Zerubabel

 

ZERUBABEL

 

Terkadang kita baru mengenal hak kepemilikan Tuhan akan suatu proyek saat usaha keras kita gagal. Sangatlah berbahaya bila berpikir bahwa Tuhan bertanggung jawab hanya untuk perkara-perkara kecil suatu proyek sementara kita mengambil tanggung jawab atas perkara-perkara yang besar. Sebaliknya, justru Tuhanlah yang mengontrol dan kita hanya memainkan sebagian dari keseluruhan rencana-Nya. Dan bila Tuhan memberikan kita tugas-tugas penting untuk dilaksanakan, ini bukan berarti Dia membutuhkan pertolongan kita. Zerubabel belajar akan hal ini.

 

Umat Allah berada di pengasingan di Babel bertahun-tahun dan banyak dari mereka telah mapan dan ingin menetap di sana. Namun ± 6.000 orang tidak pernah melupakan negeri Yehuda. Ketika Babel dikalahkan pada tahun 539 SM, pemimpin Persia, Koresh, memperbolehkan orang-orang Yahudi kembali ke Yerusalem dan membangun bait Allah. Zerubabel memimpin kelompok pertama dan terbesar untuk kembali ke tanah perjanjian. Kepemimpinannya adil dan diakui bukan karena dia keturunan dari Daud tetapi dia memang memiliki kualitas pemimpin. Di bawah kepemimpinan Zerubabel, umat Yahudi menetapkan dasar kerohanian untuk usaha/karya pem-bangunan sehingga pembangunan fondasi bait Allah dapat diselesaikan dengan cepat. Namun muncullah masalah karena beberapa orang tua yang mengingat keagungan bait Salomo berduka atas bait kecil dan kurang megah yang dibangun kembali juga beberapa musuh bangsa Yahudi mengintervensi pekerjaan pembangunan dan menghentikannya dengan cara tekanan politik. Zerubabel menjadi patah semangat dan tidak berpengharapan sehingga Tuhan mengirimkan Nabi Hagai dan Nabi Zakharia menjadi pendamping untuk memberi semangat Zerubabel. Mereka menghadapi rakyat yang ogah-ogahan dan menenangkan ketakutan mereka maka pekerjaan pembangunan dimulai lagi dengan energi baru dan pembangunan selesai dalam waktu empat tahun.

 

Zerubabel, seperti kebanyakan dari kita, tahu bagaimana memulai dengan baik tetapi mengalami kesulitan untuk meneruskan. Kesuksesannya tergantung pada dukungan yang dia terima tetapi saat Tuhan mengambil alih kendali, pekerjaan tersebut terselesaikan. Kita tidak boleh membiarkan keadaan atau semangat yang lemah menghambat kita dalam menyelesaikan tugas yang Tuhan berikan kepada kita.

 

Kekuatan dan kecakapan Zerubabel

 

  • Memimpin kelompok pertama bangsa Yahudi mengungsi kembali ke Yerusalem dari Babel
  • Menyelesaikan pembangunan kembali bait Allah
  • Mempertunjukkan kebijaksanaan dalam pertolongan yang dia terima dan tolak
  • Memulai proyek pembangunan dengan penyembahan sebagai titik fokus

 

 

Kelemahan dan kesalahan Zerubabel

 

  • Membutuhkan dorongan semangat yang konstan
  • Mengizinkan masalah dan hambatan menghentikan pekerjaan pembangunan

 

 

Pelajaran dari kehidupan Zerubabel

 

  • Seorang pemimpin perlu dibekali motivasi awal untuk suatu proyek juga dorongan semangat terus menerus agar proyek tersebut tetap berjalan
  • Seorang pemimpin harus menemukan kekuatan yang dimilikinya sebagai pendorong agar tidak mudah patah semangat
  • Kesetiaan Tuhan dinyatakan dengan jalan memelihara garis keturunan Daud

 

 

Statistik demografi

 

  • Tempat: Babel, Yerusalem
  • Pekerjaan: pemimpin dari pembuangan yang diakui
  • Keluarga: Ayah: Sealtiel, Kakek: Yekhonya
  • Sezaman dengan Cyrus, Darius, Zakharia, Hagai

 

Ayat-ayat kunci:

 

Zakharia  4:6,7