saat dikuburkan. Dengan uang yang dipunyai, mereka membeli rempah-rempah guna meminyaki Yesus.

Para perempuan itu tahu mempergunakan kesempatan yang ada untuk melayani Tuhan dan bertekad melayani-Nya dengan apa yang mereka miliki (uang, tenaga dan rempah-rempah) sampai saat terakhir. Mereka tahu persis apa yang harus digunakan untuk melayani Dia yang mereka kasihi baik saat senang maupun saat kematian. Suatu pelajaran baik bagi kita, para wanita, untuk dapat juga memberikan apa yang kita miliki serta menggunakan kesempatan yang ada untuk melayani-Nya.

Mereka adalah saksi mata mulai dari penderitaan Yesus hingga kematian-Nya. Oleh karena kesetiaannya, Allah memberkati mereka. Merekalah orang-orang pertama yang berjumpa dengan Yesus setelah Dia dibangkitkan.

Rintangan-rintangan yang dihadapi

Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?” (Mrk. 16:3)

Ternyata pelayanan mereka menghadapi banyak rintangan dan halangan batu besar yang menutupi kubur Yesus juga para tentara Romawi yang menjaga kubur tersebut. Dapatkah mereka melampaui rintangan-rintangan tersebut? Mereka tahu ada halangan untuk menemui Yesus namun mereka tetap bertekad dan berangkat ke kubur itu. Ternyata batu yang sangat besar itu sudah terguling (Mrk. 16:4). Nyata kuasa kebangkitan Yesus mampu menggulingkan batu besar itu!

Tidak lama lagi kita akan menghadapi KKR “Kemuliaan Tahbisan Imam”. Tentu kita akan juga menemui rintangan-rintangan yang mungkin berisiko berat saat kita memutuskan untuk melayani Dia. Rintangan tersebut dapat berupa: kedegilan hati, penyakit, terorisme, peperangan, dosa, keserakahan, korupsi ataupun perselisihan antargereja. Bagaimana sikap kita menghadapi semua rintangan itu?

Dalam menghadapi rintangan, apakah hati kita masih mengasihi Yesus dan dapat bersyukur atas kurban-Nya? Apakah masih ada rasa ingin mengabdi kepada Yesus Tuan di atas segala tuan? Rintangan pasti ada namun seperti para wanita yang bertekad untuk melayani Yesus, marilah kita mempunyai tekad yang sama tanpa berdalih untuk melayani-Nya. Kuasa kebangkitan-Nya akan menggulingkan semua rintangan yang kita hadapi dan Roh Kudus akan memberikan kasih dalam hati untuk terus bergerak maju. Wanita yang bijaksana akan berkata, “Ini kesempatanku yang tidak boleh kulewatkan!”

Mengapa Kebangkitan itu Penting?

  • Kebangkitan merupakan janji Yesus yang ditepati-Nya – Dia akan bangkit dari antara orang mati. Dia pasti akan memenuhi janji-janji lainnya termasuk Dia akan datang segera. Oleh karena itu biarlah kita memakai segala kesempatan yang diberikan-Nya kepada kita.
  • Kebangkitan-Nya memastikan bahwa Penguasa Kerajaan kekal Allah adalah Kristus bukan sekadar ide atau harapan.
  • Kebangkitan-Nya memberi kita jaminan bahwa suatu saat kita pun akan dibangkitkan.
  • Kuasa Allah akan mengembalikan tubuh Kristus (1 Kor 15:12-19). Tanpa kebangkitan-Nya, harapan kita sebagai wanita Kristen akan sia-sia.

Melalui pengurbanan Kristus, kematian dan kebangkitan-Nya, semua pelayanan kita akan menjadi indah dan menggetarkan hati sehingga orang dapat merasakan kedahsyatan kuasa-Nya.

Marilah kita melayani Dia (selama kita masih bernapas) dengan penuh kerendahan hati dan ucapan syukur. Layani Dia dengan apa yang kita miliki juga dengan penuh pengabdian tanpa tuntutan apa-apa selama waktu masih ada! (VS)

Paskah Wanita 2015 - 1

Paskah Wanita 2015 - 2

Paskah Wanita 2015 - 3