KITAB KEJADIAN

Jumat, 18 November 2016

Pdt Paulus Budiono

 

Shalom.

Terimakasih buat doa saudara, biarlah Dia melimpah, itu harus menjadi kerinduan kita. Sebab saat bertemu dengan Tuhan atribut apapun dalam dunia ini akan terlepas dan tidak lagi berharga,tetapi akan terjadi contact yang sangat dekat dengan pribadi Yesus yang telah menyelamatkan kita sekalian. Kita akan membaca kembali pada kitab Kejadian 41 ;

Kejadian 41 : 38 - 45 Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?"  Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau.  Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."  Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir."  Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya. Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: "Hormat!" Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir. Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorangpun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir."  Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. 

Pada petang ini kita akanmelihat Allahnya Yusuf dengan ilahnya raja Firaun. Yusuf mendapat seorang istri yang bernama Asnat anak Potifera imam di On. Kita melihat sepertinya ada tandingan antara Allahnya Yusuf dengan ilahnya raja Firaun sebab zaman dahulu tidak ada imam tetapi di Mesir sudah ada imam. Pada kitab Keluaran setelah Musa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, 3 bulan sampai di gunung Horeb, Musa naik diatas gunung 40 hari – 40 malam doa dan puasa lalu mendapatkan rancang bangun tabernakel dan segala peraturan termasuk peraturan imam-imam itu baru mulai. Namun dalam kitab Kejadian jauh sebelum Musa lahir dan jauh sebelum Musa digerakkan oleh Roh Allah untuk menulis kisah ini di kerajaan Mesir sudah ada imam. Jadi bahasa imam di sini sama dengan bahasa imam dalam keimaman bangsa Yahudi. Namanya imam itu Koheinadalah satu pelayanan yang melayani kepada Tuhan, mereka juga mengatakan aku melayani Tuhan.

Yusuf hidup dalam kemakmuran selama 80 tahun bukanlah hal yang mudah. Seringkali kita bergumul dalam penderitaan, berbagai masalah itu sebenarnya seiijin Tuhan kita ditempa untuk muncul sebagai pemenang menghadapi segala macam persoalan. Tetapi apakah kita tetap menang di saat tidak ada lagi peperangan, tantangan, ancaman? Semua serba tiba-tiba, dalam satu hari segala atribute yang ada pada Yusuf berubah total. Jari tangannya yang semula kosong sekarang dipasangkan cincin meterai, yaitu suatu cincin tanda berkuasa dan di lehernya dipasangkan kalung emas, ia mengenakan jubah yang halus dan menjadi pribadi yang dihormati, padahal ia orang Ibrani bukan orang Mesir.

Jika ada Roh Allah didalam kita maka kita diberi hikmat pengetahuan yang luar biasa. Dalam Perjanjian Baru juga mengajarkan kita bahwa Roh Kudus memberikan karunia hikmat berkata-kata, karunia pengetahuan dan lain sebagainya. Ada kesamaan karena Roh Kudus itu tidak berbeda. Roh Kudus juga Allah Bapa berikan pada PutraNya yang tunggal, Yesus, Aku mengurapi hambaKu dengan urapan roh hikmat, pengetahuan dan lain sebagainya. Jadi itu semua sama. Orang kafir tercengang dan senang untuk memakai anak Tuhan. Semoga akhir zaman ini kita orang Kristen bukan mencari nama, popularitas tetapi memang sedang dicari seperti Yusuf yang dapatmemberi sumbangan tenaga dan keahlian serta segala yang baik untuk kebaikan sebuah negara. Yusuf menjadi berkat bagi negara Mesir yang menghadapi kelaparan yang dahsyat, Allah telah memakai Yusuf untuk menanggulangi dan mengubah keadaan yang seharusnya mati menjadi hidup bahkan hidup dalam kemakmuran yang luar biasa.

Orang yang tidak mengenal Tuhan seperti raja Firaun senang ada orang Kristen seperti Yusuf di tengah-tengah kerajaan,perusahaannya sebab perusahaan itu menjadi berkembang.Yusuf ada Roh Allah dan Firaun ada dewa. Firaun mengatakan,’aku angkat, lantik kamu, tetapi diantara semuanya itu aku lebih tinggi dari padamu, semua orang tidak boleh bergerak diseluruh tanah Mesir tanpa setahuku atau setahumu’. Diatas dikatakan‘tahtaku lebih besar daripadamu’. Itulah manusia yang tidak kenal Tuhan, mau menerima berkat Tuhan dan menikmati kemakmuran Tuhan tetapi tidak mau tunduk kepada Tuhan justru dia ingin tetap diatas Tuhan. Diatas orang Kristen berarti diatas Tuhannya orang Kristen. Kadang kita tidak sadar demi kemakmuran, kenikmatan, fasilitas yang baik kita mengorbankan keimanan kita. Coba kita lihat Yusuf tidak ada kesempatan untuk berpikir, berunding, menilai baik atau buruknya penawaran ini karena langsung : “demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir”, ia tidak berdaya.

Sekarang jika kita berada dalam posisi yang begitu menguntungkan dan Tuhan ijinkan kita menikmati segala fasilitas yang tersedia karena kita menjadi berkat buat orang lain, maka kita harus waspada dalam kondisi ini jangan sampai iman kita kepada Tuhan dibawah dari illah yang bukan Tuhan yang menguasai kita seolah-olah memeras tenaga Yusuf hanya untuk kenikmatan. Memang betul pengakuan dari Firaun tetapi Firaun tidak mau kalah : “aku lebih tinggi”, manusianya lebih tinggi. Dia mengaku Allahnya Yusuf tetapi dia tidak mengakui bahwa dia adalah manusia yang tidak ada apa-apanya.

Siapakah Allah yang kita sembah dan sejauh mana kita kenal Allah yang Yusuf kenal? Sejauh mana yang sudah kita pelajari Kejadian 1 – 41 ini? Sayamengajak saudara kembali pada kitab Kejadian 1 karena tidak bisa ada pasal 41 tanpa ada awalnya. Mari kita melihat bagaimana Allahnya Yusuf dan ilahnya Firaun sebab Firaun juga mempunyai ahli-ahli nujum.

Kita tahu Allahnya Yusuf adalah Allahnya Yakub, Ishak dan Abraham.Abraham, Ishak dan Yakub dengan tanpa rasa malu mengakui Allah sebagai Allah mereka. Dia juga Allahnya Nuh dengan anak-anaknya dan juga Allah dari sebelum Nuh sampai pada Allahnya Adam dan Hawa. Jika kita tidak ingat ini maka saya akan katakan betapa mudahnya kita yang mengatakan mengenal Allah ternyata kita mixed, mencampurkanbanyak kebudayaan yang kita terima, banyak tradisi yang kita simpan, keadaan yang dulunya tidak kita kenal tiba-tiba kenal menjadi dewa, illah. Ini yang saya sampaikan didalam kitab Kejadian 1 – 40. Kita membaca :

Kejadian 1 : 1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 

Ini tidak boleh dilupakan : Pada mulanya, ini awal karena Allah mengatakan Akulah awal dan akhir tetapi bukan berarti pada mulanya Allah itu baru ada, Allah bukan baru ada pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Dia hanya memulaikan dengan yang ada awalnya itulah penciptaan langit dan bumi. Dia adalah kekal tetapi Dia membuat waktu awal dan Dia nanti mengakhiri. Kita ada ditengah-tengah ciptaan Allah, waktu, ruang dan seterusnya. Yang ingin saya tekankan pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya. Semuanya dikendalikan oleh Sang Pencipta.

Permulaan Allah menciptakan benda-benda mati yaitu bumi yang didalamnya ada gunung dan sebagainya. Kemudian Allah menciptakan cakrawala, air dan sebagainya yang masih tidak ada kehidupan. Selanjutnya mulai ada kehidupan, Tuhan ciptakan tumbuh-tumbuhan, pohon-pohon yang berbuah, berbiji yang merupakan makanan bagi semua hewan termasuk kita manusia. Tuhan juga ciptakan benda-benda langit, Alkitab mengatakan ada dua benda langit yang besar, yang satu menguasai siang hari disebut matahari dan yang petang disebut bulan beserta bintang-bintang, untuk mengatur waktu, hari, minggu, bulan, tahun sehingga saya tahu umur saya 72 tahun, jika tidak ada waktu kita tidak tahu kapan satu tahun yang sudah kita lewati. TerakhirAllah menciptakanmanusia untuk menikmati apa yang Tuhan ciptakan, di dalam manusia terdapat hubungan nikah yang begitu indah, manusia hidup dalam bumi yang diolah. Terjadinya banjir bandang, gempa bumi, semuanya karena ulah manusia, bukan sekadar bencana alam, manusia tidak lagi menghargai Sang Pencipta, tidak melestarikan bumi yang ada.

            Pada waktu kita memakan buah, Tuhan menciptakan pohon buah itu. Dia harus tertancap di bumi ciptaan Tuhan dengan tanah yang baik, yang mengandung vitamin, ada air yang dibutuhkan bagi tumbuh-tumbuhan. Tuhan membiarkan matahari muncul supaya tumbuh-tumbuhan dapat bertumbuh dengan baik. Kita seringkali lupa itu, kita seenaknya makan, jika tidak suka dibuang. Istri saya selalu menasehatkan baik kepada anak-anak maupun para pengerja bahwa jangan lupa makanan itu adalah berkat Tuhan. Pepatah Tionghoa mengatakan dalam tiap butir berasada keringat petani. Artinya jika kita makan, habiskan, jangan dibuang-buang karena ada Tuhan yang menyediakan tanah untuk digarap petani dengan bekerja keras. Benih itu ciptaan Tuhan, Tuhan mendatangkan angin, matahari, dan malam hari supaya berganti hari siang dan malam maka benih itu bertumbuh dengan baik, beberapa bulan kemudian dapat dipanen. Waktu panen kita membutuhkan arit atau pisau yang terbuat dari besi yang juga merupakan ciptaan Allah. Mereka menggali tambang mendapatkan pasir besi diolahmenjadi pisau untuk memotong padi yang dipanen.

            Tidak ada satupun ciptaan Allah yang tidak berkaitan satu dengan yang lain. Allah sangat memperhatikan kita, tetapi kita seringkali tidak memperhatikan hal-hal lain yang sesungguhnya sangat terkait. Waktu lampu mati kita menggerutu, “Mengapa PLN mati?” Coba saudara datang ke kantor PLN, saya mengatakan, “Tuhan, terima kasih ada pegawai PLN yang menjaga gensetnya 24 jam bergantian.” Jika dia tidak mau menjaga, kita tidak punya lampu, tidak bisa beribadah, kita akan mengomel. Waktu saya membaca Alkitab ini, ada kertas yang merupakan ciptaan Allah, ada tinta yang diolah manusia semua merupakan ciptaan Allah yang diatur sedemikian rupa dan begitu indah. Haruskah manusia sombong dan berbangga diri? Tidak. Dari awal Kejadian 1 Adam diberitahu, “Rawat dan usahakan”, itu mengandung pengertian yang sangat luas. Allah ingin kita manusia mewakili-Nya untuk menyatakan ini anak Tuhan mencintai semuanya karena mengenal Allah yang luar biasa.

            Apakah manusia menghormati Allah? Tidak. Dari permulaan manusia sudah tidak menghormati ciptaan Allah. Waktu itu Adam dan Hawa belum sempat merusak tumbuh-tumbuhan karena mereka memakan buah larangan. Selanjutnya karena manusia pertama sudah tidak percaya kepada Allah yang berfirman maka kelanjutannya adalah kerenggangan hubungan Adam dan Hawa dengan Allah Sang Pencipta akan terus berlanjut sampai pada keluarga dan keturunannya lebih jauh. Kedaulatan-Nya tidak diperhitungkan lagi, kuasa-Nya tidak lagi dihiraukan, cinta-Nya menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah tidak lagi dihormati maka munculah berhala demi berhala.

            Saya mencatat kembali masing-masing ciptaan Allah selama enam hari itu semuanya terkait maka hari ketujuh Tuhan memberi kesempatan untuk manusia beristirahat supaya semua pulih kembali untuk bisa berfungsi secara penuh. Itu arti istirahat. Jika kita tidak mau beristirahat, kita sedang melakukan pemberontakan kepada kedaulatan Allah dalam persoalan istirahat. Tuhan berdaulat untuk memberkati. Kita bisa melihat bagaimana Allah memberkati tetapi hati Allah begitu susah.

            Waktu nabi Nuh, istrinya, tiga anak dan mantunya diselamatkan oleh Allah yang berdaulat, Allah kembali memberkati tanpa mengurangi sedikitpun kedaulatan Allah kepada nabi Nuh. Dapat dibaca kembali dalam Kejadian 9, pada Kejadian 10-11 waktu manusia yang berdosa mulai memikirkan namanya sendiri dan melupakan Tuhan maka akibatnya adalah perpisahan dan munculnya berhala-berhala. Jika kita melayani Tuhan tetapi ada ambisi untuk menyatakan ini adalah aku, ini adalah kekuatanku, ini adalah inisiatifku, ini adalah rancanganku maka kelanjutannya adalah munculnya berhala. Apa buktinya? Kita membaca :

Kejadian 10: 6 Keturunan Ham ialah Kush, Misraim, Put dan Kanaan.

Misraim itulah Mesir,ada Firaun di sana. Pada Firaun ada imam Potifera. Ada imam berarti ada pelayanan, ibadah, bukan kepada Allah Sang Pencipta namun kepada dewa dewinya. Kita tahu nanti Kanaan penuh dengan berhala, ini keturunan Ham. Ham adalah anak Nuh yang menyembah Allah tetapi keturunannya mulai menyembah berhala.

Kejadian 10: 21 Lahirlah juga anak-anak bagi Sem, bapa semua anak Eber serta abang Yafet.

Dari Sem akan muncul Abraham yang latar belakangnya menyembah berhala. Mesir ada berhalanya sendiri, juga Filistin dan lain sebagainya. Saya melihat pada waktu itu terjadi perpecahan dan semua pergi, tambah lama tambah jauh semakin manusia dicerai beraikan oleh Allah karena melihat manusia mulai sombong dan kesombongan itu terjadi pada masing-masing suku dan bangsa lalu munculah begitu banyak dewa-dewi, tradisi dan budaya. Apakah kita menjadi pengikut Tuhan tetapi budaya mistik ikut serta di dalam kekristenan kita?

Orang Eropa mempunyai kekristenan dalam bentuk dan budayanya sendiri. Jika masuk gereja harus begini, begitu. Di Indonesia juga begitu, di Jawa ada model Jawa sendiri, di Batak juga memiliki model sendiri. Apakah gereja Johor-Lemah Putro mempunyai pandangan seperti itu? Jika ada orang Kristen dari luar datang, mungkin tidak sama dengan model kita, maka kita katakan tidak cocok. Mengapa tidak cocok? Masing-masing mempunyai model kepercayaan yang tidak bisa dibendung.

Yosua 24: 1-2 Kemudian Yosua mengumpulkan semua suku orang Israel di Sikhem. Dipanggilnya para tua-tua orang Israel, para kepalanya, para hakimnya dan para pengatur pasukannya, lalu mereka berdiri di hadapan Allah. Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain.

            Mereka berdiri di hadapan Allah, seperti kita sekarang ini, di hadapan Allah, Allah dalam Roh Kudus, Allah Bapa di surga. Yesus di surga tetapi Allah Roh Kudus ada di sini, ada di dalam hati kita. Orang Tionghoa mempunyai ilah sendiri, orang Jawa mempunyai dewa sendiri, juga orang Batak, Ambon, Toraja, Manado ada opok-opok dan lain sebagainya. Kita harus mengakui itu sudahmenjadi kebiasaan. Saya tidak menyembah berhala, saya tidak memakai jimat tetapi kebiasaan-kebiasaan itu sudah mempengaruhi gereja dan cara ibadah kita. Satu contoh pemberkatan nikah, laki-laki harus di sebelah kanan, tangan kanan pendeta di atas mempelai pria. Alkitab tidak menyebutkan begitu tetapi kita sudah terbawa kebiasaan jika tangan kanan pendeta tidak di kepala laki-laki nanti tidak menjadi kepala keluarga. Baptisan air harus masuk air jika tidak masuk diulang lagi bahkan sampai beberapa kali. Itu kebiasaan-kebiasaan yang tanpa sadar sudah mempengaruhi kita. Demikian pula tanpa sadar kita bisa terjebak dengan kemewahan, kedudukan, segala fasilitas dunia, kita membaca :

Yosua 24: 3-4, 14 - 15 Tetapi Aku mengambil Abraham, bapamu itu, dari seberang sungai Efrat, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan. Aku membuat banyak keturunannya dan memberikan Ishak kepadanya. Kepada Ishak Kuberikan Yakub dan Esau. Kepada Esau Kuberikan pegunungan Seir menjadi miliknya, sedang Yakub serta anak-anaknya pergi ke Mesir. ...... Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah.. Allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau Allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini tetapi aku dan seisi rumahkukami akan beribadah kepada Tuhan!”

            Ini sudah berapa puluh tahun, apakah Yosua tidak salah bahwa bangsa Israel yang dipimpinnya masuk sungai Yordan kemudian menaklukkan seluruh tanah Kanaan, menghancurkan berhala-berhala di Kanaan, menghancurkan orang Amori, dan lainnya. Mengapa menyinggung lagi yang di seberang sungai, di Mesopotamia? Jauh sekali. Berhala itu bisa di sini, walaupun sudah meninggalkan leluhurnya. Jika pak Manurung tidak bertobat sungguh-sungguh biar orangnya di Surabaya jiwanya di Tapanuli sana. Penuh dengan berhala, kebiasaan-kebiasaan yang Tuhan tidak berkenan.

Apakah Yusuf tetap dengan Tuhannya, atau mulai tunduk pada imam mertuanya. “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan,” Sudah berapa puluh tahun, dia mati berumur sama dengan Yusuf, 110 tahun. Dia membawa bangsa Israel masuk ke Kanaan lewat sungai Yordan, umur 80 tahun. 30 tahun kemudian dia mati. Selanjutnya : “…pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah..” Rupanya Yosua tahu gelagat dari bangsanya sendiri. Kita harus bisa tahu gelagat dalam rumah tangga kita! Apakah sungguh-sungguh dengan Tuhan atau hanya mempergunakan fasilitas kebaikan Tuhan, memperkaya hal-hal yang duniawi?

“…Allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau Allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini.” Setiap hari kita ada di tengah bangsa Indonesia yang belum kenal Tuhan. Atau kenal Tuhan hanya sekadar informasi adanya Allah yang besar, yang hebat, tetapi kehebatan Tuhan, kedaulatan Tuhan tidak mau diterima. Kita masih mempertahankan: “Aku mau model begini Tuhan, Engkau mahabesar tetapi aku mau Engkau menurut kemauanku.”“..tetapi aku dan seisi rumahku..” Berarti berpuluh-puluh tahun Yosua mempunyai sikap yang tidak berubah dalam mematuhi firman Allah. “..kami akan beribadah kepada Tuhan!”

Jangan kita cepat-cepat menyatakan: “Dari dulu nenek moyang saya percaya Tuhan, nenek moyang saya adalah pendeta, penatua! Saya tidak mungkin tinggalkan Tuhan Yesus!” Yesus yang mana? Yang memberi fasilitas dan kita hanya bisa perintah: “Tuhan berkati saya, jaga rumah saya.” Ini terjadi dan merupakam satu pertanda bahwa dosa menguasai, segala berhala akan muncul. Karena manusia membutuhkan makanan, pakaian, nanti akan terjadi banyak pergolakan yang mengatakan: “Ini yang benar, ini yang tidak benar” menurut adat istiadat kita sendiri. Waktu Abram keluar, mengajak Lot keponakannya. Lot berkelahi oleh sebab banyak harta? Masih ingat Sodom dan Gomora dimusnahkan, Lot tidak dimusnahkan. Selanjutnya Lot dikerjai oleh dua gadisnya untuk melahirkan dua bangsa Moab dan Amon. Dari Moab dan Amon muncullah berhala sendiri.

Begitu rentetannya, kita punya kebiasaan dari nenek moyang yang berdosa. Kita harus akui ini untuk memohonkan kuasa darah Yesus betul-betul menyucikan sampai pada akar-akarnya. Sebab kalau kita ikut Tuhan hanya ingin fasilitas yang baik, saya sebagai gembala sangat khawatir kita akan memiliki banyak berhala dibandingkan Allah yang Esa. Kita hanya tahu Allah itu Esa, tetapi tidak percaya, kita tidak mau tunduk pada kedaulatan-Nya, berbeda dengan Yusuf.

Contoh yang lain adalah Lot yang mempunyai 2 anak, itulah dua bangsa yang akan menjadi penghalang waktu bangsa Israel menuju Kanaan. Jangan lupa, itu sudaah berakar. Muncul lagi. Juga tentang Esau dan Yakub. Perhatikan baik-baik. Esau dibohongi, kemudian terjadi perpisahan. Kita sudah belajar bagaimana mereka kembali menyatu, saat ayahnyaIshak meninggal. Yakub ada di Kanaan dan Esau ada di sebelah Timur. Esau yang namanya Edom punya berhala sendiri.

2 Tawarikh 25:14-16, 20Ketika Amazia kembali, setelah mengalahkan orang-orang Edom itu, ia mendirikan para allah bani Seir, yang dibawanya pulang, sebagai allahnya. Ia sujud menyembah kepada allah-allah itu dan membakar korban untuk mereka.Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Amazia; Ia menyuruh seorang nabi kepadanya yang berkata: "Mengapa engkau mencari allah sesuatu bangsa yang tidak dapat melepaskan bangsanya sendiri dari tanganmu?" Waktu nabi sedang berbicara, berkatalah Amazia kepadanya: "Apakah kami telah mengangkat engkau menjadi penasihat raja? Diamlah! Apakah engkau mau dibunuh?" Lalu diamlah nabi itu setelah berkata: "Sekarang aku tahu, bahwa Allah telah menentukan akan membinasakan engkau, karena engkau telah berbuat hal ini, dan tidak mendengarkan nasihatku!"........ Tetapi Amazia tidak mau mendengarkan; sebab hal itu telah ditetapkan Allah yang hendak menyerahkan mereka ke dalam tangan Yoas, karena mereka telah mencari allah orang Edom.

            Awalnya Esau percaya kepada Allah ayahnya, tetapi saat sudah besar dia membangun sebuah komunitas, menjadi satu suku bangsa yang besar, Edom, Alkitab mengatakan mereka mendirikan dewa sendiri. Masing-masing dari kita bisa membuat dewa sendiri. Jika saya di rumah, merasa paling besar, memerintah istri saya, memerintah semuanya, saya meninggikan diri sebagai kepala,“Saya kepala, tidak boleh ada yang lebih besar dari saya.” maka saya dewanya, bukan Tuhan. Jika di gereja ini hanya saya yang boleh berbicara, saudara tidak boleh, maka saya adalah dewanya, bukan Tuhan Allah saya, Allah kita sekalian.

Yusuf seumur hidupnya tetap beriman padaAllah, bukan dewa Mesir, bukan dewa mertuanya. Seringkali kita takut pada mertua,mertua ingin berkuasa, kita harus hati-hati. Lebih jauh tentang Yakub. Pertama kali Yakub keluar, Tuhan langsung nyatakan dalam mimpi : “Aku Allahnya ayahmu, Allah dari kakekmu, Aku akan menyertai engkau!” Yakub kaget dan terbangun, dan tempat itu dinamakan Betel artinya rumah Allah. “Jika Tuhan menyertai aku, aku akan menjadikan Engkau Allahku!” Yakub sampai ke Laban, pamannya, lalu menjadi mertuanya. Dia mencintai Rahel lebih dari Lea. Waktu Yakub mengajak Lea, Rahel, dua gundikdan semua anaknya, Rahel mencuri berhala orang tuanya. Rahel, istri yang dicintai suaminya tetapi dia lebih cinta berhala daripada Tuhan suaminya.

Ini semua merupakan rumah tangga Abraham, Ishak, dan Yakub. Dan sekarang muncul Yusuf, salah satu dari 12 anak Yakub. Yusuf adalah anak dari Rahel yang mencuri berhala. Jika Yusuf tidak sungguh-sungguh mulai dari kecil mengenal siapa Allah yang dia sembah, yang dia cintai dan hormati, saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Yusuf diberkati dengan berlimpah, ia menjabat sebagai perdana menteri. Kita bisa melihat bahwa di sekitar Yusuf bukan tidak ada berhala, bahkan ada banyak, namanya pun dirubah oleh Firaun.

Kejadian 41:45 Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.

            Tidak ada etika mengganti nama seseorang sebab Firaun menganggap dia adalah titisan dewa matahari. Dia sedang berkuasa dan ingin menikmati kuasa Allah yang lebih dari dewanya, tetapi dia tidak mau kehilangan muka. Maka dia merubah nama Yusuf seperti nama orang Mesir. Dia ingin menghilangkan identitas Yusuf dikala kemakmuran. Apakah identitas saudara dan saya masih bisa membuktikan bahwa kita adalah anak-anak Tuhan di tengah keberhasilan usaha dan pelayanan kita? Nama baru Yusuf hanya disebutkan sekali saja, sesudah itu Musa tetap menulis dengan nama Yusuf sampai akhir hidupnya. Arti Zafnat-Paaneah : “Kalau Allah bersabda, terjadilah.” Tentu Firaun tidak mengatakan Allah-nya Yusuf! Dia mengatakan allahnya dia. Kata Firaun: “Tidak ada ornag lain yang bisa bergerak tanpa setahumu.” Yusuf mengenakan pakaian Mesir, nama Mesir dan juga berbicara dalam bahasa Mesir, bahasa duniawi. Kita orang Kristen jangan sampai kehilangan identitas yang sesungguhnya. Orang lain boleh merubah namun ternyata Yusuf tetaplah Yusuf yang sama. Saudara boleh berada diantara orang tidak percaya, tetapi saudara tetaplah anak-anak Tuhan yang ditebus oleh darah Anak Domba Allah.

Kalian adalah anak-anak Tuhan, bukan anak-anak dunia. Engkau diambil dari dunia menjadi milik-Nya, maka kita harus menjadi contoh yang baik. Semakin hari semakin lebih baik! Bukan dalam kondisi yang terdesak, tetapi justru dalam kondisi yang begitu baik. Yusuf berbicara sebagai negarawan, seorang politikus yangmempengaruhi seluruh negara. Raja Firaun tahu bahwa Yusuf adalah anak muda yang suci, yang sungguh-sungguh kepada Tuhan, tanpa menunda waktu, tanpa pertunangan, langsung hari itu dinikahkan dengan Asnat, anak Potifera, Imam di On. Asnat adalah seorang gadis yang patuh kepada dewanya dan hormat kepada orang tuanya.

Firaun ingin rakyatnya dipimpin oleh seorang laki-laki yang bertanggung jawab, hidup suci dan menghargai nikah, sehingga Yusuf dipilih untuk menjadi pemimpin, mendapatkan penghargaan dari Firaun yaitu nama dan seorang istri yang bukan perempuan sembarangan tetapi putri seorang pendeta besar yaitu imam Potifera. Ini adalah suatu kondisi yang mau tidak mau harus diterima sebab saat itu Yusuf tidak dapat memilih. Kita diajar untuk tidak menanggung kuk bersama dengan seorang yang tidak beriman dan harus berhati-hati dalam pergaulan. Tetapi mari kita renungkan bahwa saat itu kondisi Yusuf harus dinikahkan dengan orang yang tidak seiman. Nama istri Yusuf adalah Asnat yang berarti milik dewi Neith (juga dikenal Nit, Net, dan Neit - dewi perang Mesir). Artinya gadis ini sejak kecil sudah diserahkan untuk dewi Neith. Disini iman Yusuf kembali diuji, apakah dia sekadar menikah secara baik-baik, tidak berselingkuh? Pernikahan Yusuf ternyata sungguh indah walaupun istrinya berasal dari bangsa kafir. Yusuf hanya memiliki satu istri sampai akhir hidupnya dan memiliki dua orang anak yaitu Manasye dan Efraim. Rasul Paulus berkata bahwa jika ada seorang istri yang tidak percaya namun mau tinggal bersama maka jangan ceraikan dia sebab siapa tahu bisa menyelamatkan dia.

 

1 Korintus 7:12-14Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.

 

Inilah Firman Tuhan jika menghadapi kondisi seperti itu, namun jangan sengaja mencari jodoh yang tidak seiman. Pilihlah yang seiman, jangan merasa iman saya kuat lalu ingin menyelamatkan orang lain, justru ini dapat membuat terhilang karena memiliki rasa sombong, merasa imannya kuat. Jika saat ini sudah terlanjur memiliki seorang istri atau suami yang tidak percaya seperti kondisi Yusuf, maka jangan diceraikan. Yusuf harus menerima Asnat yang masih gadis, yang percaya pada dewanya. Bukan berarti Yusuf bertoleransi namun Yusuf menerima Asnat dan buktinya mereka memiliki anak-anak yang namanya bukanlah nama orang Mesir, diberi nama orang Ibrani. Nama anak-anaknya mengandung Allah di dalamnya. Ini menunjukkan bahwa jika seorang suami memiliki istri yang bukan orang percaya maka suami harus membuktikan dengan mencintai istri dan anak-anaknya sehingga istri dan anak-anaknya bisa dikuduskan juga. Jangan kemudian menganut agama dan beriman masing-masing. Iman kita ini bukan sekadar agama, namun kita menyembah Allah sang pencipta langit, bumi serta isinya. Jika Yusuf tidak sungguh-sungguh maka dia akan menghadapi masalah dalam nikahnya bahkan dalam pemerintahan yang dipercayakan Firaun kepadanya. Nama tidak harus diganti namun yang terpenting adalah hati kita.

 

Jikalau kita melihat ayah mertuanya yang seorang imam maka saya berterima kasih bahwa imam Israel muncul pada kitab Keluaran 25 yaitu Harun diangkat menjadi imam besar. Sedangkan dalam Kejadian 41 ini, imam di On yang berarti kuat, semangat hidup itulah pusat penyembahan dewa matahari. Sungguh ngeri bahwa Yusuf berada di tengah keluarga penyembah berhala namun Yusuf memiliki iman yang kuat. Dia bisa tetap menghargai keluarga istrinya yang sekarang menjadi keluarganya juga. Yusuf menunjukkan bahwa Allahnya di atas berhala-berhala itu. Allah kita adalah Allah yang luar biasa, tidak perlu banyak bicara namun buktikan karya pekerjaan-Nya, Yusuf buktikan dengan mencintai istrinya. Begitupula istrinya mencintai Yusuf dan melahirkan dua anak laki-laki dan biasanya laki-laki (pemimpin) yang memberi nama, istrinya mengikuti dan mendapatkan sesuatu yang luar biasa.

 

Namun ada yang lebih mengejutkan saya yaitu kata “imam” muncul saat Abraham masih bernama Abram, dalam peperangan menyelamatkan Lot dari musuh-musuhnya, maka muncullah raja Salem yang bernama Melkisedek, seorang imam Allah memberkati Abram. Itulah pertama kalinya muncul kata “imam”. Manusia berdosa memiliki imam bernama Potifera, Harun yang Tuhan pilih sebagai imam besar juga berasal dari manusia berdosa dimana dia pernah membuat patung lembu emas. Kemunculan imam Melkisedek yang tidak berbapak dan beribu merupakan suatu gambar bayang Yesus sebagai imam besar menurut peraturan Melkisedek. Saya melihat betapa kuatnya iman Yusuf. Iman saya dan saudara juga akan lebih kuat jikalau kita mengatakan Yesus adalah imam besar menurut Melkisedek sebab Yesus adalah Anak Allah dan Dia yang menyelamatkan serta membuat kita semua menjadi imamat rajani. Oleh darah-Nya Dia menebus dan menyucikan kita dan menyebut kita imam. Nikah kita diperbaiki, keluarga kita dibenahi termasuk pekerjaan dan seluruh aspek kehidupan kita. Tuhan memimpin hidup kita sama seperti Dia memimpin hidup Yusuf.

 

Raja Firaun mencoba untuk mencampur aduk iman Yusuf dengan berhala Mesir. Namun Yusuf tidak terpengaruh oleh segala fasilitas Firaun, dia bertanggung jawab menyelesaikannya, sampai dia mati tetap Mesir bukanlah pilihan bagi Yusuf sebab dia berpesan pada keluarganya bahwa jika mereka diberi kesempatan oleh Tuhan untuk keluar dari Mesir maka jangan meninggalkan tulang-tulangnya di Mesir, namun harus membawa kembali tulang-tulangnya ke tanah Kanaan, tanah yang Tuhan janjikan. Itu yang dinamakan iman, tidak kelihatan namun membuat Yusuf bisa hidup di dalam kemiskinan, penderitaan atau kemewahan sebab yang membuat dia mampu adalah Allah yang dia sembah, disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub. Dan biarlah saya dan saudara pada malam hari ini bisa memiliki kerinduan kepada Allah yang kita sembah, Allah sang pencipta, supaya kita tidak terpengaruh apapun juga. Berhala semakin merajalela mulai dari kitab Kejadian sampai Wahyu.

 

Wahyu 9:13-21 Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah, dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: "Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu." Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia. Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka. Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang. Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya.Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan. Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan, dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

 

Dikatakan pada ayat 20 bahwa tidak semua orang mengalami malapetaka, itu ditafsirkan orang sebagai perang dunia ke-3. Saya sedikit berpikir bahwa negara kita saat ini sedang memperkuat segi pertahanan dan keamanan, menambah persenjataannya, mengapa? Bisa jadi karena ada kecurigaan atau unjuk kekuatan atau hal-hal lain terhadap negara tetangga. Sekarang ada beberapa negara memiliki nuklir untuk saling membunuh. Manusia memang banyak yang tidak bertobat, mereka tidak berhenti menyembah berhala justru semakin marak penyembahan dengan ritual-ritual yang dipelihara oleh negara, menjadi objek wisata sehingga semakin banyak pemasukan negara, namun hal ini akan membuat iblis semakin senang bahwa manusia adalah miliknya. Adakah di sini orang Kristen yang suka ke dukun, adat istiadat atau mistik-mistik? Banyak barang berharga dijadikan berhala oleh manusia seperti emas, tembaga dan hal-hal lain.

 

Saya tadi menerima foto sebuah mobil box tertangkap pemerintah Thailand di dalamnya berisi 100 lebih jenazah anak-anak yang organnya sudah diambil, ini suatu pembunuhan. Perzinahan, penjualan manusia masih belum apa-apa dibanding yang dikatakan Wahyu 9, Wahyu 13 di mana siapa yang tidak mendapatkan cap maka tidak bisa melakukan jual beli, juga dalam Wahyu 16 dan 17. Kitab Wahyu berisi nubuatan Yesus sendiri, Dia menyuruh Yohanes menuliskan apa yang dilihat dan didengarnya karena waktunya sudah dekat.Tuhan menolong kita melalui Yusuf, kita perhatikan kondisi ini begitu indah tetapi ketika masuk kitab Keluaran menjadi berbeda karena Firaun-Firaunnya sudah berganti, begitu kejam, mengerikan. Saat senang maupun susah jangan lupa siapa Tuhan Allah yang kita sembah.

 

Amin.