Pendalaman Alkitab Kitab KEJADIAN

Jumat, 21 Oktober 2016

Pdt. Paulus Budiono

 

Shalom,

Malam ini kita akanmerenungkan kembali tentang Yusuf yang menguraikan mimpi dari dua pegawai Raja Firaun. Tiga hari kemudian yang satunya tetap hidup dan satunya lagi dihukum pancung. Itu uraian dari Yusuf dan ia berkata mimpi itu dari Tuhan dan hanya bisa diuraikan oleh Tuhan. Karena itu bukan Yusufberbicara apa adanya. Saya juga mau belajar dari Firman ini, bahwa Firman Allah itu hidup atau mati, sehingga dikatakan disini : “Berfirmanlah ya Yesus, hilangkan takutku”. Tidak perlu takut jika dibongkar kekeliruan kita, tidak perlu merasa beruntung jika keburukan saya tidak disebutkan, lebih baik dibuka sekarang untuk ke depan amat baik dari pada sekarang terlihat baik tetapi ujungnya sangat tidak baik maka kita semuabertanggungjawab dalam mendengarkan firman Tuhan.

Saya akan mulai dengan apa yang Yesus katakan : perkataan ini harus ya diatas ya dan tidak diatas tidak, selebihnya itu dari si jahat. Kita membaca :

Matius 5 : 33 – 37Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. 

Adam sudah lebih dahulu mendapat perintah jangan makan buahpengetahuan baik dan jahat, karena saat engkau memakannya, engkau akan mati. Itu saja, sangat mudah. Jika ditambah sedikitalasanmenjadi tidak lurus lagi dan dikatakan itu dari jahat. Tuhan Yesus mau jika ya maka ya, dan jika tidak maka tidak! Sebagai seorang pengkhotbah saya lebih dahulu harus belajar banyak. Terima kasih kita mempunyai Alkitab yang lengkap, tidak seperti pada zaman Yusuf yang tidak ada Alkitab, tidak ada Taurat Musa hanya mengandalkan hati nurani.

Yang perlu saya tekankan yaitu tutur kata kita bisa membuat kita melihat pada masa depan apa yang kita rindukan. Jika kita membaca kisah Yusuf, ada orang yang senang dengan sikap Yusuf maka diikuti saja pasti akan mencapai yang kita rindukan, tetapi jangan copy paste, karena ingin menjadi pemimpin maka kita ikuti yang bukan dari hati nurani, bukan dari apa adanya tetapi ada suatu pamrih dibalik kesetiaan, kerajinan, kerendahan hati kita. Rasul Paulus mengatakan dalam surat Kolose ada orang yang pura-pura rendah hati danmembuat orang lain salut kepadanya. Kita mau jujur dalam berkata-kata, ya benar ya dan tidak memang tidak. Lebih jauh Rasul Paulus berkata kepada jemaat Korintus, kita membaca :

2 Korintus 1 : 15 – 20 Berdasarkan keyakinan ini aku pernah merencanakan untuk mengunjungi kamu dahulu, supaya kamu boleh menerima kasih karunia untuk kedua kalinya. Kemudian aku mau meneruskan perjalananku ke Makedonia, lalu dari Makedonia kembali lagi kepada kamu, supaya kamu menolong aku dalam perjalananku ke Yudea. Jadi, adakah aku bertindak serampangan dalam merencanakan hal ini? Atau adakah aku membuat rencanaku itu menurut keinginanku sendiri, sehingga padaku serentak terdapat "ya" dan "tidak"?  Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak "ya" dan "tidak". Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah "ya" dan "tidak", tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada "ya". Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah.

Jika Firman datang dengan keras, lembut, pahit, manis maka selalu amin! Jangan amin nya keras untuk firman yang manis tetapi firman yang pahit amin-nya perlahan. Berarti saudara sudah membohongi diri sendiri. Jika ada berkat Tuhan beriman sungguh-sungguh, tetapi jika firman penyucian sambil lalu.Aminitu untuk memuliakan Allah, jangan amin sekehendak hati kita saja. Sering kita melihat seenaknya saja mengatakan Amin bahkan dijadikan bahan gurauan. Padahal Amin itu adalah nama Yesus, Dia yang namanya Amin, dalam kitab Wahyu. Tuhan tolong kita supaya saatkita mengaminkan sesuatu itu sungguh-sungguh. Saatberdoa ditutup dengan amin yang jelas. Seringkali waktu berdoa keras sekali, tetapi saat selesai aminnya tidak ada, berarti dia ragu-ragu dengan doanya dan itu menyakitkan hati Roh Kudus.Rasul Paulus mengatakan kami tidak tahu bagaimana harus berdoa tetapi Roh Kudus menolong dan membantu kita. Kita mau dikoreksi dan belajar lagi, selanjutnya :

2 Korintus 1 : 21 - 22 Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita. 

Roh kudussangat tahu dan yang menentukan pada akhirnya. Yesus menyelamatkan kita dan Roh Kudus yang memeteraikan bahwa benar Paulus Budiono layak selamat karena dia sungguh-sungguh. Tetapi Roh Kudus juga bisa berbicara : “Belum Bapa, Paulus belum sungguh-sungguh, dia masih plin-plan, hari ini berkata ya dan besok tidak”. Paulus yang sudah tua dan Silvanus yang masih muda juga Timotius yang lebih muda lagi, mengaminkanKristus Yesus. Amat senang jika suami, istri dan anak waktu membaca Alkitab bisa meng-aminkan!

Rasul Paulus bukanlah seorang yang cengeng, tetapi dia tiga tahun menangis. Waktu membaca ini saya katakan, Tuhan ampuni saya yang tidak menangis, saya seringkali lupa. Karena itu saya memberanikan diri menyampaikan pada malam ini untuk saya dikoreksi lebih dahulu. Istri saya yang paling tahu, bagaimana saya dimimbar dan dibawah mimbar, saya takut, itu kemanusiaan saya. Tetapi saya katakan Tuhan yang menciptakan saya dan Tuhan yang memampukan saya, itu sebabnya saya berani mengatakan ini. Betapa indahnya gembala, penatua, majelis jika semua dapat men-aminkan firman Allah. Bukan karena gembala berkata ya lalu semua ya, hanya membeo saja, tidak demikian. Tetapi jika firman kebenaran disampaikan alangkah indahnya Silvanus-Silvanus, Timotius – Timotius yang masih muda mengatakan Amin! Melihat firman yang memberitakan Yesus, bukan karena melihat figur Paulus. Kita membaca :

2 Korintus 4 : 1 - 2Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati. Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah. 

Dipertimbangkan, jadi bukan karena saya gembala maka apa yang saya katakan itu harus di-aminkan. Saya gembala yang menyampaikan, saudara yang menimbang apakah benar apa yang disampaikan oleh gembalabetul firman Allah, Saudara boleh menilai. Mungkin saudara tidak berani memecat saya tetapi saudara mempunyai hak untuk berdoa buat gembalamu, buat penatua, buat calon hamba-hamba Tuhan siswa-siswi STTIA mungkin mendengar omongan yang kurang enak, anak itu malas, begini dan begitu. Mari kita berdoa sungguh-sungguh, karena kita harus berani menyatakan kesalahan gembala supaya gembala berhati-hati. Gembala bukan malaikat, malaikat saja bisa jatuh apalagi kita manusia ini. Kita membaca selanjutnya :

2 Korintus 4 : 3 - 6 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.  Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus. Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus. 

Injil itu merupakan gambar Allah dan waktu disampaikan maka orang akan mendengar bahwa Yesus inilah Kristus. Jadi kita hamba-hamba Tuhan juga harus berhati-hati jika diundang, kita menyampaikan firman haruslah ingat siapa yang kita sampaikan.Semakin membaca ini, saya semakin ketakutan. Setelah sekian lama melayani Tuhan semakin membaca firman Tuhan kita semakin melihat benar-benar apa kata Yohanes Pembaptis : biarlah Dia semakin besar dan aku semakin kecil. Sejauh mana kita tidak mau kecil maka Yesus juga ikut kecil. Yang kita sampaikan sekecil itu karena kita tidak mau kecil. Tetapi jika kita menjadi nol maka Yesus akan menjadi satu dan tetap satu selama-lamanya nomer satu. Jika kita sudah mempunyai angka nol koma sekian, maka Yesus juga menjadi nol koma sekian,ini yang saya yakini. Kita kembali melihat bagaimana yang Yesus katakan itu sudah direspon dan dipraktekkan oleh Paulus, Silas dan Timotius, mereka membagikan kepada kita.

Kita masuk pelajaran dari Yusuf. Sebenarnya tidak terlalu susah waktu Tuhan menjabarkan kondisi-kondisi Yusuf, kitatinggal berkata Tuhan berikan kami kemampuan. Waktu itu Yusuf berbicara kepada kepala perjamuan jika nanti kamu sudah bebas dan mendapat posisi yang baik tolong ingatlah pada saya seorang Ibrani tetapi saya tidak bersalah, tolong saya juga dibebaskan. Kita membaca :

Kejadian 40 : 13 – 15, 20 - 23 dalam tiga hari ini Firaun akan meninggikan engkau dan mengembalikan engkau ke dalam pangkatmu yang dahulu dan engkau akan menyampaikan piala ke tangan Firaun seperti dahulu kala, ketika engkau jadi juru minumannya.  Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini. Sebab aku dicuri diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan di sinipun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan ke dalam liang tutupan ini." .......  Dan terjadilah pada hari ketiga, hari kelahiran Firaun, maka Firaun mengadakan perjamuan untuk semua pegawainya. Ia meninggikan kepala juru minuman dan kepala juru roti itu di tengah-tengah para pegawainya:kepala juru minuman itu dikembalikannya ke dalam jabatannya, sehingga ia menyampaikan pula piala ke tangan Firaun; tetapi kepala juru roti itu digantungnya, seperti yang ditakbirkan Yusuf kepada mereka. Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya.

            Apabila kita menolong orang lain, seringkali kita dilupakan lalu kita kecewa berarti kita menolong orang lain ada pamrihnya tetapi jika kita tidak ada pamrih, biarlah, kita tidak meminta jasa walaupun menguraikan firman Tuhan begitu tepat. Jangan firman Allah kita pelintir untuk mendapat uang, dan jasa ini dan itu. Kita membaca ulang :

Kejadian 40: 15 Sebab aku dicuri diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan di sinipun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan ke dalam liang tutupan ini."

            Saya tertempelak waktu membaca ayat ini, yang ditulis oleh Musa di dalam kegerakan Roh Kudus. Tutur kata Yusuf di penjara semakin memantapkan pilihan Tuhan kepadanya. Dia tidak menyinggung saudaranya, dia hanya mengatakan, “Aku dicuri, diculik oleh orang.” bisa saja dia mengatakan, “Kakakku yang melakukan tindak kejahatan, saya tidak bersalah, di rumah saya hebat, paling dicintainya oleh ayah,mendapat pakaian kemuliaan. Aku jujur, tidak korupsi. Aku sekarang diculik, dicuri, dan dibuang oleh saudara-saudaraku”, tidak demikian. Kejujuran harus utuh, seringkali hanyasatu saat kita jujur karena merasa itu baik tetapi lain kali jika itu mengancam harga diri, kita bisa tidak jujur. Ini yang saya dan saudara harus belajar. Mazmur menuliskan Yusuf waktu mau dijual, dia menangis, merengek-rengek minta dikasihani oleh saudaranya, dia sendiri tidak berbicara apa-apa. Mari kita belajar dari Yusuf yang merupakan gambar bayang dari Kristus sendiri.

Yesus mencintai kita, walaupun awalnya kita menjadi musuh-Nya, dia tidak pernah menghitung kesalahan kita. Itu salah satu jiwa kasih. Kasih tidak menghitung kesalahan orang lain. Jika kita masih berbicara tentang kesalahan orang lain berarti kita belum melakukan kasih. Itu sebabnya tidak perlu sombong, Tuhan mau mengajar kita. Kita mendapat ayat ini untuk diperbaiki. Firman dan Alkitab ini jujur, tidak pernah menyembunyikan sesuatu, kecuali memang Allah tidak mau menyatakan rahasia-Nya, kata Ulangan 29 agar kita belajar bertobat, diperbaiki.

Waktu itu Yusuf masih belum berumur 30 tahun, sekitar 28 tahun. Sebab 2 tahun dia tinggal di penjara dilupakan oleh juru minuman. Baru dalam pasal 41 Firaun bermimpi, Yusuf dikeluarkan dari penjara waktu itu berumur 30 tahun. Dua tahun dia bekerja dalam penjara, Tuhan besertanya dan ia berhasil dalam segala perkara. Jika kita mengalami sesuatu hal dan belum dilepaskan, jangan mengomel karena Yusuf tidak mengomel, tidak dendam, tidak mengeluh, maka Tuhan beserta Yusuf sehingga semua pekerjaannya baik. Dia hanya berpesan : jika keadaanmu baik tolong ingatlah saya.

Saya mengajak saudara berbicara soal mimpi. Akhir zaman ini banyak orang Kristen ngotot dengan mimpi-mimpi, nubuat-nubuat banyak sekali. Mari membaca Pengkhotbah supaya kita tahu dan berhati-hati. Bukan saya menolak atau tidak yakin tentang mimpi-mimpi atau nubuat tetapi kita harus berdiri atas kebenaran firman Allah.

Pengkhotbah 5: 3 Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan.

            Kesibukan itu bisa diterjemahkan banyak. Saya seringkali dibangunkan istri saya, “Papa bangun.” “Ada apa?” Saya sedang mau memukul istri saya padahal saya sedang bermimpi berkelahi dengan setan karena siangnya membaca sesuatu dan banyak berpikir ternyata benar. Jika saudara seorang pengusaha terlalu sibuk dengan usahamu malamnya akan bermimpi, kita hamba Tuhan yang selalu membaca Alkitab harus berhati-hati, jangan sampai kita tidak kembali pada yang sebenarnya, kita disibukkan dengan “yang rohani” lalu malamnya bermimpi. Beraneka ragam mimpi, ada mimpi orang tuanya yang sudah meninggal, mimpi lagi orang tua yang mengatakan kamu jangan ke sana, bermacam-macam akhirnya digabungkan ini suara Tuhan. Itu sebabnya saya mengajak saudara untuk memperhatikan, karena Alkitab mempunyai koridor, mempunyai cara untuk membuktikan bahwa mimpi itu dari Tuhan.

Yusuf memiliki pengalaman mimpi karena orangtuanya(Yakub) juga mempunyai pengalaman mimpi. Waktu Yakub berangkat ke Haran untuk mencari istri, menghindari kemarahan kakaknya(Esau), Tuhan memberi mimpi, “Aku akan menyertaimu sampai engkau kembali.” Setelah 20 tahun kemudian mimpinya baru menjadi kenyataan. Alkitab tidak menyatakan bahwa Yusufmenceritakan kepada yang lain, tetapi saya yakin dia pasti bercerita kepada anak-anaknya pengalaman demi pengalaman. Kitatahu dua mimpinya yang pertama saat dia sebagai seorang gembala yang masih muda tetapi sangat berbeda dengan kakak-kakaknya yang juga gembala. Di sini kita melihat permulaan kejujurannya, itu dilihat oleh Allah. Saya rasa Yusuf tidak pernah mengira ia menjadi besar bahkan menjadi perdana menteri Mesir. Tidak ada seorangpun yang berpikir demikian. Dimulai dengan tugas seorang gembala dan dia jujur apa adanya menceritakan kepada bapaknya, perbuatan-perbuatan jahat dari kakak-kakaknya. Ini merupakan permulaan yang sangat penting sebagai seorang gembala memang dituntut kejujuran.

Jika siswa-siswa mau menjadi gembala dimulai dengan kejujuran, harus berani, bukan untuk mengatakan aku yang benar, kamu yang salah tetapi untuk memberikan laporan kepada orangtuanya karena dia tahu domba-domba ini bukan miliknya, bukan milik kakaknya tetapi milik orangtuanya. Kita juga harus tahu gereja Tuhan, jemaat Lemah Putro, jemaat Johor bukan milik saya, termasuk semua yang ada ini. Ini harus dipegang kuat, merupakan salah satu awal kejujuran. Jika kita mau menjadi gembala kemudian sudah memiliki pemikiran yang jahat, bisa jahat soal uang, jahat karena otoriter, jahat karena yang lain. Kadang kita memikirkan yang jahat itu adalah masalah seksual karena itu yang menjadi tolok ukur tetapi yang lain tidak, dianggap tidak apa-apa. Semua ini kejahatan.

Dua mimpi yang pertama didapat pada umur 17 tahun dan dia sudah menceritakannya, sampai umur 30 tahun mimpinya baru menjadi kenyataan tetapi dia tidak tahu. Kapan dia tahu? Waktu saudara-saudaranya datang berarti sudah 7 tahun kemakmuran di Mesir, Yusuf sudah menjadi perdana mentri berumur 30 tambah 7 tahun berarti 37 tahun. Kemudian waktu dua tahun masa kelaparan melanda berarti Yusufberumur 39 tahun. Saudara boleh membayangkan umur 17 tahun dia dikhianati, dijual oleh saudaranya sampai berumur 39 tahun dia baru ingat waktu saudara-saudaranya datang untuk sujud menyembah kepadanya.

Kejadian 42: 1-2, 6-9a Setelah Yakub mendapat kabar, bahwa ada gandum di Mesir, berkatalah ia kepada anak-anaknya: "Mengapa kamu berpandang-pandangan saja?" Lagi katanya: "Telah kudengar, bahwa ada gandum di Mesir; pergilah ke sana dan belilah gandum di sana untuk kita, supaya kita tetap hidup dan jangan mati." ........Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi di negeri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah. Ketika Yusuf melihat saudara-saudaranya, segeralah mereka dikenalnya, tetapi ia berlaku seolah-olah ia seorang asing kepada mereka; ia menegor mereka dengan membentak, katanya: "Dari mana kamu?" Jawab mereka: "Dari tanah Kanaan untuk membeli bahan makanan." Memang Yusuf mengenal saudara-saudaranya itu, tetapi dia tidak dikenal mereka. Lalu teringatlah Yusuf akan mimpi-mimpinya tentang mereka.

            Sebenarnya ini suatu rahasia yang dibukakan jika yakin kita dipanggil dan dipilih Tuhan, mempunyai masa depan yang sangat penting di tangan Tuhan belajar dari Yusuf ini. Yesus mengatakan, “Nanti kamu akan menjadi raja bersama Aku.” Berarti kita sudah tahu nanti orang Kristen di tempat tertinggi bersama Yesus, apalagi jika kita mengatakan menjadi mempelai wanita Tuhan. Kita sudah tahu kita kesana jadi apa-apa yang terjadi di sini jangan membuat kita terlalu stress atau terlalu tidak peduli. Jika kita tidak peduli, maka rencana Tuhan yang amat indah bagi kita juga tidak akan tercapai.

Rencana Tuhan semula dikatakan Efesus, kita dipilih sebelum bumi, alam semesta dijadikan supaya kita dikuduskan menjadi tanpa cacat cela. Jadi sebenarnya kita sudah tahu Tuhan mau kita menjadi seperti itu. Tuhan tahu Yusuf akan menjadi perdana menteri di Mesir. Itu rencana Tuhan yang luar biasa. Mengapa Yusuf bisa berani? Dia tidak tahu, kita tahu. Saya mau menjadi orang yang berani berbicara yang benar tetapi jika dibaliknya ada ambisi, akan terlihatwaktu kita dilupakan oleh orang lain, tidak dihargai orang lain, kita ngambek, kita marah tetapi Yusuf tidak. Kita belajar dulu dari situ.

Yusuf bermimpi mempunyai berkas gandum, berkas gandumnya disembah oleh berkas-berkas gandum saudara-saudaranya. Itu menunjuk soal makanan, sandang pangan. Yang kedua adalah sebelas bintang, matahari dan bulan sujud menyembah Yusuf satu-satunya bintang. Ini merupakan gambaransuatu pemerintahan tetapi Yusuf saat itu tidak bisa menguraikan. Dia tidak bisa menguraikan mimpinya sendiri. Ini juga suatu peringatan buat saya dan saudara jika kita bermimpi yang aneh-aneh jangan coba-coba menguraikan sendiri, itu sangat berbahaya karena akan ada preposisi ; saya mau jadi seperti itu maka dia akan mencocok-cocokkan mimpinya begini dan begitu. Yusuf tidak tahu, dia menjalani saja.

Soal gandum mengenai makanan. Soal kedudukan waktu di rumah Potifar, Alkitab katakan kedudukannya sebagai yang tertinggi, kecuali istri Potifar. Jadi, sudah ada tanda tanda dia sebagai hamba yang diangkat karena pekerjaannya berhasil. Ini yang harus kita hamba-hamba Tuhan amati dan contoh. Kita ini hamba kebenaran, tidak seharusnya mengomel jika tidak diberi kedudukan tetapi kita harus bekerja. Kadang-kadang kita bekerja karena takut kedudukannya turun, supaya kedudukannya tetap eksis. Tidak salah, itu baik juga tetapi jika dicampur aduk dalam rohani saya mengatakan hancur karena Tuhan melihat hati kita. Pemerintah dunia selalu melihat prestasi, jika prestasi kita bagus dan selalu memajukan perusahaan, pasti diangkat. Walaupun rumah tangganya hancur akan terus diangkat. Tetapi tidak dalam pekerjaan Tuhan, Tuhan selalu melihat pada dasarnya.

Yusuf diangkat menjadi penguasa seluruh rumah tanggaPotifar, walau dia hamba. Jika saudara diangkat menjadi penatua, gembala, majelis, atau apa saja, posisikan dirimu menjadi hamba! Dahulu kita hamba dosa, kata rasul Paulus, sekarang kita menjadi hamba Kristus! Kita jangan lupa posisi ini, namanya hamba pasti senang bekerja.Yesus membuktikan pada waktu malam (Yohanes 13) Dia ikat pinggangnya, turun dan mencuci kaki murid-murid-Nya. Dia katakan: “Engkau tahu dan menyebut Aku tuan tetapi Aku menjadi contoh.” Seringkali kita lupa, kita mau menjadi hamba Tuhan tetapi hamba yang dihargai, jika tidak dijemput marah, “Saya ini pendeta!” Sebenarnya kita ini hamba yang tidak ada apa-apanya.

Selanjutnya Yusuf difitnah, kedudukannya turun lagi, bahkan menjadi narapidana. Tuhan menyertai dalam keterpurukannya, kondisinya buruk tetapi tidak buruk dalam rohaninya. Mungkin secara fisik tidak kelihatan Tuhan besertanya, tetapi sebagai seorang narapidana hasil kerjanya membuktikan Allah besertanya. Allah itu damai sejahtera, Allah itu tidak bersungut-sungut, Allah itu mahakuasa. Allah menjadikan semuanya ada, dan apa yang Allah kerjakan dalam 6 hari semuanya begitu indah. Mimpi Yusuf yang pertama, terkait dengan penciptaan hari ketiga : Tumbuh-tumbuhan. Mimpi yang kedua terkait penciptaan hari keempat : Matahari, bulan, dan bintang. Jadi sebenarnya Tuhan sudah atur, sesudah itu baru binatang dan sampai pada manusia yang membutuhkan makan. Manusia tidak diciptakan untuk makanan binatang, manusia diciptakan untuk memakan gandum. Itu makanan kita! Itu sebabnya kita harus kembali apa kata Alkitab. Apakah tidak boleh makan daging? Boleh saja, Tuhan berkata makan saja, tetapi jangan berlebihan,itu yang salah.Rasul Paulus berkata, “Jika saya makan daging dan orang lain tersinggung, saya akan berjanji seumur hidup tidak akan makan daging lagi. Karena saya tidak mau menjadi sandungan buat orang lain”. Itu keyakinan rasul Paulus ditulis dan dikanonisasi dalam Alkitab. Itu sebabnya kita mau belajar.

Yusuf harus menerangkan mimpi dua orang temannya yang sangat berbeda kondisinya. Yang satu seorangjuru roti (makanan) satunya juru minum, hal makan minum. Yang satunya hidup dan diangkat kembali, satunya dihukum mati. Sekarang saya bisa menguraikan karena sudah membaca ceritanya, saya menambahkan saja,juru minuman melihat buah anggur yang masak dan dia peras lalu diberikan kepada Firaun. Saya berpikir dalam hati : Andai kepala juru roti bermimpi rotinya diberikan kepada Firaun, dia tidak mati.” Tetapi makanan untuk Firaun justru dibiarkan dimakan habis oleh burung-burung, berarti Firaun kelaparan. Perihal makanan dan minum, Tuhan mau kitajujur apa adanya, karena kerajaan Allah bukan sekadar makan dan minum. Kita harus memberikan pengertian yang jelashari-hari ini, karena banyak orang Kristen sudah lupa! Karena berkatnya banyak maka soal makan dan minum kurang hati-hati. Yesus mengatakan untuk akhir zaman ini :

Lukas 21:7 – 9, 34 Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."....... "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.

            Bulan menjadi merah, terjadi gempa bumi, Tuhan segera datang. Orang Kristen bingung: “Kapan Tuhan angkat?” Tuhan Yesus katakan: “Belum.” Itu baru permulaan, pada ayat 34 :

Lukas 21:34-36 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

            “Apakah boleh pesta pora?” Boleh tetapi firman Tuhan mengajarkan kita untuk sedikit menahan supaya kita dapat berdiri di hadapan Anak Manusia. Yusuf adalah gambar bayang Kristus. Yusuf konsisten, mengatakan ya apabila ya, dan tidak apabila tidak, dia menjadi perdana menteri seumur hidup yang mengurusi sandang pangan, papan, dan pemerintahan. Siapa yang nanti akan menjadidistributor pangan sedunia jika bukan Yesus? Yesus Roti Kehidupan, hanya Dia yang bisa menjamin penghidupan dan kehidupan manusia. Siapa yang akan memimpin kerajaan dunia ini? Hanya Yesus! Dia akan menjadi Raja segala raja, yang akan memimpin sampai kekal. Yusuf hanya bayangan tetapi kita bisa melihat bagaimana dia berkata keras kepada saudara-saudaranya, dengan bijaksana menghukum saudara-saudaranya untuk bertobat. Yesus juga berkata keras, penghakiman akan dimulai dari rumah Tuhan.

Rasul Petrus mengatakan, penghukuman dan penghakiman, dimulai dari rumah Allah. Siapakah rumah Allah? Saudara dan saya! Jika kita diberkati kemudian berfoya-foya melampiaskan hobby kita, firman Allah berkata nanti harus dipertanggungjawabkan pada waktu penghakiman terakhir. Yusuf benar-benarmenghakimi, dia mempunyai hak untuk membuat kakaknya tinggal di penjara, sampai beberapa tahun, sementara kakak yang lain pulang. “Jika engkau tidak membawa adikmu datang, kakakmu tidak keluar.” Yang akan dihakimi untuk penyucian adalah gereja Tuhan dulu, bukan orang kafir. Kita membaca :

1 Petrus 2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

            Kita harus tahu bagaimana sebagai pengikut Tuhan ;

1 Petrus 4:12-19 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

            Penghakiman itu akan terjadi. Yusuf menjadi perdana menteri, hakim yang menguasai seluruh negara Mesir dan sekitarnya karena dia sebagai distributor satu-satunya, menghadapi 7 tahun paceklik yang sangat hebat, lebih hebat dari 7 tahun kemakmuran yang sebelumnya. Itu akan terjadi pada akhir zaman ini, yaitu penghakiman. Tetapi orang-orang di dalam keluarga Yusuf, akan diselamatkan sekalipun harus mengalami suatu proses penyucian. Mengapa Yusuf merupakan gambar bayang Yesus? Karena dia sebagai perdana mentri yang berhak mengadakan penghakiman dan mempunyai wewenang menjadi distributor sandang pangan. Yesus satu-satunya Roti Kehidupan. Kita tidak perlu bimbang, waktu Yesus memberi makan 5000 laki-laki dengan 5 ketul roti, sudah membuat orang Yahudi menjadikan Dia raja. Baru 5000 orang saja, tetapi Tuhan Yesus tidak mau menjadi Raja oleh sebab makanan jasmani! Tuhan mau menjadi Raja segala raja untuk persoalan yang kekal. Itu sebabnya Yesus menolak. Dia pergi dan menyampaikan apa adanya, “Akulah Roti Hidup,” kita semua tahu terkait dengan perjamuan Tuhan dan Tuhan menjanjikan Dia akan datang kembali dan akan menghakimi semua manusia dengan adil dan bijaksana.

Kita melihat waktu Yusuf memberikan penjelasan kepada dua sahabatnya dengan tepat dan adil. Pada teman yang nanti akan dihukum mati, sepertinya Yusuf sudah mulai membuktikan kemampuan untuk menjelaskan mimpi yang dari Tuhan. Tuhan mau pakai saudara dan saya dalam hal menyelesaikan masalah di dalam gereja. Seharusnya tidak boleh persoalan anak Tuhan di dalam gereja masuk pengadilan. Saya sangat bangga membaca kisah Yusuf, karena hanya dia yang mampu, semua menteri-menteri bahkan Firaun tidak mampu. Firaun mengatakan: “Kamu mengatur semuanya, keluarga saya, kerajaan saya, bedanya saya yang di atasmu, itu saja.” Itu berarti Yusuf diberi wewenang, semuanya dimulai dari menyampaikan kebenaran. Engkau akan hidup, engkau akan mati, maka sesungguhnya Yusuf memberikan suatu gambar bayang tentang Kristus. Dia akan menghakimi. Apakah kita takut? Karena rumah Tuhan akan lebih dulu dihakimi oleh Tuhan sendiri. Karena itu saya katakan: “Jika ada masalah dalam rumah tangga orang Kristen, harusnya diselesaikan di dalam gereja sendiri.” Rasul Paulus menegur jemaat Korintus karena memasukkan perkara yang remeh pada pengadilan dunia. Kita membaca :

1 Korintus 6:1-2 Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus? Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?

                Kita adalah orang-orang kudus, Tuhan sendiri yang menyebutnya, masakan kita menolaknya yang berarti kita tidak percaya kurban Tuhan.Jika memang sebagai gembala maka akuilah, jangan pura-pura namun berkeras ingin dianggap gembala. Itu sebabnya Rasul Paulus marah,“tidakkah kau ketahui bahwa orang kudus akan menghakimi dunia dan malaikat.”

 

1 Korintus 6:2-5 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti? Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari. Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat? Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?


           
Sesuai Firman Tuhan kita dapat menghakimi malaikat bahkan yang berada di sebelah kita, yang selalu menolong. Kita bisa melaporkan kepada Tuhan bahwa malaikat ini bertindak tidak baik.Tuhan berkata bahwa kita akan menjadi raja bersama Tuhan. Jangan kita tidak percaya dan berkata bahwa kita tidak layak menjadi raja, ini adalah suatu penghinaan pada kurban Kristus. Dia berkurban supaya kita menjadi raja, menjadi anak-anak Allah. Jika kita bukan anak Allah maka anak iblis. Dahulu saya anak iblis namun sekarang saya anak Allah sehingga konsekuensinya adalah saya harus berhati-hati menyandang nama Allah. Karenanya kita harus bisa mengurus perkara-perkara biasa seperti yang dikatakan dalam Korintus.

 

Saya mau belajar menjadi berani, karena keberanian bukan berasal dari saya sendiri namun Tuhan yang sudah berani lebih dahulu. Dia berani mengakui saya dihadapan Bapa, Dia mati untuk pribadi saya. Kita bukan mengaku-ngaku sebagai anak Allah namun ini sesuai kenyataan bahwa kita memang anak Allah. Ini bukan soal arogan tetapi inilah kebenaran, terkadang kita sebagai orang Kristen karena budaya kita, takut dianggap sok atau arogan. Berbahaya jika kita tidak berani mengakui Yesus sebagai juruselamat di hadapan dunia sebab Tuhan juga akan malu mengakui kita. Jangan sampai Tuhan tidak mengakui kita sebagai anak-Nya karena perbuatan kita sendiri yang tidak mengakui-Nya.

1 Korintus 6:5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?

 

Kristus memiliki hikmat sehingga kita juga seharusnya berhikmat terutama dalam menyelesaikan permasalahan. Tidak perlu dengan kekerasan atau pengadilan sebab ini memalukan. Bukan karena sok hebat namun justru kita harus berani sebab hikmat itu datang dari Tuhan. Roh Kudus adalah Roh Hikmat.

 

1 Korintus 6:6-8 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya? Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?
Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.

 

Yusuf memang bukan orang Mesir tetapi dia dipakai untuk mengatur kesejahteraan bangsa Mesir. Dia bisa karena dari awal sudah berlaku adil dan jujur. Mulai saat ini kita harus belajar jujur di manapun dan kepada siapapun walaupun memang jujur itu tidak gampang. Tuhan tidak memaksa kita menjadi hakim tetapi saya mau menjadi hakim karena memang inilah kebenaran. Pada Wahyu 20 tertulis bahwa yang duduk di atas tahta putih adalah manusia dan semua manusia akan menghadap orang itu, hanya Dia yang berhak untuk membuka setiap buku Kehidupan. Dia adalah manusia, Allah yang menjadi manusia yaitu Yesus.

Kisah para Rasul 17:28-31 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."

Penginjilan harus sampai ke semua tempat karena Dia telah menetapkan satu hari yaitu pada Wahyu 20, dimana ada tahta putih, akan muncul “seorang” yang telah ditentukan-Nya. Siapa yang dibangkitkan yaitu Yesus.Dia sekarang adalah manusia sempurna sebab Dia memang Allah. Allah, Firman mencintai kita manusia berdosa sehingga rela untuk ber-inkarnasi menjadi manusia. Bahwa nanti Dia datang seperti saat Dia bangkit, bisa dipegang oleh Maria, bisa dicucuk tangan-Nya oleh Thomas, Dia bisa makan ikan goreng, Dia bisa raib atau muncul secara tiba-tiba. Itulah Yesus.

Telah ditentukan bahwa yang bangkit dari kematian hanya Yesus. Lazarus atau anak Yairus pernah bangkit namun akhirnya mati lagi. Kebangkitan orang-orang mati saat Yesus mati di salib juga pada akhirnya mati lagi. Tetapi dalam Roma dikatakan bahwa Yesus yang bangkit tidak akan mati lagi, Dia memiliki tubuh kebangkitan yang mulia, menjanjikan saya dan saudara memiliki pakaian atau tubuh kebangkitan yang mulia yang bisa menghakimi dunia ini, semua orang akan dihakimi dan Dia yang menjadi hakim. Yesus berkata dalam Yohanes 5 :

Yohanes 5:16-27 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat. Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga." Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.

 

Dia adalah Anak Manusia, yang akan duduk di tahta putih adalah Allah Putra sebab Dia adalah manusia. Dia menderita, Dia alami pencobaan karena kita tetapi Dia tidak pernah berbuat dosa. Sebagai manusia Dia tahu apa itu godaan, pujian, ejekan, nista, fitnah, semua telah Dia alami supaya kita yang tidak mampu dan telah gagal dapat dibenarkan oleh penebusan-Nya. Yusuf hanya bayangan saja tetapi Yesus adalah wujud-Nya sebab Dia yang kita nantikan, Dia yang terbesar dan terindah. Saat Imam Besar menanyakan apakah Dia memang Anak Allah, Yesus menjawab “sesuai perkataanmu.” Itulah sebabnya Yesus dibunuh, disalib. Yesus jujur, “engkau mengatakan bahwa Aku adalah Anak Allah, memang Aku adalah Anak Allah, tetapi Aku juga adalah Anak Manusia yang diberi hak, diberi wewenang untuk menghakimi.” Begitu pula kita diberi wewenang bersama Dia untuk menghakimi dunia dan malaikat, maukah kita?

Seandainya Yusuf tidak memiliki jiwa pengampun maka dia bisa saja membuang saudara-saudaranya yang telah menyakitinya. Mudah sekali berbuat itu karena kakak-kakaknya tidak ada yang tahu jika itu adalah Yusuf, Yusuf berbahasa Mesir sedang kakak-kakaknya berbahasa Ibrani. Kita tidak tahu Yesus sebab kita bukan orang Ibrani, tidak berbahasa Ibrani atau Yunani. Tetapi Tuhan ijinkan bahasa-Nya diterjemahkan supaya Dia bisa menyatakan bahwa Dia adalah Yesus, Anak Manusia, Raja di atas segala raja, Dia-lah yang sudah mengampuni manusia dan telah datang. Karenanya Ibrani telah menyatakan dengan jujur bahwa Musa setia dalam rumah Allah namun ada yang lebih setia yaitu Yesus. Dia setia pada rumah-Nya, yaitu saya dan saudara. Sebab kita akan dihakimi, maka kita harus segera dikuduskan dari hari ke hari sehingga kita bisa datang menghampiri Tuhan.

Saya bersyukur banyak ayat-ayat yang mendukung tentang Yusuf ini, sekali lagi Yusuf hanya gambar bayang sedang wujudnya adalah Yesus. Yusuf menjadi perdana menteri sedang Yesus adalah raja segala raja. Jika Yusuf bisa mendistribusikan bahan makanan dalam beberapa tahun maka Yesus adalah roti kehidupan yang tidak pernah habis. Yusuf mengampuni kakak-kakaknya namun Yesus dengan darah-Nya sendiri menebus kita semua. Dia membuka jalan agar kita sebagai rumah-Nya bisa datang mengambil perjamuan suci ini.

Ibrani 10:19-25 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.  Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

 

“Hari Tuhan yang mendekat” berarti dunia, malaikat dan manusia akan dihakimi, kecuali kita yang telah bertobat. Kita bergabung menjadi anak-anak-Nya, akan menjadi raja bersama Dia untuk menghakimi dunia, malaikat dan manusia bahkan menghakimi bangsa Yahudi. Saya percaya hal ini dimana cikal bakalnya ada pada Yusuf, dengan adanya Yusuf maka keluarga Yakub bisa selamat, karena di dalamnya ada benih yang akan disediakan, yaitu munculnya Kristus. Itu sebabnya saya secara pribadi sangat gemar membaca Alkitab. Satu perkara yang harus kita ketahui adalah dalam kondisi apapun kita tetap anak-anak Allah dan tidak akan mengalami kekecewaan walau dunia ini mengecewakan. Tuhan beserta kita.

Amin.