Reportase : Liputan Mahasiswa Tim Misi Di P. Rote

 

Merupakan kemurahan Tuhan jika mahasiswa/i STTIA diberi kesempatan untuk melayani Tuhan melalui praktik pelayanan bulan Januari 2015. Para siswa menyadari bahwa kalau mereka dapat melayani Tuhan itu semua karena kemurahan-Nya semata sehingga mereka tidak akan mudah tawar hati (2 Kor.4:1).

 

Tuhan sempat menguji salah satu siswa ketika mengikuti pelayanan ini (± 25 hari) yang mana dia mendapat berita bahwa anaknya sakit tetapi hal ini tidak menyurutkan kerinduannya untuk melayani Tuhan, dia tidak tawar hati karena yakin Tuhan yang telah mengutus, Ia pula yang menjamin semuanya. Dia bersyukur memiliki teman-teman yang memberinya semangat untuk tetap lanjut melayani Tuhan.

Seizin Tuhan, tempat pelayanan yang direncanakan di Pulau Rote dialihkan ke daerah Kupang berhubung keadaan cuaca yang ekstrem sehingga tidak memungkinkan untuk menyeberang ke Pulau Rote. Melalui Bpk. Pdt. Jeremia di GPT Kristus Ajaib Kupang, para siswa mendapatkan dua pos pelayanan di daerah Timur Tengah Selatan dengan kotanya SoE. Mereka melayani sekolah Minggu dan ibadah umum di SoE di GP Kalvari di bawah penggembalaan Pdt. David Numleni. Dan melalui bapak Pdt. David Numleni para siswa diarahkan ke beberapa tempat pelayanan.

Pos pertama di kecamatan Oe'Ekam desa Teas ± 2 jam perjalanan dari SoE, di GBI Horeb Kobelina yang digembalakan oleh Pdt. Agus Turangan. Mereka melayani selama 6 hari dan diterima dengan penuh kehangatan oleh penduduk di sana. Medan di sana cukup berat, mereka melayani dari satu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki 2-4 Km mendaki dan menuruni jalan yang sangat licin bila hujan. Pelayanan dilakukan di sekolah SD, SMP juga diadakan KKR Anak serta Pesta Rohani Anak dan pada hari terakhir Tim Misi GATE mengadakan Pengobatan Gratis pagi hari dan malamnya KKR Umum yang dilayani oleh Bpk. Pdt. Evendy Tobing.

Pos kedua di kecamatan Oinlasi ±45 Km dengan waktu tempuh ± 2jam dari kota SoE, tepatnya di GP Kristus Raja yang sebelumnya digembalakan oleh Pdt. Marthen Numleni (alm) dan sekarang oleh istrinya, Ibu Adriana Trosina Numleni. Mereka berada di sana 6 hari dan pada hari pertama ada Pengobatan gratis dan malamnya KKR Umum; tak ketinggalan pula pelayanan pada murid-murid SD, SMP dan SMK, ibadah keluarga, Bimble, Sekolah Minggu dan Pesta Rohani Anak. Perjalanan terjauh adalah berjalan kaki ±10 Km dengan waktu tempuh ±3 jam melintasi dua bukit dan satu lembah untuk mengunjungi SD dan SMP di desa Simo.

Pos ketiga adalah di Maiskolen dan para siswa/i melayani selama 6 hari dengan mengunjungi SD, SMP, SMA, juga mengadakan seminar guru Sekolah Minggu, seminar dan KKR Kaum Muda diakhiri dengan KKR Umum. Tantangan di sini berkaitan dengan pergaulan kaum muda remaja karena mereka kurang mendapat kasih sayang dari orang tua sehingga pelarian mereka kepada pergaulan tidak baik dan pikiran mereka dirusak dengan pikiran jorok. Para siswa berterima kasih kepada bapak Pdt. Agus Turangan, Ibu gembala dan guru-guru dari Paud Narwastu yang telah mendampingi para siswa dalam pelayanan di Maiskolen.

Oleh kasih karunia Tuhan, para siswa menyaksikan banyak jiwa yang haus akan lawatan Firman Tuhan dan banyak iman orang Kristen terhadap Kristus hanya sebatas kebutuhan terhadap keseharian hidup atau sekadar keadaan dan budaya di daerah setempat. Kiranya di lain kesempatan baik Tim Misi GATE maupun STTIA dapat menindaklanjuti kebutuhan rohani di daerah tersebut. Amin. (DYS)

mahasiswa-peling-1

mahasiswa-peling-2