NEHEMIA

Allah memang sering berkarya melalui umat-Nya untuk mengerjakan perkara-perkara yang terlihat mustahil. Ia melengkapi seseorang dengan kepribadian, ciri khas, pengalaman dan pelatihan yang mempersiapkannya bagi tujuan-Nya. Biasanya orang-orang ini tidak tahu apa rencana Tuhan atas mereka. Tuhan mempersiapkan dan memosisikan Nehemia sedemikian rupa untuk menyelesaikan salah satu tugas mustahil.

Nehemia adalah seorang biasa dengan posisi yang unik. Ia adalah juru minuman raja Persia, Artahsasta. Ia cukup berhasil dan aman dalam posisinya itu. Nehemia tidak memegang kekuasaan apa pun namun ia memiliki pengaruh cukup besar. Ia dipercaya oleh raja. Ia juga orang yang takut akan Tuhan dan prihatin dengan nasib Yerusalem.

Tujuh puluh tahun sebelumnya, Zerubabel berhasil membangun kembali Bait Allah. Tiga belas tahun kemudian, Ezra kembali ke Yerusalem dan memenuhi kebutuhan rohani rakyat di sana. Kini saatnya bagi Nehemia. Yerusalem masih dalam keadaan hancur dan berita ini sungguh memilukan hatinya. Sementara ia berbicara dengan Tuhan, sebuah rencana timbul dalam hatinya mengenai perannya dalam pembangunan kembali tembok Yerusalem. Ia rela meninggalkan rumah dan pekerjaannya yang aman di Persia untuk menjalankan ‘Mission Impossible’ dari Tuhan.

Dari awal hingga akhir, Nehemia berdoa memohon pertolongan Tuhan. Tidak pernah ia ragu meminta Tuhan mengingat dirinya. Ia bahkan menutup otobiografinya dengan kata-kata ‘Ya Allah, ingatlah kepadaku, demi kesejahteraanku’. Selama pelaksanaan Mission Impossible-nya, Nehemia menunjukkan kepemimpinan yang tidak lazim. Tembok di sepanjang tepi kota Yerusalem dibangun dengan sangat cepat meski diganggu dengan banyak rintangan. Bahkan musuh-musuh Israel pun dengan menggerutu terpaksa mengakui bahwa Tuhan bekerja di pihak para pembangun tembok itu. Tuhan juga bekerja melalui Nehemia untuk menghadirkan kebangkitan rohani di antara rakyat Yehuda.

Mungkin kita tidak memiliki kemampuan khusus seperti Nehemia atau merasa tidak dalam posisi yang memungkinkan kita berbuat apa pun bagi Allah namun ada dua jalan yang membuat kita dapat berguna bagi Allah: (1) jadilah orang yang berbicara dengan Allah. Undang Dia masuk ke dalam pikiran kita dan berbagi rasa dengan-Nya – keprihatinan, perasaan dan impian-impian kita (2) jadilah orang yang berjalan dengan Allah. Terapkan Firman yang telah kita pelajari dalam tindakan nyata. Boleh jadi Tuhan ingin memakai kehidupan kita untuk melaksanakan sebuah ‘Mission Impossible’.

 

Kekuatan dan kecakapan Nehemia:

  • Memiliki karakter, keuletan dan doa
  • Perencana, pengatur dan motivator ulung
  • Di bawah kepemimpinannya, tembok di sekeliling Yerusalem selesai hanya dalam 52 hari
  • Sebagai pemimpin politik, ia memimpin rakyat dalam reformasi dan kebangkitan rohani
  • Tenang menghadapi tantangan
  • Mampu menegur dengan jujur ketika rakyat berdosa

 

Pelajaran dari kehidupan Nehemia:

  • Langkah awal dari setiap tindakan adalah doa
  • Manusia di bawah arahan Allah dapat mengerjakan hal-hal yang mustahil
  • Dua jalan untuk melayani Allah: berbicara dan berjalan (Talk & Walk) dengan Allah

 

Statistik demografi:

  • Lokasi: Persia, Yerusalem
  • Pekerjaan: juru minuman raja, ahli pembangun kota, gubernur Yehuda
  • Keluarga: Ayah: Hakhalya
  • Rekan sezaman: Ezra, Artahsasta, Tobia, Sanbalat

 

Ayat Kunci:

Nehemia 2 : 18