Kitab KEJADIAN

Jumat, 11 November 2016

Pdt. Paulus Budiono

Shalom.

Kami baru saja check up di Singapura dan kami percaya bahwa Tuhan tetap berkarya di dalam hidup kami berdua. Kami berterima kasih atas dukungan doa Saudara, di mana Tuhan terus mengerjakan secara fisik kehidupan kami berdua untuk selalu diperbaiki dan masih dimampukan untuk melayani Tuhan.

Saya sudah memulai dengan doa, betapa ajaibnya perjalanan hidup Yusuf, pada umur 17 tahun sampai 30 tahun tidak ada orang yang memperhatikan, masa yang sangat sulit baginya. Orang lain hanya memperhatikan berkat diterima oleh Potifar karena segala pekerjaan Yusuf berhasil. Dikatakan bahwa mata Potifar melihat Yehova menyertai Yusuf. Itu dituliskan, bukan hanya ucapan, tetapi saksi hidup.

Selanjutnya Yusuf difitnah, ia menerima apa adanya dan dimasukkan penjaara. Potifar adalah pemimpin dari algojo, eksekutor Raja Firaun. Saudara boleh bayangkan jika Potifar mendapat laporan dari isterinya bahwa Yusuf yang orang Ibrani, melakukan pelecehan seksual kepadanya. Saya rasa tidak ada alasan bagi Potifar bermurah hati hanya memasukkan Yusuf ke dalam penjara, tempat di mana para tahanan akan dieksekusi, seperti yang dialami juru makanan Firaun yang dipancung kepalanya., tentunya atas perintah Potifar. Namun Potifar melihat ada sesuatu, ada Allah yang menyertai dan melindungi Yusuf, maka Allah yang sama pada malam ini bisa menyertai dan melindungi kita, asalkan kita hidup di dalam kebenaran-Nya.

Pada Jumat yang lalu kita telah melihat bahwa dari mulut Firaun sendiri, seorang penguasa tertinggi dengan berani berkata kepada petinggi-petingginya, "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" Berarti sudah cukup lama kerajaan Mesir menghadapi berbagai masalah, tetapi tidak ada orang yang seperti Yusuf. Kita harus sukacita dan sangat berterima kasih, jika Tuhan berjanji untuk memberikan Roh Kudus-Nya kepada gereja Tuhan dan tinggal bersama kita untuk selama-lamanya. Kita membaca : Kejadian 41:38-44 Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu." Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya. Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: "Hormat!" Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir. Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorangpun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir."

Kita harus percaya walaupun Mesir dan Firaun tidak mengenal Allah, tetapi setiap kerajaan di bumi di dalam kendali dan kekuasan Allah yang berdaulat. Ini harus menjadi kebanggaan, sukacita kita, karena kita bangsa Kafir, melalui pengurbanan Anak-Nya Yang Tunggal, melalui penolakan bangsa Yahudi, maka kita mendapat anugerah bisa mengenal Allah Sang Pencipta. Bahkan kita mendapatkan anugerah Roh Kudus yang luar biasa. Semakin kita membaca Alkitab dan mencintai firman Allah, semakin kita digairahkah oleh Roh itu sendiri. Bukan kata-kata saya yang menggairahkan, itu hanya mampu satu dua minggu. Jika saya tidak lagi bersuara, maka itu akan berhenti dengan sendirinya. Demikian juga dengan anak-anak STTIA, kalian terus-menerus diberi pelajaran, maka sepertinya setia untuk belajar dan menyelidiki, tetapi ketika kurikulum itu berhenti, saya khawatir kalian juga berhenti untuk belajar. Jika sudah selesai sekolah, hampir semua buku-buku pelajaran tidak pernah kita buka lagi karena kita telah lulus. Itu manusiawi. Namun jangan manusiawi ini kita bawa untuk menilai Alkitab. Alkitab ini yang membuat manusia mengalami suatu keubahan, bukan khotbah dari pendeta yang hebat sekalipun, itu hanya sementara.

Hendaknya di hari-hari mendatang, kita semakin terpukau pada firman ini oleh Roh Kudus. Musa didorong oleh Roh Kudus untuk menulis apa yang tidak ia ketahui dan apa yang tidak pernah ia lihat. Mungkin dia mendengar dari orangtua dan keluarganya, lalu Roh Kudus mendorong Musa untuk menulis yang kita yakini sebagai firman Allah. Ternyata Yusuf ada di dalamnya. Orangtua Yusuf, kakek nenek Yusuf adalah orang-orang yang sangat cinta Tuhan. Mereka semua ada Roh Allah, Yusuf juga ada Roh Allah, ini adalah suatu rentetan yang harus kita syukuri, sampai pada kita bangsa kafir mendapat janji yang luar biasa. Roh Kudus yang ada di dalam hati saya dan di dalam diri Saudara adalah sama. Kita tidak boleh berdalih sebab ia seorang pendeta, maka Tuhan mencintai dia lebih, Roh Kudus terus berbicara kepada dia. Berbeda dengan pedagang, pengusaha, Roh Kudus tidak terlalu penting. Itu tidak benar. Yusuf bukan pendeta, ia dijadikan perdana menteri seluruh Mesir. Betapa besarnya Roh Kudus yang ada di dalam diri Yusuf. Yusuf hanya seorang diri, masih berusia 30 tahun, tidak ada apa-apanya, baru keluar dari penjara namun kita dapat melihat penyertaan Roh Kudus di dalamnya.

Pada zaman Nuh, Allah melihat manusia mulai hancur, rusak, Allah mengatakan, “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia.” Ternyata pada zaman dahulu manusia suka berbantah-bantah dengan Roh Kudus. Stefanus sebelum dilempari batu dan mati, dia juga berseru kepada kaum Israel yang suka melawan Roh Kudus. Pada zaman Perjanjian Lama, raja-raja, rakyat melawan Roh Kudus, sampai pada zaman Yesus, zaman rasul-rasul, zaman gereja dan zaman sekarang ini manusia masih suka berbantah-bantah dengan Roh Kudus. Namun kita yang di tempat ini, semoga Tuhan berkemurahan kepada kita untuk belajar. Belajar berarti belum sempurna. Ada yang cepat pintar, ada yang kurang. Jangan yang pintar disanjung-sanjung, lalu yang kurang kita pojokkan. Roh Kudus yang sama ada pada orang yang cepat menangkap, juga ada pada orang yang lambat menangkap. Karena Roh Kudus itu satu.

Jika nanti kita mempelajari lebih dalam tentang Yusuf, kita dapat melihat bagaimana sikap orang yang memiliki Roh Kudus. Jika kita yakin di dalam hati kita ada Roh Kudus, lalu kita menyelidiki tentang Yusuf dan ada yang tidak sama, mana yang salah? Yang salah bukan Yusuf karena Yusuf sudah ditulis dan dipatenkan. Roh Kudus yang ada di dalam Yusuf, sudah mengerjakan hidupnya. Kita mengoreksi diri dan minta pertolongan Tuhan. Agar kita dapat mengalami apa yang telah ditulis dan dijanjikan Allah di dalam Alkitab. Penyertaan Allah kepada Yusuf seumur hidup. Pada akhir hidupnya, ia tetap menunjukkan imannya kepada Allah yang ada di dalam hidupnya.

Kejadian 50:18-21 Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya serta berkata: "Kami datang untuk menjadi budakmu." Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya.

Orang yang ada Allah di dalam hatinya belajar menjadi seperti Yusuf ini. Saudara-saudaranya tidak dapat melupakan perbuatan jahatnya kepada Yusuf. Jika kita pernah melakukan perbuatan yang tidak baik, kita tidak dapat melupakan perbuatan itu. Kita berbuat baik mungkin bisa lupa, tetapi jika seseorang sudah berbuat yang tidak baik kepada kita atau kita berbuat yang tidak baik pada orang lain, akan diingat terus. Seperti saudara-saudara Yusuf, sudah beberapa tahun, waktu mereka pindah setelah itu Yusuf masih hidup 80 tahun, bayangkan 80 tahun Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Naftali, Asher, Benyamin dan lainnya merasa tidak enak karena perbuatannya, ini pada tahun tahun yang terakhir.

Yusuf tidak lupa akan Tuhannya itu sebabnya dia katakan jangan takut. Yusuf tidak pernah mengeluarkan kata kata kasar karena dendam, memang Yusuf pernah katakan kata kata yang tajam tetapi itu karena cinta. Kita harus dapat membedakan kata-kata yang tajam sebab hati benci, dongkol, atau kata-kata itu memang karena cinta. Yusuf bukan sekadar bicara saja, tetapi dia tahu persis Allah yang ada dalam hidupnya adalah Allah yang ingin menyelematkan orang lain. Roh Kudus yang ada dalam hati saya dan saudara mendorong roh kita untuk berbicara yang baik, untuk membangun orang lain yang sedang jatuh. Membangun berarti awalnya belum berbentuk. Jika rumah sudah berbentuk, sudah dibangun buat apa dibangun lagi. Kata Efesus, hendaklah kata katamu baik, di mana saja dibutuhkan untuk membangun’, berarti saudara sedang dihadapkan kepada orang yang sedang jatuh, yang belum berbentuk sebagai orang Kristen, seorang yang masih bandel, suka membantah, dan sebagainya, maka kita yang memiliki Roh Kudus berkata katalah untuk membangun.

Yusuf bukan hanya berkata kata dengan bahasa Alkitab yang baik tetapi dia berjanji, dua kali dikatakan jangan takut, aku bukan Allah, ini penting, jika saudara dipakai Tuhan, saudara bukan Tuhan, tetapi Tuhan memakai saudara untuk menolong orang lain. Yang kedua dikatakan, jangan takut, aku bertanggung jawab untuk memelihara makan minum seumur hidupmu dan keluargamu”. Ini berarti dalam masa tuanya Yusuf masih menomorsatukan Tuhan. Ini ciri-ciri orang yang sungguh sungguh ada Roh Kudus, karena Roh Kudus mengagungkan Yesus, menomorsatukan Yesus, memuliakan Yesus. Seringkali kita memuliakan Yesus adalah raja. Tidak salah Dia adalah Raja di atas segala raja, Dia Tuan segala tuan. Waktu Yesus berkata di dalam injil Yohanes 16 itu berarti Yesus yang segera akan ditangkap menuju ke salib, Roh Kudus memuliakan itu. Roh Kudus membuat kita mengagungmuliakan korban Yesus Kristus.

Dengan kata lain jika kita seperti Yusuf yang dihina, diejek, dipojokkan, kita tahu Roh Kudus menghendaki itu, kata rasul Petrus,” Lebih baik kita menderita karena kehendak Tuhan daripada karena berbuat salah”. Kita dapat melihat di dalam ayat ayat ini ada suatu pembicaraan dan perbuatan yang tepat oleh Roh Kudus. Jika kita hanya berbicara Firman Tuhan tetapi prakteknya berbeda, harus dipertanyakan, apa yang kita sampaikan ini Firman Allah maunya Roh Kudus atau maunya sendiri, atau kita hanya ingin menyenangkan audience, menyenangkan si ini si itu supaya terlihat pendeta ini bagus, bisa dipercaya, tentu kita sebagai hamba Tuhan harus dapat dipercaya oleh orang lain, tetapi kita harus belajar lebih banyak dari Yusuf dalam kaitan ini, kita membaca :

Kejadian 50:24-25 Berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya: "Tidak lama lagi aku akan mati; tentu Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub." Lalu Yusuf menyuruh anak-anak Israel bersumpah, katanya: "Tentu Allah akan memperhatikan kamu; pada waktu itu kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini."

Yusuf sangat kuat imannya, saudara dapat membaca dalam Ibrani 11, dengan iman waktu Yusuf mau mati dia berbicara tentang tulang belulangnya, orang yang beriman itu ada Roh Kudus. Kata rasul Paulus pada jemaat Galatia,”Bukankah saat kamu beriman maka kamu dimeteraikan oleh Roh Kudus, ini merupakan suatu hiburan, kekuatan, semua kalian ada meterai Roh Kudus, semakin kita menyerah, semakin kita belajar menyangkal ego kita maka Roh Kudus akan semakin nyata di dalam kita. Roh Kudus itu adalah Allah sendiri, Dia di mana mana ada, hanya kita tidak bisa mengalami-Nya karena kita selalu menolak. Saya mempunyai pengalaman, semakin kita menghindari tuntuntan Roh Kudus, semakin kita banyak rugi. Kitab Kejadian menyatakan betapa kuat imannya Yusuf mulai lahir sampai umur 110 tahun, selalu nyata penyertaan Allah Roh Kudus dalam dirinya.

Tuhan mau menyertai kita, Yesus berjanji memberikan Roh Kudusnya, karena Dia sendiri juga dipenuhi oleh Roh Allah dengan tanpa batas, kata Yohanes 3 maka Dia tahu sebagai manusia, Firman-Nya menjadi daging, Dia menjadi seperti kita, ada satu waktu dipenuhi oleh Roh Kudus. Waktu Yesus dibaptis maka Roh Kudus turun, Bapa di Surga mengatakan, “Inilah anak-Ku, sementara kita yakini Allah Tritunggal, tetapi secara fisik manusia Yesus harus seperti kita dipenuhi Roh Kudus supaya ada satu contoh buat kita. Kita manusia selemah apapun juga Roh Kudus mau menolong kita. Itu sebabnya Tuhan katakan, Aku akan mengutus seorang penolong parakletos untuk siap menolong.

Jika kita membaca ini, akan semakin dikuatkan, apapun yang kita alami, mungkin mirip seperti Yusuf, kita tidak lagi ketakutan, mengomel, cepat putus asa, sebab kita tahu seperti Yusuf yang disertai Roh Kudus, kita juga disertai oleh Roh Kudus. Yusuf tidak mau mendukacitakan Roh Kudus hendaknya kita juga belajar untuk tidak mendukacitakan Roh Kudus. Yesus berjanji untuk memenuhi gerejanya dengan Roh Kudus agar kita dapat mengerti semuanya. Roh Kudus mempunyai kewajiban untuk membawa kita masuk di dalam seluruh kebenaran Firman Allah, seluruhnya berarti dari Kejadian sampai Wahyu, inilah kebenaran. Jika kita tahu ini kebenaran, maka kemerdekaan akan terjadi, kita lakukan Firman Tuhan, tidak merasa dibebani, keberatan, terpaksa karena sudah merdeka. Dahulu saya terpaksa bohong, terpaksa mencuri, terpaksa karena berdosa, namun ketika kita tahu kebenaran oleh Roh Kudus, kita bebas, kita mencintai orang bukan terpaksa, kita sapa orang lain tidak dengan hati pahit, tidak ada keterpaksaan lagi karena Roh Kudus sudah memerdekakan kita.

2 Korintus 3 mengatakan,”Roh Kudus itulah yang mentukikkan Firman di dalam hati kita”. Jika saudara sudah tertukik, ke mana mana ada tukikan ayat itu, kecuali kita ngambek lagi, tidak dengar dengaran lagi, sesat lagi, sedih lagi, merasa berbeban berat lagi. Karena sudah tertukik, cintailah musuhmu’ maka saat kita tidak senang pada musuh, kita akan merasa sedih karena sudah tertukik. Tuhan berjanji jika kita terima Roh Kudus, Dia berikan semua rahasia Allah. Kita membaca :

1 Korintus 2:9-10 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.

Roh Kudus menyelidiki dalam hati kita, memimpin kita melakukan yang baik. Dapatkah Roh Kudus dalam hati kita jika kita selalu menyakiti Dia? Roh Kudus minta agar kita membaca Alkitab tetapi kita tidak dengar-dengaran, Roh Kudus mendorong kita untuk datang beribadah, kita menolak, jangan kita memadamkan Roh Kudus! Roh Kudus datang menjadi parakletos, penolong kita.

1 Korintus 2:10b - 11 sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.

Ini Roh Kudus diuraikan oleh rasul Paulus yang sudah terima Roh Kudus, dia adalah ahli taurat yang tahu kisah Yusuf, tahu semuanya. Roh sendiri tahu apakah saya jujur dan setia pada istri, apakah saya gembala yang baik. Roh saya dengan Roh Kudus combined, satu kali roh saya mengatakan, ya Abba ya Bapa’, maka Roh Kudus yang mendampingi saya, yang ada dalam hati saya berkata,kamu bohong”. Saya sendiri tahu jika Roh Kudus katakan baik kamu sabar, jangan melawan, jangan ngambek, saya tahu, orang lain tidak tahu, istri pun tidak tahu, itu sebabnya saya banyak belajar jangan cepat memvonis seseorang jikalau tidak cocok dengan yang kita harapkan, di sini jelas dikatakan “Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Saya katakan begini, siapa gerangan di antara manusia yang tahu apa yang terdapat di dalam diri Paulus Budiono selain roh Paulus Budiono sendiri yang ada di dalam dia?’ Maksud saya : apakah Ester Budiono tahu apa yang terdapat dalam diri Paulus Budiono selain roh Paulus Budiono sendiri yang ada di dalam dia?

Firman Allah sangat jelas, tidak ada orang tahu kecuali dia sendiri, tetapi dia sendiri ada pendampingnya yaitu Roh Allah - bukan roh yang lain. Kemarin kita berdiskusi dengan Dr. Awi, beliau bertanya “apakah ada roh yang lain?” saya katakan ada! Sebelum Roh Kudus ada di dalam hati seseorang, ada roh lain yang mendampingi roh manusia. Kata Efesus 2,“dulu kita mati di dalam dosa dan kita taat kepada roh-roh dunia yang bekerja di dalam hati orang-orang yang durhaka”. Jika saya bertutur kata baik maka Roh Kudus akan memberikan respon. Responnya tidak berarti bahwa Dia akan langsung bersuara,“Hai anakku yang baik.

Kami suami istri memiliki pengalaman di Irian, ada seorang guru yang masih muda, tengah malam jam 12, dia berjalan ke rumah kami, katanya dia menerima roh - roh yang lain. Dia berteriak,“Hai semua, Paulus Budiono ini adalah hamba Tuhan.” Orang yang tidak tahu akan terpancing, “wah ini ada Roh Kudus.” Tidak! Ini roh yang lain. Efesus mengatakan,“kita semua mati dalam dosa karena taat kepada roh-roh setan.

Hati kita dulunya begitu jahat dan keji. Yesus mati dan bangkit untuk menyelamatkan saya dan saudara. Roh setan diusir diganti dengan Roh Kudus-Nya, sehingga roh kita berdampingan dengan Roh Kudus, sungguh senang sekali atau justru kita merasa tidak enak karena roh kita sudah terbiasa dengan keduniawian, roh kita suka menggosip orang lain. Ada Roh Kudus, jangan gosip lagi. Sekali kita menurut, kita terpancing menggosip lagi, itulah roh kita. Sejauh mana kita taat, sejauh mana daging ini dimatikan? Lawanlah daging dan matikan dengan kekuatan Roh Allah, maka engkau akan hidup. Itu sebabnya tentang firman Allah, Roh Allah yang akan memberikan pengertian. Ini penting sekali, saya berterima kasih dengan adanya Yusuf dan adanya Alkitab yang lengkap. Saya hanya mendorong, mari kita terus membaca Alkitab. Pada suatu waktu yang genting, sudah tidak ada kesempatan - maka Roh Tuhan akan mengingatkan,“kamu telah membaca ayat ini - ini kekuatan” kita membaca :

1 Korintus 2 : 11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.

Demikian pula tidak ada orang yang tahu, demikian pula Paulus Budiono tidak tahu. Jika saya tidak ada Roh Allah, ketika saya membaca Alkitab dan berbicara, itu omong kosong! Saya sekolah Alkitab dan menyampaikan firman Allah, omong kosong! Karena saya menguraikan ayat itu bukan oleh Roh Kudus tetapi oleh otak, pengalaman dan filosofi saja. Karena yang dapat menguraikan firman Allah, hanya Allah sendiri, tetapi Allah memberikan anugrah, yaitu Roh Kudus secara cuma-cuma untuk menolong kita, sekaligus juga untuk keselamatan keluarga kita. Itu sebabnya jangan mengecilkan bisikan Roh Kudus. Roh Kudus itu tidak kasar dan Dia sangat tertib, jangan suka menolak! Walaupun sakit, jika kita tunduk kepada Roh Kudus maka pasti kita dapat melawan daging kita (Galatia 5 : 17). Betapa daging itu yang paling sulit untuk kita tolak. Begitu kita menyukai salah satu kedagingan berarti kita sudah terlibat dengan semua kedagingan itu, walaupun kita tidak berbuat perbuatan daging yang lain tetapi kita tetap berada di dalam lingkungan kedagingan itu.

Demikian juga dalam buah roh, kita bisa bersabar itu berarti kita juga bisa mengasihi dan menahan diri - ini satu paket. Itu sebabnya tidak disebutkan buah-buah roh, fruit bukan fruits. Jadi buah roh itu satu tetapi ada 9 rasa. Mungkin suatu saat tidak perlu rasa lemah lembut karena tidak dibutuhkan, tetapi itu ada di dalamnya. Suatu saat kita menghadapi masalah dan sudah tidak tahan ingin marah, Roh Kudus mengatakan,“lemah lembut,maka kita belajar taat, mematikan kedagingan ego kita, ini kemenangan awal agar di kemudian hari jikalau kita dihadapkan kasus yang mirip, kita sudah dapat mengikuti Roh Kudus dan mengalami kemenangan. Jikalau tidak, lain kali saat kita mengalami model yang sama, kita akan bergumul setengah mati untuk mengatasi persoalan itu. Itu sebabnya seringkali orang Kristen tidak tahan, “mengapa tidak selesai-selesai?” Ada Roh Kudus yang artinya Roh penghibur.

Kita seringkali mengambil istilah roh penghibur untuk orang mati, tiap kali ada kedukaan kita membaca ayat ini, tidak salah. Roh penghibur lebih jauh membawa kita mengerti tentang Allah. Di dalam Kejadian 1,“pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi,” kita harus dibimbing oleh Roh Kudus untuk bisa mengerti itu. Sampai pada Wahyu 22 di ayat terakhir,“kiranya kasih karunia Allah menyertai kalian semuanya, amin.” Kita harus mengerti bahwa Allah yang menciptakan permulaan, Allah yang menghibur dan yang akan datang.

1 Korintus 2 : 12 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.

Saya ingin berhenti di bagian ini, dikaruniakan! bukan dipaksakan. Berarti sesuatu yang dari Allah itu adalah yang paling baik dan sepertinya Tuhan menghormati kita.“ini Aku karuniakan,” luar biasa Allah itu, luar biasa Roh Kudus! Kita akan belajar untuk saling menghormati dan menghargai.

1 Korintus 2 : 13 – 16 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Apakah Rasul Paulus hebat? Tidak! Justru waktu dia hebat dengan tauratnya, dia justru menolak Kristus (saudara bisa baca di pasal 2). Hikmat dunia menyalibkan Yesus yang mulia tetapi hikmat Allah justru mengagungkan dan memuliakan salib Kristus. Jangan lupa bahwa Roh Allah tetap bersama kita. Saya sangat percaya bahwa tidak ada perbedaan, jika sampai ada perbedaan maka itu roh yang lain. Seperti Allah itu dari kekal sampai kekal itu sama, Yesus Kristus dari dulu sekarang dan sampai selamanya tetap sama! tidak ada perbedaan. Jangan sampai kita menilai Yesus itu untuk orang lain dan tidak untuk diri kita sendiri.

Dalam anggota tubuh ini, kita membutuhkan O2, masuk dari nafas, melalui peredaran darah, sampai ke setiap ujung-ujung kuku yang tidak bisa merasakan - ada nutrisi yang masuk di sana. Saya bertanya pada Dr. Awi, bagaimana kuku bisa panjang terus? apakah hidup? mengapa jika dipotong tidak sakit? Beliau memberi pengertian bahwa ternyata Tuhan menciptakan kuku ini hidup, tetapi tidak ada sarafnya. Kuku bisa tumbuh karena waktu darah sampai di sana maka vitamin-vitamin yang dibutuhkan masuk - demikian juga rambut. Saya berterima kasih dapat melihat betapa luar biasanya anggota tubuh Kristus. Itu sebabnya kita harus menghargai setiap gerakan kita. Bukan hanya tangan saya yang bergerak mengambil iPad ini, waktu saya mengambil ini, seluruh anggota tubuh saya juga ikut andil. Saya duduk, sambil kaki saya menahan, jika kaki saya tidak menahan maka saya akan terjatuh. Saya ambil ini untuk apa? untuk dibaca. Jika mata saya tidak mau bekerja sama - mana bisa melihat. Jadi seluruh anggota tubuh ini sampai saraf-saraf yang paling kecil - yang paling tidak diperhatikan pun hidup!

Apa yang Yusuf lakukan, semuanya terkait dengan keselamatan dari satu bangsa - bahkan sampai seluruh bumi. Saya berkata,“Tuhan terimakasih sudah membukakan ini, supaya saya mau belajar lebih sungguh-sungguh dengan peka merasakan suara Roh Kudus.”

Saudara bisa bayangkan apa yang dialami Yusuf, saat berumur 17 tahun sampai 30 tahun, 13 tahun dikurangi 5 tahun = 8 tahun. 8 tahun sangat menderita. Tiba-tiba dalam sekejap, mungkin tidak sampai 1 hari, dia langsung diangkat oleh Firaun menjadi perdana menteri, diberikan pakaian kebesaran dan cincin materai dari Raja Firaun sendiri. Yusuf dipakaikan kalung emas, didudukkan di kereta dan ada orang di depan yang berteriak “sembah, sujud” Pengangkatan Tuhan itu luar biasa. Mengertikah kita? Berapa puluh tahun kita hidup di dalam dosa, Yusuf tidak hidup dalam dosa tetapi harus menderita. Ini suatu gambar bayang tentang Yesus yang menderita, tetapi kita yang menerima Roh Kudus, betapa dulunya kita dikuasai oleh dosa, setan, segala macam roh jahat. Dalam sekejap mata pada saat kita menerima Yesus, darah Yesus mengampuni kita, kuasa kebangkitan menghidupkan kita. Kita diberi Roh kudus-Nya, diangkat menjadi anak-anak Allah dan didudukkan bersama Yesus di surga (Efesus 2).

            Mengapa kita tidak mau bersyukur, tidak senang membaca Firman. Mazmur mengatakan “FirmanMu ya Allah kokoh kuat di sorga selama lamanya”. Kita membaca Alkitab karena kita orang Kristen, warga Kerajaan Sorga. Jika saya orang Indonesia tentunya senang membaca tulisan bahasa Indonesia. Apabila saya disodorkan buku-buku yang indah tetapi berbahasa Jepang, saya tidak mengerti, tidak senang. Kita adalah anak Tuhan, seharusnya senang membaca dan menyimpan buku surgawi, karena Dia yang berbicara kepada kita. Raja Firaun mengakui Allahnya Yusuf luar biasa tetapi gengsinya masih ada. Kita mengakui Firman Allah luar biasa, tetapi kadang iri hati jika orang lain diangkat. Puji Tuhan Firaun dalam keadaannya masih salut. Tuhan ijinkan dalam satu hari Roh Kudus mengangkat Yusuf. Kapan Roh Kudus mengangkat kita? Tuhan sedang menilai kerendahan hati kita.

            Yusuf menjadi perdana menteri untuk seluruh Mesir, dimulai di rumah Potifar. Raja Firaun pasti mengetahui dan menyelidiki riwayat Yusuf, sekarang istilahnya rekam jejak. Bukan hanya Tuhan yang merekam jejak saya, saudara juga merekam saya dan istri, bagaimana tutur kata, pandangan, keputusan saya. Pada waktunya, Tuhan akan mengangkat, tidak perlu bertanya, tetapi kerjakan dengan sungguh-sungguh karena Yesus berkata jika kita setia dalam hal yang kecil, Tuhan percayakan hal yang besar, tetapi tidak ada sesuatupun yang harus kita pegang erat karena ini bukan untuk selamanya. Kadang kita terjebak dengan ini.

            Yusuf menjadi perdana menteri selama 80 tahun. Apa itu yang menjadi tujuan? Jika Roh Kudus memakai kita, jangan terjebak dengan kemakmuran yang Tuhan berikan, pengangkatan yang tinggi, uang banyak, harus seimbang dengan tanggung jawabnya. Kami suami istri sebagai gembala harus menempatkan diri sesuai dengan kemampuan seorang gembala. Tidak boleh kurang, melayani dengan sungguh-sungguh, sebab pelayanan kita bukan di sini. Waktu Yesus datang kembali apakah kita semua akan dikatakan sabaslah hai hambaku yang setia, engkau di bumi setia dalam hal yang kecil, Aku akan memberikan tanggung jawab yang lebih besar.

            Tanggung jawab Yusuf yang pertama kali adalah tentang penggembalaan bersama dengan saudara-saudaranya. Kemudian di rumah Potifar diberi tanggung jawab yang lebih besar lagi. Kemudian Yusuf bertanggung jawab terhadap saudara-saudaranya seumur hidup, tetapi dia tidak tergiur dengan pengangkatan, pakaian lenan, kalung emas. Bukan itu yang dia inginkan, tetapi di dalam kebesaran yang dia terima, dia bertanggung jawab. Yusuf mendapat kereta kedua, pakaian Mesir, penghormatan yang luar biasa, tetapi dia tidak sombong. Roh Kudus justru membawa seseorang semakin rendah hati. Yusuf diangkat begitu tinggi dan Firaun melihat Yusuf memerlukan pendamping. Langsung dicarikan seorang gadis yang bernama Asnat, anak seorang imam Mesir yang tinggi derajatnya. Seorang imam bisa memecat raja, dia juga bisa mengurapi atau mentahbiskan seorang raja. Apa yang dia uraikan tentang mimpi, dia langsung lakukan. Itu Roh Kudus. Saya tertempelak. Seringkali kita tahu kehendak Roh Kudus tetapi menunda nunda karena takut pada orang lain, takut bicara yang benar, lewat cerita Yusuf, begitu dia mendapatkan kereta, dia tidak membanggakan keretanya, tidak terbuai dengan rakyat Mesir yang sujud menyembah seorang Ibrani, eks narapidana, eks budak belian. Dia tidak perduli, tetapi dia mengelilingi tanah Mesir

Kejadian 41:44 - 49Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorangpun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir." “Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.” “Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir.”“Tanah itu mengeluarkan hasil bertumpuk-tumpuk dalam ketujuh tahun kelimpahan itu, “maka Yusuf mengumpulkan segala bahan makanan ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir, lalu disimpannya di kota-kota; hasil daerah sekitar tiap-tiap kota disimpan di dalam kota itu.” “Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung.”

Yusuf langsung bekerja. Tuhan mengatakan waktu kamu terima Roh Kudus, kamu terima kuasa, maka engkau akan menjadi saksi-Ku dari Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi. Sebenarnya esensi orang terima Roh Kudus adalah pergi mencari jiwa, membawanya digembalakan, dididik dalam pengajaran, kemudian keluar lagi. Sekarang lain, kita banyak mempersoalkan Roh Kudus. Banyak kali orang Kristen tidak percaya ada Roh Kudus. Jika ada Roh Kudus mesti begini dan begitu. Jika ada Roh Kudus, ada praktek Roh Kudus.

Kalau kita diangkat menjadi penatua, pendeta muda, pendeta, pimpinan kaum muda, guru sekolah Minggu, kita harus tahu apa tugas kita dalam gereja. Yusuf tidak tahu apa-apa. Apa yang dikerjakan di rumah Potifar? Mungkin ia mendapat sebidang tanah untuk bercocok tanam gandum. Sekarang dia harus mengatur seluruh kerajaan Mesir. Dia harus mengelilingi semua kota-kota Mesi, melihat kondisi dalam 7 tahun kemakmuran. Bagaimana harus mengendalikan, mengatur, Yusuf bukan orang berpendidikan. Kita orang berpendidikan tetapi seringkali tidak memberikan kepandaian kita kepada Roh Kudus, lebih banyak menggunakan kepandaian untuk kepentingan diri sendiri, pekerjaan Tuhan seringkali kita tolak.

Roh Kudus dalam hati Yusuf membuat Yusuf menjadi berkat buat orang lain. Kita orang Kristen, justru tidak menjadi berkat dalam gereja sendiri. Kita harus terkoreksi waktu belajar tentang Yusuf yang hidupnya untuk Tuhan. Pengalaman Yusuf yang lalu, mengusahakan tanah begitu berlimpah limpah sampai Potifar mengatakan Yusuf berhasil di ladang. Yesus katakan ada 30 kali ganda, ada 60 kali lipat, ada 100 kali lipat. Ishak pernah mendapat hasil 100 kali lipat. Banyak kali kita ingin cepat menjadi orang besar, tetapi tidak mau menjadi orang kecil. Waktu menjadi orang besar, diberi pekerjaan besar malah bingung, lalu bersungut-sungut.

Yusuf tidak ada yang menolong, tetapi dia ditolong oleh Roh Tuhan sehingga dengan sukacita mengerjakan apapun di rumah Potifar bahkan dia dengan sukacita dan tanggung jawab bekerja di istana Firaun untuk menghidupi berapa juta mulut manusia yang perlu makan. Tujuh tahun kemakmuran hilang, maka tujuh tahun kelaparan datang. Ini soal makan. Dalam hal rohani, ini soal Firman Tuhan, roti kehidupan. Jika hamba-hamba Tuhan tidak tahu memanage Firman Allah, hanya ambil sini dan sana, bagaimana jiwa-jiwa bisa dikenyangkan. Jiwa-jiwa jangan dikenyangkan oleh snack. Firman cuma sebentar saja, tetapi ini makanan yang sesungguhnya. Tuhan mengatakan, dagingKu adalah makanan yang sesungguhnya, darahKu adalah minuman yang sesungguhnya. Saudara tidak boleh dipuaskan oleh yang lain. Daud berkata “segala perintah FirmanMu telah kusimpan dalam hatiku. Supaya aku tidak berdosa kepadaMu”. Dosa dimulai dalam hati. Kenapa Daud mengatakan aku menyimpan segala PerjanjianMu dalam hatiku? Hati ini sumber kebaikan atau sumber kejahatan, sumber kejujuran atau sumber kebohongan, sumber keangkuhan atau sumber kerendahan hati. Jika hati tidak dipenuhi oleh Firman Allah, maka hati kita bercampur dunia. Dalam kebaktian, kita menjadi orang yang beribadah, ketika di luar, hatinya untuk dunia.

Yusuf tidak seperti itu, ia berkeliling dari kota ke kota untuk mengatur dan mengumpulkan semua hasil gandum. Firman Tuhan yang sesungguhnya tidak membuat seseorang menjadi pusat perhatian melainkan firman itulah yang harus menjadi pusat perhatian di manapun Saudara berada. Jika ada jemaat bertanya, Saudara jawab! Saudara mempunyai firman Allah! Saudara mempunyai Roh Kudus! Saya harus mendorong Saudara menjadi mandiri. Tidak ada yang menolong Yusuf selain Roh Kudus.

            Sekarang ini ada Roh Kudus, ada firman Allah, ada fasilitas yang begitu banyak tetapi seringkali kita menolak sehingga kita tidak bisa menjawab kebutuhan orang lain. Yusuf berkelimpahan firman Allah bukan untuk kebanggaan diri, justru dia mengatur secara luar biasa karena tidak ada orang seperti dia. Mungkin waktu itu ada dosen, profesor ekonomi, Menteri Keuangan, Mentri Pembangunan, Menteri Pertanian tetapi tidak ada satupun yang bisa menandingi Yusuf yang sederhana sebab di dalamnya ada Roh Kudus. Jika Saudara percaya ada Roh Kudus, Saudara menjadi berkat di kantor, menjadi berkat bagi orang yang belum percaya karena firman Allah itu Roti Kehidupan yang sangat dibutuhkan oleh dunia dewasa ini. Harus berani mengatakan ini firman yang sungguh-sungguh! Tidak usah katakan ini Kristen! Katakan ini firman Allah!

            Yusuf mengatur sedemikian rupa sehingga 7 tahun kelimpahan dapat menutupi tahun paceklik (kekeringan) yang luar biasa, bahkan masih ada kelebihan. Ini manajemen yang baik sehingga 7 tahun makmur masih ada kelanjutan. Sebelum paceklik datang, dituliskan Yusuf mendapatkan dua anak yang bernama Manasye dan Efraim

Kejadian 41:50-52 Sebelum datang tahun kelaparan itu, lahirlah bagi Yusuf dua orang anak laki-laki, yang dilahirkan oleh Asnat, anak Potifera, imam di On. Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: "Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku." Dan kepada anaknya yang kedua diberinya nama Efraim, sebab katanya: "Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku."

Mengapa Yusuf berkata begitu? Yusuf memakai nama Allah tetapi apakah Allah yang menyuruh? Dia memperoleh anak ketika ia diangkat, bukan pada waktu ia sengsara. Dia memberi nama Manasye pada anak sulungnya itu sebab katanya, “Allah telah membuat aku lupa sama sekali terhadap kesukaranku dan kepada rumah bapaku.” Yusuf bertemu saudara-saudaranya, itu setelah 7 tahun kemakmuran, dia lupa. Apakah Tuhan membuatnya lupa? Jika Allah membuat ia lupa kesukarannya, itu tidak apa-apa karena Rasul Paulus katakan kita harus bersukacita dalam apapun juga. Jangan kita terus mengeluh mengapa ikut Tuhan terus susah tetapi suatu waktu kita lupa ketika Tuhan memberkati kita. Lupa kesusahan, itu baik sehingga tidak merasa ada goresan trauma yang dialami. Tetapi waktu saya membaca ‘dan kepada rumah bapaku’, saya coba renungkan. Bukankah Yusuf teringat peristiwa di masa lalu saat ia dijual oleh saudara-saudaranya. Tuhan tidak membuatnya lupa namun Yusuf mengatakan Allah telah membuat aku lupa ‘rumah bapaku’.

Kita boleh lupa penderitaan-penderitaan tetapi jangan melupakan keluarga Tuhan. Kita ini anggota keluarga Tuhan. Mungkinkah ada orang yang pernah menyakiti Saudara dalam keluarga di sini? bisakah Saudara melupakannya? Saya katakan tidak bisa lupa, tetapi apakah kita harus mendendam? Ini buah nikah membuktikan bahwa nikah kita baik. Jangan sampai isteri tidak membantu, karena Yusuf sempat melihat, “Itu saudaraku.” Dia teringat masa lalunya, seolah-olah muncul lagi perasaan tidak enak, perasaan traumatis. Tetapi ini anak hasil pernikahan, sebuah nikah itu harus satu. Jika susah, sama-sama susah, senang sama senang tetapi tidak boleh melupakan keluarga. Mungkin kita jengkel terhadap famili yang dahulu tidak peduli lalu sekarang juga balas dendam. Tidak, bukan begitu!

Karena itu saya pribadi yakin ini perkataan Yusuf. Sama seperti iblis juga memakai nama Allah untuk membohongi orang lain tetapi kenapa Tuhan izinkan itu terjadi? Supaya kita waspada bahwa itu omongan ular. Alkitab ini firman Allah tetapi di dalamnya ada ular yang berbicara, ada iblis yang berbicara menuduh Allah, “Ya Ayub sungguh-sungguh karena Kau melindungi dan memberkati dia. Ambillah berkat-Mu atasnya, tentulah ia menghujat Engkau.” Tuhan katakan, “Baik, Aku izinkan kau mengganggu Ayub.” Langsung iblis bertindak, tidak menunggu lama. Ingat, iblis itu roh! Iblis langsung turun dan menghantam Ayub, dagangannya rugi, hartanya amblas. Itu kerjanya setan tetapi kerja Roh Kudus beda, Roh Kudus suka bekerja yang baik, tertib tetapi saya suka menunda pekerjaan. Ini manusiawi kita.

Pada malam ini kita tahu Yusuf sebagai manusia masih punya perasaan, “ Tuhan yang suruh saya lupa. Saya tidak mau ingat lagi, saya tidak mau cari tahu di mana orangtuaku sekarang berada.” Namun waktu saudara-saudaranya datang, timbul ingatannya. Ini merupakan suatu kebenaran. Itu sebabnya waktu Yusuf mengatakan ‘Manasye : Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaran. Ia tidak perlu berpura-pura jika sudah makmur. Ada hamba Tuhan yang sudah diberkati tetapi pakaiannya robek di sana sini, supaya terkesan rendah hati.

Dikatakan ‘lupa kepada rumah bapaku’. Ngeri sekali! Ada yang jadi pendeta tidak mau mengenal orangtuanya, malu karena orangtuanya di desa, tidak bersekolah, bekerja di ladang, tangannya kasar. Tuhan izinkan, kesukaran yang ia alami mulai hilang agar dalam kesenangan Yusuf menolong bukan hanya orang Mesir tetapi juga keluarganya bahkan seluruh dunia. Itu sebabnya saat anak yang kedua lahir, ia mengatakan, “Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku.”

Kejadian 41 : 55 Ketika seluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir: "Pergilah kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu."

Perhatikan! Ini bukan omong kosong, ada beberapa teolog mengatakan ini bohong, maka dia sedang menista Roh Kudus. Musa dalam tuntunan Roh Kudus menulis ini. Yusuf ada Roh Kudus untuk menceritakan pengalaman ini lalu sebagian orang dengan sembarangan mengatakan, “Ah, masa seluruh dunia?” Kita harus mengatakan seluruh dunia, ini firman Allah, tidak boleh kita ubah-ubah. Jika kita ubah berarti kita ubah Roh Kudus.

Kejadian 41 : 56 Kelaparan itu merajalela di seluruh bumi. Maka Yusuf membuka segala lumbung dan menjual gandum kepada orang Mesir, sebab makin hebat kelaparan itu di tanah Mesir. Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi.

Di seluruh bumi, ini firman Allah bukan perkataan saya. Jika kita merasa ini tidak cocok, jangan ikut PA lagi! Entah waktu itu ada berapa negara tetapi itu mencakup seluruhnya. Berarti tidak ada satu tempat waktu itu yang tidak kelaparan. Alkitab mengatakan seluruh dunia kelaparan dan hanya Mesir yang mempunyai makanan, dipimpin oleh Yusuf bukan raja Firaun. Kita harus mengerti itu supaya jika nanti dikatakan Yesus itu Roti Kehidupan, maka di seluruh dunia tidak ada satupun tempat yang punya Roti Kehidupan seperti Yesus. Hanya Yesus saja yang merupakan distributor Firman Hidup itu, jangan kita mengejar yang lain. Tuhan katakan,’Tetapi usahakanlah dirimu untuk mendapatkan makanan yang tersimpan dan bisa bertahan sampai kehidupan kekal. Ini esensinya, jikalau kita ragukan Alkitab ini, Saudara akan cari kitab yang lain, cari khotbahnya orang lain, cari pendeta senior. Saya tidak dicari, tidak apa-apa, jangan Saudara tidak cari Alkitab! Saudara boleh abaikan saya, isteri saya, Manurung dan semuanya ini, tetapi saya katakan jangan lupakan firman ini sebab Dia itu Allah sendiri, tidak ada Allah yang lain.

Dia Allah Bapa, maka cinta-Nya diberikan kepada kita. Firman tunggal-Nya diberikan kepada kita, tidak ada firman yang lain. Roh Kudus akan menolong membuat firman Allah ini tertanam, bertumbuh, berbunga dan berbuah, maka kita tidak akan melihat kekurangan-kekurangan yang tercantum dalam pasal 41 sampai pasal 50. Tidak ada! Semuanya berkelimpahan selama puluhan tahun. Jika itu pernah terjadi, apakah kita tidak percaya firman Allah itu mampu membuat kenyang dan memuaskan hati seluruh bangsa di dunia ini apalagi bangsa Indonesia? Sekarang masalahnya apakah kita mau seperti Yusuf yang hidupnya dikuasai dan dituntun Roh Kudus untuk memperhatikan orang lain? Tujuan menjadi seorang gembala bukan untuk disanjung melainkan untuk menyalurkan berkat firman Allah. Roh Kudus yang akan membuka dan menuntun jalan kita untuk mempelajari pasal-pasal berikutnya.

Amin.