Pendalaman Alkitab Kitab KEJADIAN

 

Jumat, 30 September 2016

Pdt. Paulus Budiono

 

Shalom.

Kita akan kembali membaca : 

Kejadian 39 : 1 –6 Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.  Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. 

Dalam pasal 39 ini sampai 5x  Tuhan berkata menyertai Yusuf  yang masih  berumur 17 tahun bahkan sampai masuk dalam penjara. Kapan dia masuk penjara kita tidak tahu, yang kita  baca adalah tentang godaan istri Potifar dan dia difitnah, memang tidak bisa menghindar karena bukti pakaian yang ditinggalkannya sehingga dia harus masuk dalam penjara raja.

Tuhan katakan kita harus cinta firmanNya siang dan malam. Bagaimana caranya? Rupanya Tuhan pimpin lewat suatu desakan untuk membaca seluruhnya dan tanpa sadar saya sendiripun tidak tahu kapan mulainya bersama dengan istri dalam percakapan-percakapan kita muncul cerita-cerita Firman Allah yang terus dan selalu kami baca. Memang kami berdua merasakan ada satu keubahan dibanding tahun-tahun lalu di mana saya sibuk membaca Firman disaat saya mau berkhotbah, setelah itu Alkitab diletakkan.Saya katakan ini bukan karena lebih rohani, tidak. Ini harus menjadi kerinduan setiap anak Tuhan karena kita anggota tubuh Kristus. Tidak ada ayat mengatakan bahwa pendeta harus lebih banyak membaca Alkitab dari jemaat.

Dalam anggota tubuh tidak ada satu tempat yang harus mendapat vitamin lebih banyak daripada anggota yang lain, itu bisa bahaya. Jika mulut terlalu banyak vitamin, mulutnya akan membesar, sementara tangan kaki yang tidak mendapat vitamin akan kurus kering, akan seperti monster.Pendeta mulutnya besar dan kaki tangannya kecil.Ini yang saya bersama istri pernah alami. Akhirnya jika ada suatu pelayanan kita tidak perlu tegang, stress. Kadang tiba-tiba ada halangan yang harus kita hadapi, dahulu saya langsung tolak, tetapi sekarang kita hadapi saja.

Kemarin ada peristiwa yang indah sekali dan menjadi suatu kesaksian sederhana. Gigi saya goyang maka saya harus kedokter gigi, tetapi dokter gigi tidak ada waktu lain kecuali hari ini pukul 11.30. Jika dahulu saya tidak mau karena harus persiapan khotbah. Saya datang ke dokter gigi pukul 11.00dan harus menunggu sampai pukul 12.30 baru masuk dan masih harus menunggu 30 menit lagi. Akhirnya keluar dari dokter gigi sudah hampir pukul 14.30, tiba di rumah pukul 15.00 dan makan. Tetapi dalam hati ini terus muncul firman kitab Kejadian yang saya renungkan mengapa Engkau menyertai Yusuf ? Ini saya katakan supaya menjadi suatu sharing pada malam ini, sesuatu yang membuat saya senang, tidak tahu bagaimana perasaan saudara karena ini model PA yang lain.

Orang yang disertai Tuhan pasti menjadi berkat buat orang lain. Karena ayat mengatakan waktu Yusuf di Mesir, sebagai budak, apa yang dikerjakannya berhasil dengan baik sebab Tuhan selalu menyertainya.Tuannya merasa puas menerima hasil kerja yang maksimal dari Yusuf.  Jika kita disertai Tuhan, kita harus merindukan apa yang kita kerjakan menjadi berkat buat orang lain. Saudara boleh jabarkan untuk pribadimu, jika pribadimu seorang istri maka pekerjaan yang dipercayakan oleh suami kerjakandengan baik maka suamimu akan mengatakan : “Ma, kamu sungguh disertai Tuhan, bisa menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik, saya sendiri mungkin tidak akan selesai”. Itulah hasil kerja orang yang disertai Tuhan. Saya harus katakan sekali lagi bahwa  orang yang disertai Tuhan pasti membuat orang lain diberkati. Apakah orang itu tidak senang dengan saya ataukah senang dengan saya, maka saya yang disertai Tuhan harus bisa menjadi berkat. Yusuf adalah contoh budak yang disertai Tuhan, pasti berhasil.

 Apakah Tuhan baru menyertai Yusuf setelah berumur 17 tahun? Setelah saya selidiki dan yakini, Yusuf pada akhir hidupnya membutkikan bahwa imannya tetap kokoh pasti ada awalnya. Kapan awal dari imannya? Saya sudah katakan bahwa dia mengikuti iman bapaknya dan bapaknya ikut Opanya serta kakek buyutnya Abraham. Jadi ini berurutan. Jika kita mempunyai iman seperti Abraham maka kita juga dihisap sebagai keturunannya dan kita juga mendapat berkat. Bagaimana membuktikan kita mendapat berkat jika tidak menjadi berkat bagi orang lain? Baik itu dari perbuatan, pandangan, pemikiran yang baik dan sebagainya. Yusuf pada akhir hidupnya memikirkan yang akan datang, satu nubuatan dengan imannya bahwa kalian pasti disertai Tuhan. Ini ucapannya untuk keluar dari Mesirdan kembali ke tanah Kanaan, imannya tidak berhenti di Mesir tetapi akan membawa bangsa dan keluarganya untuk kesana.

Yusuf pada umur 17 tahun sudah harusmandiri dalam situasi kondisi yang sangat tidak enak. Sebenarnya penyertaan Tuhan yang ditulis ini sudah ada pada kehidupan Yusuf yang terkait dengan nama Tuhan, Yahweh, yaitu dari orangtuanya. Orangtuanya pastibercerita apa yang terjadi pada zaman nenek moyangnya. Itu merupakan suatu hal yang sangat logis yang tidak perlu diperbantahkan karena iman Yusuf selalu melihat iman orangtuanya terutama dari ayah dan ibunya sebab ayah dan ibunya suka menyebut nama Tuhan. Ini penting.

Mengingat lagi kisah ketika Adam kehilangan Habel, sementara Kain diusir oleh Tuhan. Selanjutnya Alkitab menuliskan Adam dan Hawa dengan penuh cinta berhubungan intim  lahirlah Set. Adam melihat anaknya itu seperti dia dan menamakan Set. Tetapi Hawa lain, waktu  mengandung dan melahirkan anak dia katakan ini Set, pengganti Habel, bukan pengganti Kain. Dua orang ini sepertinyaberbeda pendapat, tetapi kita lihat disini suami-istri begitu indah karena mulai mengingat imannya Habel,Ibrani 11, 12 mengatakan dengan iman Habel mempersembahkan yang lebih baik dan Yesus lebih lagi. Selanjutnya Set menikah dan melahirkan seorang anak dinamakan Enos. Kejadian pasal 4, menuliskan pada waktu itulah manusia menyeru nama Yahwe. Belum ada Musa, belum ada Abraham tetapi nama TUHAN dalam bahasa Ibrani = YHWH, mulai diserukan. Jangan sia-siakan menyeru nama Tuhan!

Tuhan mengatakan : “Jika engkau berseru dalam namaKu, apa saja yang kau minta akan Aku berikan kepadamu, BapaKu akan memberikan kepadamu, mintalah dalam Yesus”, apakah kita masih malu mengaku Yesus? Mengaku nama Yesus di muka umum saat makan kita tidak berani berdoa, takut orang di kiri dan kanan yang tidak percaya nanti tersinggung, padahal yang menyelamatkan kita adalah Yesus Tuhan kita. Kita bisa menyebut nama orang-orang hebat, nama Presiden dan lain-lain, padahal nama Yesus adalah nama diatas segala nama. Dari Enos  mulai berseru dan akhirnya hilang lagi sampai pada zaman Nuh mulai ada lagi. Kemudian Tuhan panggil Abram dan itu sudah kita pelajari.

Waktu Yusuf lahir, Rachel ibunya yang harus menunggu 14 tahun baru mendapat anak mengatakan : “Tuhan, Yahweh”, dia menyebut :” aku minta Engkau berikan satu anak lagi”, maka namanya Yusuf. Yusuf artinya : tambah lagi satu. Kita membaca :

Kejadian 30: 20-24  Berkatalah Lea: "Allah telah memberikan hadiah yang indah kepadaku; sekali ini suamiku akan tinggal bersama-sama dengan aku, karena aku telah melahirkan enam orang anak laki-laki baginya." Maka ia menamai anak itu Zebulon.  Sesudah itu ia melahirkan seorang anak perempuan dan menamai anak itu Dina. Lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya. Maka mengandunglah Rahel dan melahirkan seorang anak laki-laki. Berkatalah ia: "Allah telah menghapuskan aibku." Maka ia menamai anak itu Yusuf, sambil berkata: "Mudah-mudahan TUHAN menambah seorang anak laki-laki lagi bagiku."

Allah mendengarkan permohonan Rahel yang tak putus-putus berdoa, serta membuka kandungannya.  Tuhan memiliki kuasa sampai hari ini tetap tidak berubah. Saat Musa berjumpa Allah, Musa bertanya, “Siapakah nama-Mu?” Dia katakan, “Aku ada yang Aku ada (maksudnya Aku adalah Aku).” Itu Yahwe kemudian Allah mengatakan dalam 10 hukum, pada hukum yang ketiga : jangan menyebut Yahwe Allah Tuhanmu dengan sia-sia. Itu membuat penafsiran yang keliru dari bangsa Israel, merekamenjadi takut, bukan justru ingin menyebut nama Tuhan untuk menyenangkan Tuhan. Akhirnya, mereka terjebak dalam banyak nama Baal dan lain sebagainya tetapi kita melihat pada zaman Enos, nabi Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf di mana ada ibunya, tidak ada yang mengajar tetapi dia mengikuti suaminya Yakub.

Jika kita mau melihat anak kita disertai Tuhan, diberkati dan menjadi berkat, kita harus lebih dulu membuktikan supaya anak itu bisa melihat di dalam ayah ibunya memang ada Tuhan. Tuhan yang berkuasa mempersatukan nikah, memberi kemenangan waktu musuh datang. Abraham menyelamatkan Lot, Ishak mengalah musuh dan semakin diberkati. Yakub rela ditipu  mertuanya tetapi semakin diberkati. Yakub berkata pada mertuanya, “Kalian diberkati karena aku.” Potifar menyukai Yusuf, sebab kerjanya beres, bukan hanya mulut yang berbicara tetapi kerjanya cekatan. Jangan hanya pintar berbicara bahwa Tuhan beserta tetapi tidak mau berkerja, hanya menyuruh dan memerintah orang lain. Bukti kita disertai Tuhan adalah menjadi berkat, apakah orang lain senang? saya tidak tahu. Seperti Yusuf, dia bermimpi, kakak-kakaknya tidak senang karena mimpinya seolah-olah memojokkan mereka yang nanti akan menjadi di bawah.

Jangan takut menyampaikan sesuatu yang benar. Kita menjadi berkat karena lebih dulu diberkati kata 1 Petrus 3. Rachel memohon semoga Yahwe memberi aku satu anak lagi, maka namanya Yusuf. Yusuf pasti mendapat cerita banyak dari ayah dan ibunya, bahwa mereka sudah menunggu lama anak yang sangat dicintainya, bagaimana ayahnya juga menyebut tentang Tuhan yang menyertai langkahnya menghadapi banyak rintangan tetapi berkat itu terus bertambah.

Penyertaan Tuhan dalam Kejadian 39 ada dua fase, yang pertama : di dalam rumah Potifar maupun di luar di ladang, Semua ada bukti penyertaan Tuhan. Potifar mengakui dan melihat bahwa ini luar biasa, sangat nyata dinikmati olehsemua orang. Pada zaman Yusuf tidak ada Alkitab dan tidak mungkin bisa melihat Tuhan tetapi mengapa Musamenulis kisah ini  sampai lima kali dalam Kejadian 39? Yahwe menyertai sampai orang lain melihat dan merasakan berkat itu.

Saya merenungkan apakah orang yang tidak mengenal Yesus bisa menjadi berkat? Apakah itu bukan penyertaan Tuhan? Jika ada orang yang tidak mengenal Yesus, dia memiliki pekerjaan yang baik dan menjadi berkat, apakah orang itu disertai Tuhan? Saya ingin saudara menjawab sendiri. Saya kembali pada Perjanjian Lama, waktu itu tidak ada Yesus, tidak tahu tentang Roh Allah. tidak ada istilah agama Kristen, mereka hanya tahu tentang Yahwe, tetapi Alkitab Perjanjian Lama mengatakan Allah menyertai dan memberkati Yusuf sehingga Yusuf menjadi berkat. Pemikiran saya jika orang yang tidak mengenal Yesus bisa begitu ramah, jujur, suka menolong, kira-kira kebaikannya karena apa? Karena agamanya atau karena anugerah Tuhan? Saya pribadi mengatakan itu adalah karya Tuhan dalam hidup orang itu. Mengapa saya mengatakan dan percaya itu? Karena manusia adalah ciptaan yang segambar dengan Allah. Ini yang saya yakini. Sekalipun dikatakandalam Roma : manusia kehilangan kemuliaan Allah tetapi dia tetap manusia yang mempunyai hati nurani. Rasul Paulus mengatakan kepada bangsa kafir : bahwa kamu dahulu bangsa kafir yang tidak punya pengharapan, tidak mengenal Allah.

Efesus 2: 8-12Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

            Bangsa Yunani, orang Efesus di sini tanpa Allah, Kristus, atau Yesus mereka hidup memakai hukum apa? Surat Roma juga untuk bangsa kafir menunjukkan hukum mereka adalah hati nurani mereka.

Roma 2: 12-14Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat. Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.

            Dalam Roma 4 dikatakan Abraham dibenarkan oleh sebab Taurat atau sebelum hukum Taurat? Paulus menjawab sebelum ada hukum Taurat. Jadi, pada waktu Abraham percaya bukan karena melakukan hukum Taurat lalu Allah memilih dia. Dia bangsa kafir yang hanya percaya saja lalu dibenarkan. Kita semua bangsa kafir. Setelah bangsa Israel  menjadi pilihan Allah lama kelamaan bangsa-bangsa di sekitarnya terpecah belah akhirnya disebut kafir. Bangsa kafir mempunyai hukum dari mana? Bangsa Indonesia, Cina, Jepang muncul, mereka memakai hukum dan peraturan apa? Maka sesungguhnya adalah peraturan dari dirinya sendiri.

Roma 2:14-15 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.

 

            Melakukan seperti yang dituntut hukum Taurat misalnya, “Kamu tidak boleh, itu istri orang lain”. Mereka tidak memiliki hukum Taurat jangan berzinah tetapi hati nurani mereka mengatakan jangan, itu istri orang lain, jika mau menikah  dengan seorang gadis. Itulah caranya, artinya begitu.

Roma 2: 15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka

            Jangan marah,jangan memukul orang lain. Mereka tidak memiliki hukum Taurat. Mengapa orangtua bisa mengatakan jangan membenci, mari berdamai. Karena hati nurani manusia yang merupakan ciptaan Allah. Saya berpikir mengapa orang mengatakan ini filosofi orang Yunani, Roma, Cina, mengapa masing-masing punya filosofi sendiri tetapi hampir sama? Orang atheis tidak percaya ada Allah yang menciptakan manusia. Mengapa etnis Tionghoa, Jawa, Amerika yang sangat berbeda tetapi filosofinya hampir sama? Jika misalkan manusia dari kera, seharusnya filosofinya berbeda. Di sini saya lebih diyakinkan ada Sang Pencipta. Hanya satu manusia diciptakan itulah Adam. Dari Adam Tuhan menciptakan wanita. Itu sebabnya ada kesamaan perasaan, tujuan, itu sebabnya dikatakan hukum Taurat itu bekerja di dalam hati.

Roma 2: 15  Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka

            Isi hukum Taurat tertulis dalam hati. Sekarang kita diminta membuka hati, Roh Kudus mengukirkan firman Allah dalam loh hati kita tetapi seringkali orang Kristen justru melupakan hatinya tidak diukir oleh firman-Nya tetapi diukir hal lain. Selain firman Allah jangan ada satu goresan lain yang menggoresi hati kita. Karena Tuhan mau hati kita hanya untuk Firman Allah, dari sinilah muncul segala sesuatu yang indah. Itu sebabnya  dikatakan, “..dan suara hati mereka turut bersaksi.” Tuhan memberi kita kemampuan untuk berpikir, orang zaman dahulu pandai menimbang, lalu ditulislah filosofi, itu untuk bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.

 

Roma 2:16Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.

Kejadian 30 adalah mulai muncul nama Yusuf sampai pasal 50, menceritakan tentang Yusuf seutuhnya. Dari umur 0 sampai 17, dia bersama orangtuanya, seperti tahapan anak sekolah dari TK sampai universitas. 17 tahun sampai 30 tahun merupakan ujian. Luluskah saat mengalami godaan seks? Luluskah menghadapi godaan kebebasan untuk memiliki semua milik Potifar? Luluskahsaat melayani orang-orang tahanan? Umur 30 tahun sampai akhir hidupnya merupakan praktek. Praktek di dalam rumah tangga, masyarakat, lebih jauh bukan hanya di Mesir tetapi seluruh Kanaan, hingga daerah-daerah yang mengalami kelaparan.Yusuf dari lahir sampai 17 tahun benar-benar dididik. Zaman dahulu belum ada sekolah, yang bisa mendidik hanya orangtuanya! Seharusnya kakaknya tetapi kakak-kakaknya tidak bisa mengajar, justru Yusuf harus menyatakan kesalahan abangnya. Itu merupakan satu peringatan untuk kita kakak-kakak rohani supaya menjadi contoh yang baik bagi adik-adik rohani yang masih baru dalam penggembalaan. Kakak harus menjadi contoh bagaimana menggembalakan domba-domba. Imam-imam, penatua, majelis harus menjadi contoh bagi adik-adik yang baru, bukan mencari kesalahan. Siswa-siswi semester akhir harus betul-betul menjadi contoh yang baik.

Alkitab memberi kehidupan, kekuatan dan koreksi bagi kita. Tidak selalu harus menunggu pendeta berkhotbah baru kita mau dikoreksi, itu terpaksa dan dipaksa. Kita harusmembaca sendiri, koreksi sendiri, maka kita akan menjadi berkat buat orang lain yang melihat keubahan kita. Kita bisa melihat keubahan Yusuf, dia rela kehilangan status sebagai anak danmenerima status budak dari bangsa lain, suatu kondisi yang tidak gampang tetapi bisa dilewati karena Tuhan menyertainya. Tuhan melihat kerja kita apakah terpaksa atau rela. Ketika kita mengeluarkan uang, berkorban untuk KKR Bali minggu depan, bagaimana respon kita? Belum lagi November di Jayapura, Desember bersama BPP ke Balikpapan. Kami senang, memang melelahkan tetapi mari kita berdoa supaya penyertaan Tuhan betul-betul ada bersama kita.

Sekarang kita masuk dalam fase ujian. Yang ingin saya tekankan adalah Tuhan selalu menyertai Yusuf. Kapan Tuhan menyertai saya? Kadang kita justrumenjadi kurang percaya. Dalam Perjanjian Lama mengatakan Allah menyertai Yusuf dalam beberapa kasus, kita juga akan menerima janji Tuhan menyertai kita yang sedang menyelidiki kitab Kejadian. Bagaimanapun keadaan Yusuf, tidak ada ayat yang mengatakan bahwa dia kecewa pada Tuhan, tidak seperti Ayub yang kecewa dan berbantah dengan Tuhan, tetapi saya melihat Allah sangat sabar terhadap bantahan Ayub. “Engkau menciptakan aku dari debu tanah, sekarang Engkau mau membunuh aku. Itulah Engkau Tuhan!” Penderitaan Ayub diterjemahkan sebagai usaha Allah untuk membunuhnya.Masakan Allah yang baik menciptakan manusia lalu Allah membunuh manusia itu. Di dalam Yusuf ada Roh Allah. Waktu Yusuf masih kecil ia melihat dan yakin bahwa Allah beserta orangtuanya. Tanpa sadar dia juga belajar mengikuti pola hidup orangtuanya. Pada waktu dia dalam ujian, dia disertai dengan Tuhan.

Kejadian 41:32-33, 37-38 Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan segera melakukannya. Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir...... Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh semua pegawainya. Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?"

Raja Firaun, seorang bangsa kafir justru mengakui Yusuf, ia berbicara tentang Allah dan Roh Allah, itukarena hati nuraninya. Dia berkata: “Dalam Yusuf ada Roh Allah.” Perkataannya, usulnya, pandangannya, demi keselamatan bangsa bukan untuk cari nama, ataupun membuktikan bahwa dirinya orang saleh tetapi Roh Allah yang ada dalam hatinya yang berbicara. Doakan kami hamba Tuhan, jangansampai tergoda oleh situasi dan kondisi, bisa melampaui batas yang Tuhan berikan,tergoda emosi dan hilang akal,membuat Roh Kudus berduka cita karena kita dirundung oleh perasaan-perasaan negatif terhadap orang lain.Tuhan inginkan orang yang disertai Tuhan bisa memberikan kontribusi yang lebih baik. Indonesia ini gawat,begitu banyak mulut yang lapar akan firman Tuhan, sehingga mereka berkata-kata yang sangat tajam, jahat, menista. Doakan supaya setiap gereja Tuhan yang ditandai meterai Roh Kudus bisa berbicara yang baik. Yusuf adalah orang yang ada Roh Kudus di mana bangsa kafir pun bisa melihatnya. Ini yang membuat saya terkagum-kagum.

Saya teringat saat di Irian, gereja yang kami bangun tiba-tiba diperkarakan di pengadilan, mereka menuduh bahwa itu gereja mereka. Ditanya soal kelengkapan surat-surat, kita lengkap, sementara dari pihak penggugat sama sekali tidak memiliki surat.Waktu di pengadilan, saya salut pada hakimnya seorang muslim berkata : “Bapak-bapak pendeta, Alkitab mengatakan cintailah musuhmu.” Itu saja perkataannya. Relakan, Tuhan akan membalas bapak-bapak. Akhirnya Tuhan membuka jalan sehingga kami bisa mendapatkan bukan karena kebencian tetapi karena Tuhan yang atur. Tuhan menambahkan tanah sebesar 5 hektar. Peristiwa itu tidak menjadi suatu kebanggaan namun menjadi suatu pengalaman. Dan setelah masalah itu selesai Tuhan mempercayakan hal-hal lain dimanapun kami berada. Kita bisa melihat mengapa sampai Firaun bisa berkata, “Mungkinkah kita bisa mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh Roh Allah?” Berarti ada sesuatu yang berbeda pada orang yang disertai Tuhan, ada Roh Kudus. Malam ini kita mohon pertolongan Tuhan dan klaim janji penyertaan dan memberikan Roh Kudus-Nya. Kapan?

Yohanes 14:15-16, 23-24 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,....... Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

 

Bukan hanya menurut tetapi penuh hormat pada Tuhan. Ayat-ayat ini saling terkait dimana jika kita tidak cinta Tuhan maka sama dengan tidak cinta Bapa, dan hal itu akan membuat sedih Bapa Surgawi. Tuhan Yesus dan Bapa akan datang kepada orang yang mencintai dan menurut Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah milik Bapa, terlihat bahwa hal ini saling  berkaitan. “Roh Kudus Kuutus sedangkan Aku diutus Bapa, semuanya ini milik Bapa.” Jika kita tidak mencintai Firman Tuhan maka kita mendukacitakan Roh Kudus, tidak menyayangi Bapa Surgawi. Yesus berjanji jika kita mencintai Firman Tuhan maka Allah Tri Tunggal akan menyertai kita. Tidak perlu kita bertanya bagaimana cara membaca atau merenungkan Firman Tuhan, tidak ada cara-cara tertentu karena akan membuat kita terpancing pada ritual. Mungkin ada orang sembahyang sehari sampai 7 jam dan kita berpikir pasti Tuhan akan menolongnya, tidak demikian. Kita tidak perlu ikut model-model seperti itu, kita hanya ikut apa kata Firman Tuhan. Barangsiapa mencintai Firman Tuhan pasti akan menuruti Firman-Nya, perintah-Nya maka buktinya adalah Roh Kudus menyertai, Firman menyertai dan Bapa menyertai. Dan Tuhan juga berjanji pada ayat berikut :

 

Matius 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

 

Lakukan saja maka Tuhan akan menyertai sampai kesudahan zaman. Jika kita disertai orang yang kuat maka tentu kita merasa aman, apalagi jika Tuhan yang menyertai kita. Jika kita mau mencari jiwa maka Tuhan akan menyertai kita sampai pada kesudahan alam. Saudara bisa temukan mulai dari Kisah Rasul sampai Wahyu ada banyak kalimat “menyertaimu”. Hampir setiap kitab selalu diawali dan diakhiri dengan kalimat “semoga Allah dalam Kristus Yesus, dalam kasih karunia-Nya menyertai kamu.” Apalagi yang ingin dikatakan, dikeluhkan? Mungkin saudara minta tolong didoakan agar selalu disertai Tuhan. Jadi apakah selama ini Tuhan tidak menyertai kita? Mengapa kita sampai minta pada pendeta untuk mendoakan agar Tuhan menyertai padahal Tuhan sendiri sudah berjanji, bahwa dua atau tiga orang berkumpul di dalam nama-Nya maka Tuhan pasti hadir, berarti Tuhan menyertai. Maka jika Tuhan menyertai, sebagai manusia hendaknya kita sungkan jika marah-marah pada orang lain, menjelek-jelekkan orang lain karena Allah ada bersama kita, Bapa Surgawi ada di dekat kita. Tuhan Yesus ada disitu padahal Dia sudah mati untuk kita lalu kita menjelek-jelekkan sesama anak Tuhan yang juga telah ditebus oleh darah-Nya.

Kitab Wahyu diakhiri dengan kalimat, ”Kasih karunia Tuhan menyertai kamu semua.” Luar biasa sehingga Yohanes berkata kepada Tuhan untuk datang, Yohanes merasa kelegaan dan kegembiraan walaupun dia dipenjara di Pulau Patmos. Ini fakta tetapi kita seringkali menganggap Tuhan tidak menyertai sehingga kita menjadi ragu, tidak tahu bagaimana kehendak Allah sebab tidak mau membaca Alkitab. Ada persoalan nikah? Bacalah Alkitab. Ketika kami di Medan ada seorang ibu menghadapi perceraian, dia bertanya apakah nantinya boleh menikah lagi? Padahal Alkitab sudah menulis dengan jelas namun masih bertanya lagi ke pendeta, lalu pendeta memberi ayat Firman Tuhan. Rupanya ibu itu tidak terima dan pergi ke pendeta lain, kebetulan pendeta tersebut tidak mengenal Firman Tuhan sehingga memperbolehkan untuk menikah lagi, itu yang pernah kami alami. Jika kita tahu ada pendeta tidak suka membaca Alkitab maka jangan pernah bertanya pada pendeta tersebut sebab dia tidak menjawab berdasar Firman Tuhan namun dia menjawab berdasar filosofi manusia.

Sekarang gereja di Amerika, Inggris banyak pendetanya yang cerai lalu menikah lagi. Jangan saudara pikir di Inggris yang gerejanya mentereng dan organisasinya sudah sangat besar tidak seperti itu. Seorang Pendeta berbicara di sebuah gereja tentang cerai dan tidak boleh menikah lagi, ini membuat gembala gereja itu marah dan berkata kepada pendeta tadi bahwa pendeta itu sudah membuat 50% jemaatnya kecewa karena banyak jemaatnya yang kawin cerai, dan lebih parah lagi setelah diselidiki ternyata gembala itu telah tiga kali kawin cerai. Itu kondisi gereja, tubuh Kristus saat ini, dan kita ada di dalamnya. Jika kita tidak setuju maka kita harus mendoakannya bukan malah mencercanya. Ini tantangan akhir zaman, apakah Roh Kudus menyertai kita, apakah Firman Tuhan menyertai kita, apa kasih Allah menyertai kita? Tergantung bagaimana iman kita kepada Kristus. Tuhan berjanji akan selalu menyertai. Setiap kali rasul Paulus membuat surat pada awal maupun akhir selalu menuliskan bahwa Kristus menyertai kita. Mau menggunakan bahasa apalagi untuk meyakinkan bahwa Tuhan beserta kita. Bacalah Alkitab ini sebaik-baiknya.

2 Korintus 13:14 Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

Ini adalah ayat yang biasanya diucapkan oleh gembala di akhir ibadah,Tuhan memakai dan mengurapi rasul Paulus untuk menyatakan hal ini yaitu yang menyertai adalah Yesus Kristus, Allah Bapa dan Roh Kudus, tetapi seringkali ada jemaat yang keluar lebih dahulu maka tidak akan mendapat apa-apa. Ini adalah Firman Allah bukan hanya perkataan pendeta.Maaf jika saya katakan bahwa Allah tidak menyertai mereka yang pulang lebih dulu. Ini penting sebab ini adalah didikan melalui PA supaya kita menjadi dewasa, ibadah ini bukan menjadi tradisi saja tetapi kita berjumpa dengan Tuhan dan pulang disertai Tuhan, itu sebabnya saya tertempelak  dan menyadari mengapa rasul Paulus selalu menuliskannya, mulai surat Roma sampai surat Filemon diawali dengan kasih karunia menyertai dan ditutup dengan kasih karunia menyertai.

Saya dan istri belajar untuk tidak tertipu nafsu daging, tertipu oleh roh-roh lain tetapi agar Roh Allah ada di dalam diriku. Jangan mendukakan Roh Kudus, turutilah apa yang diinginkan Roh Kudus. Cintailah Firman karena Dia diutus untuk memuliakan Kristus, memuliakan Firman Allah. Ketika kita membaca Firman kita bisa berterimakasih karena Firman Tuhan begitu mulia sedangkan kita begitu bobrok dan kotor, hanya berasal dari debu tanah. Allah yang mahakudus, Firman yang tanpa salah, Roh Kudus yang adalah Allah mau tinggal di dalam diri kita. Kita harus bersyukur, adanya Roh Allah, Firman Allah, Kasih Allah di dalam hidup kita  membuat kita diubah dari yang nafsani menjadi yang rohani. Dari yang sementara menjadi yang kekal. Tuhan menyertai kita semua.

Amin.