Pendalaman Alkitab Kitab KEJADIAN

Jumat, 28 Oktober 2016

Pdt. Paulus Budiono

 

Shalom.

Mari kita segera membaca :

Kejadian 41:38 - 39 Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau.

Yusuf diakui oleh Raja Firaun, raja yang bukan bangsa Ibrani, raja Mesir yang penuh berhala. Dari mulut seorang bangsa Mesir bisa mengakui bahwa Yusuf adalah seorang yang penuh dengan Roh Allah.Yusuf menghadapi suatu tantangan negara besar yang sedang diancam kelaparan dasyat yang belum pernah terjadi sebelum dan sesudah dunia diciptakan. 7 tahun kelaparan yang akan menenggelamkan 7 tahun kemakmuran, sama sekali tidak ada tanda-tanda bahwa pernah terjadikemakmuran. Raja Firaun bisa begitu terbuka hati,"Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" Berarti dia mengetahui bahwa dari jajaran pegawainya, mulai dari tertinggi sampai terendah di seluruh negara Mesir, tidak ada seorangpun yang seperti Yusuf. Coba kita bayangkan, satu Yusuf bisa mengatasi seluruh Mesir, dari Raja Firaun sampai yang terkecil. Bagaimana jika ada dua Yusuf? tiga Yusuf? Arti Yusuf adalah bertambah-tambah.

Pada saat saya masih anak-anak, banyak guru piano beragama Kristen dan muridnya non-Kristen. Banyak sekolah meminta guru musik dari orang Kristen. Gereja menjadi tempat mencari tenaga ahli. Sekarang zaman telah berubah, tetapi Roh Kudus tidak berubah.Roh Kudus yang memenuhi Yusuf, juga adalah Roh Kudus yang memenuhi Musa untuk menulis 5 kitab yang luar biasa. Allah Maha Esa, Allah Tritunggal tidak pernah berubah tetapi mengapa gereja Tuhan akhir zaman ini begitu drastis perubahannya? Tidak ada lagi orang yang meminta guru musik dari gereja, malahan orang Kristen mengemis kepada pemain-pemain musik dari dunia yang tidak kenal Tuhan.

Firman Allah mengatakan, “Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya..." Pegawai-pegawai Firaun memiliki gelar yang tinggi, mungkin doktor atau prefessor. Sementara Yusuf pendidikannya nol. Dari mana dia belajar?Ketika berumur 17 tahun, dia dijual, jangan harap seorang budakdapat menikmati pendidikan formal. Jika bisa hidup dan makan, itu sudah baik. Ini tidak hanya terjadi dahulu. Saya memiliki jemaat di Irian, karena seorang perempuan, maka tidak boleh bersekolah, tiap hari hanya mengantar adik-adiknya yang laki-laki ke sekolah. Itu cara orang Chinese yang ada di daratan. Perempuan ini mengambil kesempatan, mendengarkan di bawah jendela ketika adiknya belajar, maka dia bisa membaca. Yusuf tidak berpendidikan tetapi lebih berhikmat.

Jika kita membahas kitab Kejadian, coba bayangkan kita berada di posisi pada waktu itu yang tidak ada apa-apanya dan berada dalam kondisi yang minim pengetahuan. Tetapi Yusuf justru diangkat, Firaun berkata, “Hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.” Yusuf tidak mencari kedudukan, dia dipilih karena di dalam dia ada Roh Kudus. Saudara ada Roh Kudus, maka beri diri untuk dipakai pemerintah. Pemerintah sedang mencari orang yang bisa mengatur negeri ini dengan penuh kebijaksanaan dan ketertiban tetapi kita justru berkelahi di gereja. Para pendeta sibuk naik banding untuk aset gereja atau terjadi perselingkuhan dan sebagainya membuat Roh Allah sangat berdukacita.

Yusuf tidak berada di dalam rumah, 13 tahun dia tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengan ayahnya atau saudaranya karena dijual oleh saudara yang membencinya. Mereka tidak percaya di dalam Yusuf ada Roh Kudus., tetapi orang Kafir percaya. Nasihat untuk kita agar jika kitamenerima Roh Kudus, jangan berbangga di dalam gereja. Saudara boleh berdoa di dalam Roh, tetapi itu bukan menjadi tolak ukur bahwa orang itu penuh dengan Roh Kudus dan boleh melayani. Jangan seperti jemaat Korintus, bahasa lidah paling hebat, tetapi perpecahan yang paling hebat terjadi di situ

Mari kita belajar memuliakan Yesus, oleh Roh Kudus yang ada dalam hati kita agar orang lain dapat melihat bahwa kita tidak banyak bicara tetapi cara kerjanya, pandangannya, pemikirannya lebih tinggi ilmunya dari semua yang ada, sebab Roh Kudus itu Roh Hikmat, Yesaya berkata,“Aku mengurapi dan memberikan Roh Kudus, Roh Hikmat-Ku kepada hamba-Ku” Di dalam injil Matius Yesus dipenuhi oleh Roh Hikmat, Roh yang sama seperti zaman Yusuf, sehingga dikatakan “Tidak ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti Engkau”. Roh Kudus membuat Yusuf tidak mencari pujian, karena Roh Kudus tidak sombong, dia tidak banyak komentar tetapi rajin bekerja.

Kita membaca Mazmur 119 yang terdiri dari 176 ayat,dari ayat pertama sampai terakhir semua berbicara tentang firman dan uniknya setiap 8 ayat menjadi satu kelompok,terus demikian sampai akhirnya. Jadi 176 dibagi 8 menjadi 22, itu adalah abjad Ibrani. Saya akan membaca dari ayat ke 97 sampai dengan 104, ini satu kelompok:

Mazmur 119:97– 104Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu. Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku. Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.

Tuhan ijinkan kami suami istri belajar untuk makin mencintai Tuhan, tetapi kadang saya masih lebih mencintai ego saya, tentunya sudah tidak seperti dulu lagi. Dahulu saya mencintai Firman Tuhan dan bergumul mencari Firman Tuhanhanya hari Sabtu, Jumat pagi, Selasa pagi setelah khotbah selesai saya lega, karena sandiwara saya sudah selesai. Saat tidak ada tugas saya membacaDonal bebek, paman Gober yang pelit sekali, tanpa sadar saya menjadi pelit untuk membaca Alkitab, pelit mencintai Alkitab, pelit untuk mengasihi Dia.

Apakah Roh Kudus ada dalam hati saya? Ada, tetapi Dia tidak bisa berbuat apa-apa, Dia mau menggerakkan saya, namun dalam hati saya tidak ada Firman, mau bicara apa, ada orang bertanya saya mau menjawab bagaimana, kadang jika ada orang bertanya tentang Firman Allah kita melemparnya pada pendeta, saya tanyakan dulu pada bapak pendeta. Saya harus mendidik sidang jemaat dan siswa-siswi belajar dengan baik. Ini merupakan bukti nyata bukan ditulis oleh Yusuf, tetapi ditulis oleh orang yang betul-betul cinta Firman Allah, sehingga Allah yang empunya Firman telah menggerakkannya dan disimpannya kemudian di kanonisasikan menjadi Firman Allah.

Itu sebabnya pada permulaan Mazmur langsung dikatakan berbahagialah orang yang merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam, dia akan tumbuh seperti pohon di pinggir sungai tidak pernah kering, berarti ada musim kering. Musim kering yang luar biasa, 7 tahun, tidak membuat Yusuf dan orang Mesir ketakutan karena mereka ada simpanan melebihi kekeringan yang melanda, karena apa? Roh Kudus, Roh Allah. Roh Kudus itu memuliakan Yesus, kami suami istri sedikit ragu jika ada orang mengatakan ‘aku diurapi Roh Kudus’ tetapi ia tidak cinta Firman Allah, tidak mau membaca seluruh Firman Allah. Jangan ada hamba Tuhan, siswa siswi yang sudah pernah membaca lalu menganggap tidak perlu membaca lagi. Firman Allah itu roti kehidupan, contoh yang sangat gampang dan manusiawi; saya makan nasi pagi hari breakfast, makan nasi siang hari lunch, bukan nasi pagi tadi, yang pagi hari sudah tidak ada, pada malam hari saya makan nasi dinner bukan makanan siang. Dapatkah kita katakan,”Maaf saya tidak makan, saya sudah makan pagi”, kecuali saudara diet. Jangan kita tidak membaca Alkitab seperti orang diet. Membaca Alkitab adalah makan Firman Allah.

Dikatakan,‘Betapa manisnya janji-Mu bagi langit-langitku’. Seringkali kita mendapat janji gombal seorang laki laki yang main-main. Dia sudahberjanji namun ternyata mengingkari, jangan orang Kristen plin plan akan janjinya, sangat tidak baik.Saya mau kita belajar sehingga berani mengatakan aku lebih berakal budi. Dikatakan ‘perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana daripada musuh’. Kita mempunyai kebijaksanaan lebih sehingga kata Amsal Solaiman ‘Kepada orang yang benar dan berkenan dihadapan Allah, maka Allah akan membuat musuhnya berdamai dengan dia’. Jika saudara dan saya penuh hikmat kebijaksanaan Firman Allah, maka tidak ada musuh, kecewa, emosi, marah, dendam. Kita tahu semua, dunia politik saat ini, penuh dengan caci maki, kebencian, kita terus doakan untuk keadaan ini.Selanjutnya kita akan membaca :

Kejadian 41:1 – 4, 8 – 13, 15 – 16 Setelah lewat dua tahun lamanya, bermimpilah Firaun, bahwa ia berdiri di tepi sungai Nil. Tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk badannya; lalu memakan rumput yang di tepi sungai itu. Kemudian tampaklah juga tujuh ekor lembu yang lain, yang keluar dari dalam sungai Nil itu, buruk bangunnya dan kurus badannya, lalu berdiri di samping lembu-lembu yang tadi, di tepi sungai itu. Lembu-lembu yang buruk bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk itu. Lalu terjagalah Firaun........ Pada waktu pagi gelisahlah hatinya, lalu disuruhnyalah memanggil semua ahli dan semua orang berilmu di Mesir. Firaun menceritakan mimpinya kepada mereka, tetapi seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya kepadanya. Lalu berkatalah kepala juru minuman kepada Firaun: "Hari ini aku merasa perlu menyebutkan kesalahanku yang dahulu. Waktu itu tuanku Firaun murka kepada pegawai-pegawainya, dan menahan aku dalam rumah pengawal istana, beserta dengan kepala juru roti. Pada satu malam juga kami bermimpi, aku dan kepala juru roti itu; masing-masing mempunyai mimpi dengan artinya sendiri. Bersama-sama dengan kami ada di sana seorang muda Ibrani, hamba kepala pengawal istana itu; kami menceritakan mimpi kami kepadanya, lalu diartikannya kepada kami mimpi kami masing-masing. Dan seperti yang diartikannya itu kepada kami, demikianlah pula terjadi: aku dikembalikan ke dalam pangkatku, dan kepala juru roti itu digantung." ......... Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Aku telah bermimpi, dan seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya, tetapi telah kudengar tentang engkau: hanya dengan mendengar mimpi saja engkau dapat mengartikannya." Yusuf menyahut Firaun: "Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun."

Dari pembacaan, kita tahu bahwa anggapan Firaun tentang Yusuf yang penuh dengan Roh Kudus, terbukti nyata, semua ahli nujum dan pawangnya tidak ada yang bisa menjelaskan arti mimpinya.Melalui satu kesaksian sederhana, pegawai yang menyatakan,“aku lupa,” itu salah dan manusiawi. Andaikata 2 tahun lalu kepala juru minumanmengingat jasa Yusuf, maka Yusuf akan tetap menjadi budak Potifar. Mungkin dia dikeluarkan dari penjara dan diterima kembali oleh Potifar.

Saya berpikir mengapa 2 tahun? 2 tahun sebelumnya Firaun tidak bermimpi apa-apa. Jika 2 tahun yang lalu Yusuf menghadap Firaun, tentu akan ditanya : Siapa kamu Yusuf? Saya ini raja, sedangkan kamu seorang Ibrani, narapidana yang mengganggu istri orang lain.Jika kita dikecewakan oleh orang lain janganmarah. Saya sudah berdoa, sudah berkorban, mengapa tidak diperhatikan? Apabila kita mau masuk dalam kebenaran Allah, kita bisa melihat bahwaYusuf tidak pernah kecewadilupakan kepala juru minuman. Orang yang ada Roh Kudus, tidak menghitung kesalahan orang lain, sebab di dalam dia ada kasih.

Kita seringkali memakai Roma 8,“Allah turut bekerja dalam segala hal“dalam bahasa Yunani bahwa dalam segala sesuatuadakerjasama untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mencintai Tuhan. Jelas Yusuf mencintai Tuhan sampai Allah memberikan Roh-Nya. Keadaan ini menjadi sesuatu yang mustahil bagi pemikiran kita sekarang ini,harus dibaptis dulu dan bertobat, jika tidak,maka tidak bisa menerima Roh Kudus. Apa buktinya sudah menerima Roh Kudus? yang paling tepat adalah bukti karya pekerjaan Yusuf.

Petrus berkata,“hai anak muda tunduklah kepada yang tua, jangan melawan, sebab Tuhan akan mengangkat kalian pada waktunya.” Jika belum apa-apa sudah berontak, mencaci maki, menjelek-jelekkan pimpinan, kapan mau diangkat? Dunia dewasa ini terlalu bebas, kita orang Kristen harus berhati-hati. Kita jangan terjebak dan ikut memaki-maki, pemerintah tidak mau mengangkat orang seperti itu, dalam gerejapun Tuhan tidak akan mengangkat orang itu.

Tuhan mau memakai kehidupan kita, orang lain boleh melupakan tetapi Tuhan tidak pernah melupakan, ada waktunya Tuhan, kata Mazmur. Tuhan membiarkan Yusuf menderita, Allah Bapa membiarkan Anak tunggal-Nya menderita untuk suatu maksud yang luar biasa. Manusia menganggap ini jelek dan tidak pantas dikatakan memang tidak masuk akal,tetapi pikiran manusiabukan pikiran Allah.Seringkali kita mencoba untuk mengatasi pikiran Allah, mengatasi pikiran firman Allah, seharusnya kitaberada di bawah jangan diatas.

Ada seorang pendeta,waktu di sekolah Alkitab, dia hampir kehilangan iman.Waktu dia masuk sekolah Alkitab, dia membawa Alkitab dan di tangan kanannya membawa gunting. Apa artinya?Teologi adalah belajar Alkitab, saudara boleh mengkritik dan jika tidak cocok dengan hatimu, gunting ayat itu. Banyak orang tidak suka teologi, bukan teologi yang salah tetapi orang yang mengajar Alkitab. Teo artinya Allah, logi adalah Logos,Siapa Logos? Firman itu Logos yang berkembang menjadi Logi - untuk kita berpikir.

Musa berpikir, Petrus berpikir, Samuel berpikir, semua berpikir karena Allah itu berpikir. Dia mengasihi manusia, mengasihi kita, sebab itu jangan kita alergi tentang teologi tetapi belajarlah. Sekolah Alkitab itu sama, hanya dijelaskan bahasa yang lebih tepat. Yusuf pernah bermimpi dua kali, tetapi dia belum bisa menjelaskan apa arti mimpinya, namun dia bisa menjelaskan mimpi pegawai Firaun.Yusuf hanya sebagai perantara untuk menjelaskan mimpi orang kafir.Arti mimpinya : Yang satu‘tiga hari lagi kamu kembali pada tugasmu.’ Yang lainnya,“tiga hari lagi kepalamu dipancung.” Kadang kita menganggap mimpi itu hanya untuk orang Kristen, hanya untuk pendeta.Tidak demikian. Tuhan jugamemberikan mimpi kepada Firaun setelah 2 tahun, siapa Firaun? adalah raja yang tidak mengenal Allah,tetapi dia diberikan mimpi yang luar biasa, yang masuk dalam kategori rencana Allah yang hebat. Allah memakai Firaun, bukan Yakub, Ruben, Yehuda, Yusuf pun tidak.

Allah juga memakai Nebukadnezar, Raja Babel, siapa dia? penyembah berhala, yang bermimpikemudian membuat patung. Mengapa Tuhan memakai? Saya temukan sebab Allah begitu mengasihi manusia, memberikan Putra tunggal-Nya, supaya barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Waktu saya merenungkan Yohanes 3 : 16,yang berbicara mengenai Yesus itu Firman yang menjadi manusia, kita tahu semua,bahwa dari kekal Allah Bapa sudah mengasihi Firman, Putra-Nya. Wujudnya diberikan 2000 tahun yang lalu, Dia lahir sebagai manusia di kandang Betlehem, itu wujud-Nya.Bahwa 4000 tahun lalu Dia sudah berjanji, nanti keturunan wanita ini akan meremukkan kepala ular dan ular akan mematuk tumit keturunan wanita ini. Selanjutnya 2000 tahun yang lalu Tuhan mengirim Putra tunggal-Nya,melalui rahim Maria.Apakah Tuhan baru mencintai dunia pada 2000 tahun yang lalu? atau sejak penciptaan manusia pertama Allah sudah memberikan Firman-Nya? “Jadilah” maka Firman itu jadi.

Kejadian pasal 1, pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, semuanya tanpa bentuk. Roh Allah melayang-layang di samudra raya dan berfirmanlah Allah, ituFirman, pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Seringkali kita lupa, hanya ingat Yesus 2000 tahun yang lalu. Kita sibuk merayakan Natal dengan berbagai atribut duniawi dan semakin hilang makna Natalnya,kita lupa bahwa secara fisik 6000 tahun lalu Dia sudah ada, pada waktu permulaan penciptaan,Firman itu kekal dan Dia sudah ada, Dia adalah Putra Tunggal Allah. Bapa, Anak dan Roh Kudus bekerjasama, three in one, untuk menciptakan langit dan bumi, untuk berkarya dan berkarya. Lalu Allah mengatakan,“Mari kita menciptakan manusia menurut gambar dan rupa kita”, maka terciptalah laki-laki dan perempuan.

Allah mengasihi dunia ini, Allah mengasihi manusia, mengasihi Adam dan Hawa, nenek moyang kita. Saya mencoba melihat tokoh-tokoh yang ditulis di dalam Alkitab (terutama Kejadian). Saya pribadi sangat berterima kasih.Kita tahu bahwa Tabernakel adalah pengajaran yang luar biasa, saya bisa melihat tokoh-tokoh yang disebutkan di dalam Ibrani pasal 11 adalah suatu susunan yang luar biasa : demikian Allah mengasihi Adam dan Hawa, diberikan Putra tunggal-Nya supaya Adam dan Hawa percaya dan jangan binasa - supaya dapat hidup selamat.

Waktu manusia jatuh dalam dosa, Tuhan yang berfirman, bukan Adam atau Hawa yang datang mencari Allah. Tuhan yang bertanya dengan Firman-Nya, “di mana engkau Adam?” kita tahu cerita itu tetapi kita tidak tahu bahwa itulah kasih Allah kepada manusia pertama. Maka jika kita membaca Yohanes 3 : 16,“demikian Allah mengasihi dunia,” dalam bahasa Mandarin,“Allah mencintai manusia di dunia”, Allah lebih dulu mengasihi Adam dan Hawa. Allah tidak langsung menghukum walaupun Allah sedih dan hancur hati, “diciptakan menurut gambar rupa-Ku tetapi kamu sengaja mengikuti maunya ular.” Saya catat disini, sewaktu Allah bertanya “dimana engkau,”Allah tidak langsung mengatakan bahwa Adam yang salah, (kita suka menyatakan orang lain yang salah). Allah bertanya siapa yang mengatakan kamu telanjang? apakah kamu makan buah larangan itu? Adam menyalahkan istrinya, Tuhan tidak marah karena Adam salah,tetapi Adam juga ada benarnya karena istrinya yang memberi dia makan.

Allah mengasihi manusia dan Dia memberikan FirmanNya kepada Hawa,“Hawa, mengapa kau berikan pada suamimu?” Hawa mengatakan ular yang memperdayanya. Firman selalu dibantah oleh perkataan manusia yang sudah jatuh dalam dosa. Firman ingin menolong tetapi kita menolak pertolongan Firman. Kita mencari jalan sendiri, membuat cawat, menutupi diri sendiri dengan ego, tetapi Tuhan tetap cinta. Dia membuang daun ara dan memakaikan pakaian kulit binatang. Ada penumpahan darah secara fisik, cukup lama untuk menutupi ketelanjangan mereka seumur hidup. Merekaberumur 900 tahun lebih baru meninggal, saya yakin mereka tidak memakai pakaian dari daun-daunan lagi, mereka selalu memakai kulit binatang. Itulah mezbah korban bakaran.

Demikian Allah mengasihi manusia. Siapa manusia? Adam dan Hawa lebih dulu. Kita hanya keturunannya. Jika suami istri mau akur kembali, hargai korban Kristus.Allah mengasihi manusia. Semakin berdosa manusia, semakin jahat manusia, semakin hancur manusia, Allah mencintai manusia. Allah memilih Nuh, kemudian Nuh menikah. Keduanya mencintai dan mengikuti perintahNya. Nuh mempunyai tiga anak, ketaatan, kebenaran hidup Nuh diperhitungkan oleh Allah. Tuhan mencintai manusia, Ia mengirim FirmanNya. Selama 120 tahun Nuh menginjil, tetapi banyak manusia termasuk saudara dan familinya, tidak satupun percaya, mereka tidak mau mendengar kecuali istrinya, tiga anaknya dan tiga anak mantunya. Mereka masuk dalam bahtera yang kiasannya adalah baptisan air. Maka waktu Allah memilih Nuh, terkait kolam pembasuhan.

Jangan kita menghina Tabernakel atau kita ekstrimkan Tabernakel. Tabernakel adalah pribadi Allah, Firman yang bertabernakel, berkarya di tengah-tengah kita. Mulai Kitab Kejadian pasal 1-50. Firman Allah hadir dari pasal 1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Itulah Allah, itulah Firman. Setelah itu manusia terhilang, terserak mulai Babel sampai seluruh muka bumi. Allah mengasihi manusia, mengirimkan Anak Tunggal-Nya dalam bentuk Firman. Dia berkata kepada Abram, “Abram, keluar dari Ur Kasdim, pergi ke tempat yang Aku tunjukkan kepadamu, Aku akan berikan kepadamu. Aku menyelamatkanmu supaya kamu menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain.” Abram dipanggil bersama istrinya.

Pertama, Adam dan Hawa diperintahkan supaya beranak cucu, tetapi gagal. Nabi Nuh mempunyai istri, tiga anak dan tiga anak mantu, sudah satu keluarga, gagal lagi. Apakah Allah gagal? Tidak, Allah tidak pernah gagal. Manusialah yang gagal berulang ulang. Jika kita tahu kondisi seperti ini, apakah kita perlu berbangga, merasa diri hebat, tidak pernah jatuh, tidak pernah selingkuh,dll. Bukan ini dan itu yang menjadi tolak ukur dosa, tetapi tidak percaya pada Firman Allah itu dosa. Adam dan Hawa tidak percaya pada Firman-Nya maka jatuh dalam dosa. Jika kita tidak percaya pada Putra tunggal-Nya Yesus Kristus, kitapun berdosa. Kita boleh tidak berzinah, mencuri, semuanya baik tetapi jika menolak Yesus maka tidak selamat karena Yesus adalah Firman Allah yang mengasihi manusia. Manusia gagal lagi, Firman kembali mencari, Tuhan pilih diantara keluarga Sem, yaitu Abram.

Abram paling banyak mendirikan mezbah dan berseru akan nama Tuhan. Dia berdoa untuk Raja Abimelekh dan untuk yang lainnya, dia bernegosiasi dengan Allah untuk keselamatan Sodom dan Gomora. Pernahkah kita berdoa untuk dunia dewasa ini, untuk orang-orang lesbi, homoseksual, biseks? Abraham hanya memiliki satu keponakan, tetapi dia berdoa untuk semua Sodom dan Gomora, kita tidak pernah seperti itu. Kita hanya pandai menista, mengejek, kita harus menolak kejahatannya. Doa Abraham dan Sarai terkena pada mezbah dupa.

Ishak, anak perjanjian adalah gambar bayang Yesus Kristus, melewati proses demi proses. Ishak tidak banyak bertingkah, dia mau dipersembahkan, suatu penyerahan total. Ishak membuat bangsa Filistin cemburu melihat berkat yang melimpah. Mereka melihat sendiri Tuhan menyertai Ishak. Ishak menggali sumur, direbut. Apakah sekarang ada Ishak-Ishak rohani? Jangan-jangan baru diambil satu sumur, diambil sedikit keuntungan, rugi sedikit, kita tidak terima bahkanmemasukkan dalam ranah hukum untuk diperjuangkan. Ishak tidak seperti itu. Dua kali menggali sumur direbut oleh orang lain, Ishak seorang pemimpin yang sabar, anak buahnya seyogyanya juga sabar. Pemimpinnya murah hati seyogyanya pegawainya juga murah hati. Maka berkat Tuhan akan melimpah. Jadilah pemimpin-pemimpin perusahaan yang tegas di dalam aturan, di dalam kemurahan supaya ditaati oleh pegawainya. Ishak tahu dia adalah pendatang, bukan pemilik tempat itu.

Menggali sumur yang ketiga tidak terjadi keributan. Malah dikatakan sekarang ini Tuhan akan membuat kami berkembang. Jadi jika mengalami satu kegagalan, jangan bersungut-sungut. Jika gagal kedua kalinya, jangan menyesal, ketiga Tuhan akan buka jalan. Ishak bersyukur, hal yang dimulai dan diakhiri dengan bersyukur maka Tuhan memberkati Ishak luar biasa sampai musuh-musuhnya datang dan menawarkan pertemanan, bagaikan Pelita Emas, menjadi contoh yang baik. Pelita Emas adalah karya Roh Kudus.

Yang ketiga adalah Yakub yang mempunyai 12 anak, 12 suku, dicatat begitu jelas, terkena pada meja roti sajian.Yusuf berperan untuk meyelamatkan orang Mesir, keluarganya, dan orang lain dalam persoalan sandang pangan papan. Tuhan memakai Yusuf dan Yusuf dihormati sepanjang hidupnya. Mulai saat itu Israel resmi menjadi Israel yang dipilih oleh Allah walaupun dalam pandangan Tuhan mereka adalah sebuah negara kecil. 400 tahun di Mesir, 400 tahun juga Allah tidak meninggalkan mereka. Setelah Yesus naik ke surga, 70 tahun kemudian Yerusalem hancur, hanya tersisa tembok ratapan yang sekarang saudara bisa lihat. Tahun 1948 negara itu bangun kembali, Tuhan tetap tidak berubah. Yang berubah adalah kita. Semoga keubahan kita bukan merosot tetapi meningkat, Pengenalan kita kepada Tuhan meningkat.

            Allah menciptakan Adam dan Hawa, hubungan mereka dengan Allah begitu akrab tetapi oleh sebab dosa, mereka mulai renggang. Nabi Nuh juga demikianhubungan akrabnya dengan Allah hanya sebentar. Namun pengenalan Abraham, Ishak dan Yakub kepada Allah sungguh hebat. Allah mengatakan bahwa Abram harus hidup sempurna di hadapan-Nya, “Aku mengganti namamu bukan Abram tetapi Abraham, isterimu bukan lagi Sarai tetapi Sara agar perjanjian-Ku denganmu menjadi teguh, kuat supaya Aku menjadi Allah-Mu dan Allah dari keturunanmu”. Ini pertama kali Allah yang berinisiatif untuk menjadi Allahnya Abraham dan prosesnya tidah mudah, Allah menguji, membimbing, memberkati. Meskipun belum mempunyai anak tetapi Abraham percaya dan berkeyakinan bahwa Allah telah berjanji untuk menjadi Allahnya, maka ia akan menganggap Dia sebagai Allahnya.

Setelah Ishak menikah, Allah berkata, “Ishak, Akulah Allah ayahmu. Jika engkau sungguh-sungguh, Aku menjadi Allahmu.” Ada satu peningkatan dari yang pertama pribadi Abraham berlanjut pada anaknya harus mengetahui bahwa sang ayah mempunyai Yesus, Allah, Firman Sang Pencipta. Anak secara langsung mempunyai komunikasi yang benar bukan copy paste. Masing-masing anak harus sendiri mengenal Tuhan. Lahirlah Yakub dan Esau. Esau tidak pernah mendirikan mezbah, Yakub mengenal dan menyebut, “Allah itu Allah ayahku, Allah nenekku. Tuhan, jika Engkau menyertai aku sampai bertemu isteri dan membawanya pulang, aku jadikan Engkau Allahku.” Tuhan sabar, Tuhan tidak bersikeras. Berbeda dengan kita yang sering bersikeras mau cepat-cepat bertobat, cepat-cepat dibaptis akhirnya makna dari iman kita hilang. Tuhan katakan, “Baik, silahkan!” Tuhan menyertai.

Kejadian 48: 15“Sesudah itu diberkatinyalah Yusuf, katanya: "Nenekku dan ayahku, Abraham dan Ishak, telah hidup di hadapan Allah; Allah itu, sebagai Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang,”

            Kalimat : ‘Telah hidup di hadapan Allah’ bukan sekadar perkataan, melainkan benar-benar hidup di hadapan Allah. Perkataan, persungutan dan tingkah lakunya nyata terlihat di hadapan Allah sendiri. Ini pengakuan Yakub kepada Yusuf, menandakan bahwa Yakub ketikaberumur 70 tahun lebih berangkat ke Haran belum mengenal Allah. Tetapi setelah beberapa lama mempunyai isteri, anak-anak, cucu-cucu, Yakub mempunyai pengakuan. Semakin tua semakin mengenal Tuhan, semakin berbicara tentang Tuhan sehingga keturunannya mempunyai gambar teladan. Yakub tidak lupa terhadap ayah maupun kakek dan neneknya. Yakub memberkati Yusuf sambil berkata, “Nenekku dan ayahku, Abraham dan Ishak telah hidup di hadapan Allah. Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang”. Itu berarti saat ia pergi masih belum mengenal Allah tetapi semakin lama semakin mengenal Dia.

Saya menghimbaupara ayah ibu di sini memperhatikan anak-anaknya yang sekolah di luar negeri. Sebelum berangkat ke luar negeri mereka mengenal Tuhan namun bagaimana sesampainya di sana? Apakah anak-anak tersebut masih mempunyai pengalaman yang sama bahkan meningkat? Apakah di sini suka membaca Alkitab, ikut Pendalaman Alkitab (PA) dengan sungguh-sungguh namun saat di China, Australia atau Belanda mulai meninggalkan Alkitabnya dan jarang berdoa? Ini keselamatan, bukan kedudukan dan kepintaran yang harus nomor satu. Mengejar hikmat marifat dari dunia diperlukan dalam usaha namun jangan doa pribadi dijadikan nomor dua, jangan ibadah asal-asalan saja!

Saya harus mendidik sidang jemaat termasuk saya juga supaya kita benar-benar diakui oleh Allah. Tidak pernah Dia kecewa. Kata Ibrani 11, “Allah tidak kecewa dan tidak malu mengakui Abraham, Ishak dan Yakub yang tidak membuat rumah di Kanaan melainkan hanya tinggal di kemah sebab mereka merindukan kota yang akan datang”. Waktu itu dia belum mengerti Yerusalem, belum ada kota Yerusalem, belum ada semua tetapi sudah mempunyai pandangan. Pandangan Abraham, Ishak dan Yakub pasti mempengaruhi isteri dan anak-anak mereka. Abraham mempengaruhi Ishak, Ishak mempengaruhi Yakub.

Dunia dewasa ini para orang tua tidak bisa mempengaruhi anak-anaknya. Justru anak-anak yang mempengaruhi orang tuanya supaya mengurangi ibadah, cinta Tuhan, cinta kepada Sang Pemberi hidup. Yang memberi hidup bukan makanan, yang memberi kemewahan bukan pakaian yang mahal-mahal. Ini harus ditanamkan dalam hati kita pada malam hari ini. Yakub merindukan 12 anaknya bisa mengaku seperti dirinya bahwa inilah Yahweh Allah neneknya, Allah ayahnya yang menggembalakannya sampai sekarang. Itu sebabnya ketika Yakub sekeluarga pindah ke Mesir ditanya oleh Raja Firaun, “Apa pekerjaanmu?” Jawabnya :“Pekerjaan kami menggembalakan domba.” Mereka dibenci tetapi disegani oleh orang Mesir. Orang Kristen dibenci tetapi sekaligus dibutuhkan. Lebih baik kita dibenci namun disegani. Itu kondisi gereja mula-mula, mereka sepakat, bersatu hati. Mereka ditakuti oleh masyarakat tetapi dihormati. Jangan kita sebagai orang Kristen, hamba Tuhan dan para pelayan justru dibenci oleh negara Indonesia karena korupsi, berbuat jahat atau berbuat sesuatu yang tidak baik.

Berkat apa yang kita berikan pada anak-anak kita? Uang? Boleh. Kenyamanan? Tentu saja. Rumah?Baik sekali. Tetapi itu bukan tujuan yang Tuhan inginkan. Yang Tuhan inginkan adalah pengakuan seperti yang dikatakan Yakub saat memberkati Yusuf, “Nenekku dan ayahku, Abraham dan Ishak telah hidup di hadapan Allah. Allah itu sebagai gembalaku selama hidupku sampai sekarang, diberkatilah engkau!” Manasye diberkati, Efraim diberkati tetapi Yusuf yang disebutkan namanya. Demikian Allah mengasihi seisi dunia. FirmanNya sudah diberitakan sejak Adam sampai Yakub sampai malam hari ini. Yusuf tampil untuk berbicara, sejak kecil dulu, dari rumah orang tuanya ia selalu berkata jujur, hal yang baik ataupun yang jahat disampaikan apa adanya. Tuhan mengangkatnya tetapi kenyataannya ia menjadi budak.

Biasanya orang dikatakan diangkat itu berarti lebih tinggi, lebih hebat namun jika Tuhan mengangkat belum tentu hebat. Tuhan mengangkat Saudara tetapi mungkin kelihatannya justru tidak dihormati. Putra Allah yang tunggal diangkat oleh Bapa surgawi di kayu salib yang paling hina. Rasul Paulus diangkat namun dirajam batu. Petrus diangkat namun masuk penjara. Yakub diangkat namun dipenggal kepalanya. Yohanes diangkat ke Pulau Patmos. Jemaat Tesalonika diangkat namun diancam. Jemaat Makedonia diangkat namun tidak mempunyai apa-apa. Jemaat Korintus diangkat namun dimarahi oleh rasul Paulus, “Kamu pelit, orang Yerusalem penuh kedukaan namun kamu tidak membantu.” Jemaat Makedonia yang tidak punya uang justru keluar uang lebih daripada kemampuannya untuk menolong orang-orang kudus yang di Yerusalem. Luar biasa!

Berbicara mengenai Yusuf mengandung berkat ketertiban yang luar biasa. Yusuf adalah gambar bayang Yesus tetapi bukan Yesus yang tanpa salah. Yusuf tetap manusia biasa, arti nama Yusuf adalah bertambah. Mari miliki kerinduan bertambah cinta Tuhan dan bertambah banyak berdoa. Doa yang saya maksudkan adalah seperti napas, kapanpun dan dimanapun terus ingat! Apa tidak perlu bekerja? Justru waktu Saudara usaha, bekerja, berdoalah : “Tuhan, saya sedang usaha ini. Jangan sampai saya terjebak dengan permainanpolitik”, sederhana saja. Siswa siswi STTIA sedang belajar Alkitab,Ujian Tengah Semester, “ Tuhan hindarkan saya dari kecurangan, menyontek.” Jadi, selalu berdoa.

Saya dan isteri juga alami ketika duduk atau berjalan selalu terngiang firman. Rasanya ingin kembali ke sana. Betapa kita melihat kebesaran Allah itu. Kasih Allah dari awal sampai pada Yusuf akan berkembang lebih besar. Berarti kasih Allah lebih luas, Yohanes 3 : 16 tidak salah: “Demikian Allah mengasihi dunia ...” itu sudah mencakup lima benua. Sekarang manusia lebih banyak lagi hampir tujuh miliar, masih banyak yang belum kenal Tuhan. Saudara dan saya dipakai Tuhan malam ini untuk belajar dari Yusuf, takut kepada Tuhan dan Tuhan menyertai kita.

Amin.