Departemen Misi Ke Kupang

 

Sungguh luar biasa pertolongan Tuhan, orang yang tidak pernah kenal dan bertemu sebelumnya dan hanya melalui telepon menyatakan bersedia ikut ke Kupang! Dia adalah dr. Foki yang berdomisili di Batu, Malang, beragama Katholik yang digerakkan oleh Tuhan untuk terlibat dalam pelayanan tim misi.

Kali ini pelayanan tim Gate disertai dengan bebe-rapa orang siswa STTIA dan untuk pengobatan ada tambahan tenaga medis dokter gigi (dr. Markus Budi Raharjo).

500 dept misi

Rombongan pertama (2 anggota tim Gate bersama 2 siswa STTIA) sudah berangkat lebih dahulu ke Rote (28 Desember 2014) untuk mempersiapkan KKR, seminar dan pengobatan gratis. Rombongan kedua (8 orang) berangkat tanggal 2 Januari 2015 juga mempersiapkan kegiatan di Rote namun mereka menunggu di Kupang untuk sama-sama berangkat dengan rombongan ketiga. Manusia dapat merencanakan tetapi keputusan tetap di tangan Tuhan. Ternyata Tuhan berkehendak lain, rencana bersama rombongan ketiga (8 orang yang berangkat tanggal 8 Januari) untuk menyeberang ke Rote terpaksa batal dikarenakan cuaca buruk dan gelombang tinggi. Segera tim mengatur ulang jadwal pelayanan berikut lokasinya. Puji Tuhan, tim misi Gate bersama beberapa siswa STTIA mengalihkan pelayanan di tiga tempat yaitu desa Oe'ekam, Oen'lasi dan So’e. Sebelum menuju ke desa So’e (2 jam perjalanan dari Kupang), rombongan yang tiba di Kupang dijamu di kediaman Pdt. Yeremia Priyanto.

Hari Jumat, 9 Januari 2015, tim melakukan perjalanan menuju desa Oe'ekam (± 70 km) dengan medan cukup menantang karena kondisi jalan 30% bagus dan sisanya bergelombang. Setibanya di desa Oe'ekam, tim disambut dengan upacara disertai pengalungan selendang khas masyarakat Timor. Penduduk juga sudah siap mengantri untuk berobat, di antara mereka ada yang rela berjalan sejauh 10 km untuk menjangkau lokasi pengobatan gratis yang diadakan di Gereja Bethel Indonesia-Kobelina yang digembalakan oleh bpk Pdt. Agus Turangan dan istrinya Ibu Nelce. Pelayanan pengobatan dimulai pkl. 10:00 dan berakhir pkl.17.00 dihadiri oleh 350 pasien (umum dan pasien sakit gigi).

Hari Sabtu, 10 Jan 2015 pkl. 07.00 tim menuju ke tempat pelayanan berikutnya di desa Oen'lasi (± 2 jam perjalanan). Setibanya di desa Oen'lasi, tim disambut oleh ibu gembala (seorang janda karena suaminya sudah dipanggil Tuhan). Di tempat ini tidak berbeda dengan desa Oe'ekam, beberapa pasien dewasa dan tua tidak memahami bahasa Indonesia sehingga diperlukan seorang penerjemah untuk bisa berkomunikasi dengan dokter dan bagian obat. Pasien sakit gigi dan cabut gigi berjumlah 35 orang dari total 200 pasien yang berobat. Pkl. 16.00 pelayanan pengobatan selesai, tim berkemas untuk segera kembali ke penginapan di Soe tetapi siswa/i STTIA tetap tinggal untuk melanjutkan pelayanan berikutnya.

Hari Minggu, 11 Jan 2015, Tim Gate terbagi dalam 4 tempat pelayanan yaitu: Dr. Awiyono melayani di GPDI-Pusu, Drg. Budi Markus di Gereja Pantekosta jemaat Kasih karunia Popea, Bpk. Samuel Ponipodang di GPDI Gema Efata desa Fusu dan sisanya menikmati ibadah di GPDI Kalvari-Soe dilayani oleh Pdt. Evendy Tobing.

Usai sudah rangkaian acara pelayanan misi Gate bersama STTIA, ucapan syukur tak terhingga kepada Tuhan Yesus karena selama pelayanan ke desa-desa tim tidak mendapati hujan berarti sehingga medan yang sulit masih dapat dilewati. Kiranya Tuhan tetap memercayakan pelayanan di desa-desa atau di mana pun Tuhan menempatkan tim misi. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Amin. (RS)