Y O A S

Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya membuat keputusan yang benar. Bagaimanapun juga anak-anak harus pertama-tama belajar membuat keputusan sendiri. Pengalaman membuat keputusan yang salah akan membantu mereka untuk membuat keputusan yang bYenar. Jika orang tua selalu membuatkan semua keputusan bagi anak-anaknya, akibatnya, anak-anaknya tidak dapat membuat keputusan tepat saat menghadapi permasalahan mereka sendiri. Hal serupa terjadi pada diri Yoas. Dia memperoleh nasihat sangat bagus tetapi ia tidak pernah tumbuh. Dia menjadi begitu bergantung pada apa yang diperintahkan kepadanya sehingga efektivitasnya tergantung pada kualitas penasihatnya.

Saat Yoas berumur satu tahun, neneknya Atalya memutuskan untuk menghabisi semua keturunan raja karena ia haus akan kekuasaan. Yoas adalah satu-satunya anak yang selamat dan disembunyikan oleh bibinya, Yoseba, dan pamannya, Yoyada, yang saat itu menjabat sebagai imam dan menyembunyikan Yoas di dalam bait Allah selama enam tahun. Yoyada mengatur menggulingkan Atalya untuk mengangkat Yoas menjadi raja. Di tahun-tahun berikutnya Yoyadalah yang membuat hampir semua keputusan kerajaan bagi Yoas. Setelah Yoyada meninggal, Yoas tidak tahu apa yang harus diperbuat dan dia banyak mendengar dari penasihatnya yang justru menjerumuskan dia ke dalam kejahatan. Bahkan dalam waktu singkat dia juga memerintahkan untuk membunuh anak Yoyada, Zakharia.

Setelah beberapa bulan kemudian, tentara Yoas dikalahkan oleh tentara Aram dan Yerusalem terselamatkan karena Yoas melucuti harta di Bait Allah sebagai ‘uang suap’. Akhirnya pegawai-pegawai Yoas mengadakan persepakatan dan membunuh Yoas di atas tempat tidurnya. Berbeda dengan Yoyada yang dikubur di Kota Daud di samping raja-raja mengingat perbuatan-perbuatannya yang baik di Israel terhadap Allah dan rumah-Nya, Yoas tidak dikubur di peku-buran raja-raja.

Karena ketergantungan Yoas terhadap Yoyada, hanya sedikit bukti menyatakan bahwa Yoas benar-benar bergantung kepada Allah yang ditaati oleh Yoyada. Pengetahuan Yoas akan Tuhan didapatkan secara tidak langsung, seharusnya dia melanjutkan hubungan pribadi dengan Allah yang menolongnya menyaring nasihat-nasihat yang diterimanya.

Sangatlah mudah mengeritik kegagalan Yoas padahal kita sering pula jatuh dalam ‘jebakan’ yang sama. Berapa sering kita melaksanakan nasihat tidak sehat tanpa mempertimbangkan Firman Allah?

Kekuatan dan kecakapan Yoas

  • Membuat perbaikan-perbaikan secara luas pada Bait Allah
  • Setia kepada Tuhan sepanjang Yeyoda masih hidup

Kelemahan dan kesalahan Yoas

  • Mengizinkan berhala bercokol di antara rakyatnya
  • Memanfaatkan harta benda bait Allah untuk menyuap Raja Hazael dari Aram
  • Membunuh anak Yeyoda, Zakharia
  • Mengizinkan para penasihatnya memimpin rakyat menjauh dari Allah

Pelajaran dari kehidupan Yoas

  • Permulaan yang baik dan penuh pengharapan dapat dihancurkan oleh kejahatan pada akhirnya
  • Bahkan penasihat terbaik pun tidak akan efektif bila ia tidak menolong kita membuat keputusan yang bijak
  • Kita bertanggung jawab atas perbuatan kita sendiri seberapa baik atau menyakitkan orang lain membantu kita

Statistik demografi

  • Tempat: Yerusalem
  • Jabatan: Raja Yehuda
  • Keluarga: Ayah: Ahazia. Ibu: Zibya. Nenek: Atalya. Bibi: Yoseba. Paman: Yeyoda. Anak: Amazia. Sepupu: Zakharia
  • Sezaman dengan Yehu, Hazael

Ayat-ayat kunci:

  • 2 Tawarikh 24: 17,18