Manayse

Kita tidak dapat membayangkan bagaimana Tuhan mau mengampuni Raja Manasye yang begitu jahat. Dia tidak hanya sengaja menentang Tuhan dengan menajiskan Bait Allah yang dibangun oleh Salomo dengan berhala-berhala tetapi juga menyembah berhala-berhala tersebut bahkan mempersembahkan anak-anaknya kepada mereka. Mempersembahkan anak kepada berhala merupakan tindakan sangat jahat karena melawan Tuhan maupun masyarakat. Dosa keji semacam itu perlu teguran keras.

Tuhan menunjukkan keadilan-Nya kepada Manasye baik dalam peringatan dan hukuman. Dengan tindakan pemberontakan Manasye semacam itu, tidak mengherankan bila Allah meng-hukum dia dengan kekalahan dan pengasingan di tangan bangsa Asyur tetapi pertobatannya dan pengampunan Allah benar-benar tak terduga. Allah menyatakan pengampunan-Nya atas penyesalan Manasye yang dilakukan dengan sepenuh hati sehingga hidupnya dipulihkan dan diubahkan.

Seberapa jauh Allah bertindak untuk menarik perhatian Anda? Apakah Anda bersikap seperti Manasye yang kemudian sadar dan berseru minta tolong kepada Allah? Pertobatan dan doa untuk perubahan sikap merupakan jalan untuk mendapatkan pengampunan dari Allah.

Kekuatan dan kecakapan Manasye

  • Meskipun konsekuensi atas dosanya begitu pahit, ia mau belajar dari hal tersebut
  • Menyesali dosa-dosanya dengan kerendahan hati di hadapan Tuhan

Kelemahan dan kesalahan Manasye

  • Menentang kedaulatan Tuhan dan dikalahkan
  • Memutarbalikkan pengaruh positif dari peraturan sang ayah, Hizkia
  • Mempersembahkan anak-anaknya kepada berhala

Pelajaran dari kehidupan Manasye

  • Tuhan cukup sabar untuk mendapatkan perhatian kita
  • Pengampunan terjadi bukan karena banyaknya dosa tetapi dari kesungguhan kita untuk bertobat

Statistik demografi

  • Tempat: Yerusalem
  • Jabatan: raja Yehuda
  • Keluarga: Ayah: Hizkia; Ibu: Hefzibah, Anak: Amon

Ayat-ayat kunci:

2 Tawarikh 33:12,13