Pendalaman Alkitab Kitab KEJADIAN

Jumat, 02 September 2016

Pdt. Paulus Budiono

 

Shalom.

Terimakasih untuk doa rekan-rekan hamba Tuhan dan semua yang hadir. Saya mendapat kemurahan Tuhan untuk berbicara dalam PA ini,dengan segalaketerbatasan saya supaya Firman Tuhan betul-betul menghidupi kita. Ada suatu kerinduan membagi berkat kepada orang yang berjumpa dengan kita karena kita sedang mempelajari iman Abraham,Ishak dan Yakub pada hari-hari  yang lewat dan sekarang kita mulai menekuni iman YusufMengapa kita mempelajari Perjanjian Lama khususnya Kitab Kejadian dalam PA?Karena dengan PA saya ingin kita berpikir. Saya membaca dan heran, karena bukan saja di Indonesia tetapi gereja-gereja di luar negeri, di Eropa yang secara teknologi lebih maju, anak-anak Tuhan di sana jika masuk gereja dan pendetanya memberi sedikit tantangan untuk berpikir, mereka kurang suka, maunya minum susu saja. Saya tidak mau kondisiyang demikian khususnya jemaat Lemah Putro dan Johor, ini pengajaran yang sebenarnya.

Ada lagu : “Ku rindu sabdaMu, ku rindu FirmanMu, Firman Tuhan Yesus”,  jika kita hanya berhenti di sini, kita akan berpikir ini Perjanjian Baru dimana Yesus berfirman dan kemudian kita baca 4 injil dan selesai,Yesus tidak ada dalam Perjanjian Lama, Yesus muncul secara fisik lebih dari 2000 tahun yang lalu melalui kelahiran-Nya, tidak demikian!Surat-surat yang lain juga masuk dalam pengajaran, Kisah Rasul adalah suatu kegiatan penginjilan yang kemudian terjadi kegerakan yang luar biasa dan mulai meningkat pada zaman Rasul Paulus. Kemudian surat Roma sampai surat Yudasdidalamnya mengandung didikan, pengajaran. Wahyu adalah suatu kitab nubuat untuk eskatology, akhir zaman. Apa itu saja? lalu untuk apa kita kembali pada Perjanjian Lama?

Saya ambil satu contoh, waktu orang Farisi bertanya : “Bolehkan seorang laki-laki menceraikan istrinya dengan alasan apapun juga?” Yesus tidak menjawab seperti yang tertulis dalam kitab Kejadian, tetapi Diaberkata :‘Tidak pernahkah kau baca bahwa pada mulanya Allah menciptakan satu laki-laki dan satu perempuan dan dua orang ini menjadi suami-istri dan menjadi satu daging’. Apa maknanya?Supaya ahli Taurat berpikir lagi apa yang pernah mereka pelajari tentang kitab Kejadian. Perkataan Yesus itu melompat 4000 tahun yang lalu : “Tidak pernahkah kau baca kitab yang ditulis oleh Musa”. Ini yang membuat saya diteguhkan jika kita membaca kitab Kejadian itu karena Yesus yang berfirman. Jadi ada bukti yang nyata.

Disisi lain 12 murid adalah orang-orang sederhana. Petrus, Yohanes adalah nelayan yang pasti sibuk sekali. Pernah semalam-malaman menebar jala dan tidak mendapat satu ekorpun. Kami pernah memancing istilahnya tonda untuk menangkap ikan cakalang, cukup lama mulai sore sampai jam 21.00. Saya bisa memaklumi sibuknya bukan main, karena kebetulan jemaat kami paginya bekerja dan sorenya bersama kami memancing ikan untuk membangun gereja, betapa repotnya sepanjang hari sampai malam kemudian masih harus duduk PA dan berpikir lagi. Tetapi memang seperti itulah, karena berpikir yang diatas jauh lebih penting daripada berpikir perkara duniawi, kata Rasul Paulus. Jika engkau sudah dibaptis dan lahir kembali maka jangan pikir yang dibumi tetapi pikirkan yang diatas. Ini adalah ajaran.Masih banyak ayat-ayat lain yang membawa kita harus kembali pada Perjanjian Lama. Ini yang mendorong saya supaya jikalau kita mencintai firman Yesus Kristus, kita mencintai semua kitab yang ada dalam Alkitab.

Jumat yang lalu saya sedikit menyinggung bahwajika kita perhatikan hampir semua tokoh yang disebutkan dalam Perjanjian Lama merupakan bayangan tentang Yesus. Misalkan Ishak, bayangan Yesus, tetapi Ishak tidak dikurbankan, ada kambing jantan menjadi penggantinya. Yesus adalah anak Domba Allah benar-benar disembelih waktu itu, dalam Perjanjian Baru. Ishak seperti Yesus, merupakan anak tunggal dari Abraham sedangkan Yesus anak tunggal Bapa.Dalam Perjanjian Baru Yesus sendiri betul-betul mati. Jika kita membaca Perjanjian Lama danberada dalam Perjanjian Baru serta hidup didalam kasih karunia keselamatan Tuhan maka kita akan lebih didorong untuk mensyukuri keselamatan yang kita terima. Tidak dengan mudah saja mengatakan : “Percayalah Yesus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumah tangga”  itu kata Rasul Paulus kepada kepala penjara. Tetapi ada rasa hormat, syukur, pujian yang tidak henti-hentinya saat kita diselamatkan oleh Yesus.

Mengapa Rasul Paulus mengatakan bahwa Adam adalah gambar bayang dari Yesus Adam terakhir yang akan datang? Siapakah Adam? Abraham? Ishak? Yakub? Yusuf? Ini adalah tokoh-tokoh setelah Adam jatuh dalam dosa. Kitab Kejadian 1 adanya Adam dan Hawa. Pasal 2 dipertemukan dan dijadikan satu. Adam bayangan dari Yesus yang akan datang. Jika kita cinta Yesus, kita akan memeriksa lagi mengapa Yesus disebutkan Adam yang terakhir? Berarti ada Adam yang pertama, siapa dia? Adam yang jatuh dan berdosa karena menuruti kata istri dan istri menurut bujukan ular. Dengan adanya benang merah yang sangat erat hubungannya ini maka kita akan berterimakasih kepada Yesus sebagai Adam yang terakhir. Jikalau Yesus, Adam yang terakhir tidak ada makatidak ada satupun manusia yang bisa mengalami keubahan karena Adam setelah jatuh dalam dosa tidak ada kesempatan untuk dipulihkan kembali seperti kondisi semula. Adam jatuh bersama istrinya dan melahirkan sekian banyak anak hingga umurnya 900 tahun lebih baru mati dan tetap tidak ada satupun yang bisa disebutkan sempurna. Semua mengalami kejatuhan. Sampai ribuan tahun kemudian muncullah Yesus.

Jadi jika kita membaca Kitab Kejadian – Wahyu, semua terkait pada keselamatan umat manusia. Manusia adalah ciptaan Allah, setelah diciptakan, Allah berkata : “Berkembang biaklah”, walaupun Adam dan Hawa jatuh dalam dosa tetapi keturunannya jalan terus karena itu Allah tidak perlu membuat manusia, Adam yang baru secara fisik. Sebenarnya sangat mudah bagi Allah melakukannya. “Hai manusia, kembali!” kata Mazmur, maka manusia mati tetapi Allah tidak berbuat seperti itu, Allah tidak pernah menciptakan manusia lain selain Adam dan Hawa. Semua kita berasal dari satu pribadi Adam dan Hawa. Saya mengajak saudara untukberpikir bagaimana firman Tuhan bisa mengerjakan hati dan hidup ini menjadi kehidupan yang baik oleh Adam yang terakhir, yang disebut dalam Kejadian tetapi juga dalam kitab Roma :

Roma 5 : 12 - 16  Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.  Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.

 

Surat Roma adalah surat Rasul Paulus yang pertama dalam sisi surat pengajaran. Dalam RomaRasul Paulus mulai mennyatakan tentang Adam dan kondisi-kondisi yang begitu rupa, maut menjalar oleh karena Adam dan Hawa. Mengapa Hawa tidak disebutkan lagi? Ini berkaitan dengan pribadi laki-laki. Walaupun bukan Adam yang terpengaruh, melainkan Hawa, tetapi tetap Adam yang disebutkan.Karena satu orang berdosasemua dibayang-bayangi oleh maut. Jika kita hanya tahu Perjanjian Lama, kita akan menjadi manusia yang hanya hidup apa boleh buat, setelah itu bingung bagaimana. Karena itu banyak tulisan-tulisan di balik kematian itu apa dan bagaimana tetapi jika ada Perjanjian Baru kita tahu setelah dosa masuk akibatnya adalah maut karena upah dosa adalah maut tetapi kasih karunia dalam Yesus Kristus adalah hidup. Oleh anugerah kasih Kristus semua manusia sejagad bumi ini yang percaya Yesus akan selamat. Jika seorang suami berbuat dosa menjalar juga kepada istri dan anak-anak tetapi jikasuami mengerti kasih karunia, dia sadar dan langsung meminta ampun maka suami diampuni, istrinya juga ikut merasakan pengampunan itu.

Dalam 1 Korintus 7 mengatakan, “Tidakkah kamu ketahui, apakah engkau tidak bisa menyelamatkan suamimu? menyelamatkan istrimu? Karena jikalau suami disucikan maka istri juga ikut dalam kesatuan.”

Roma 5: 17  Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

            Ada pribadi Yesus yang penuh kasih karunia dan anugerah kebenaran, jikananti kita merenungkan tentang Yusuf yang merupakan bayangan Yesus, maka saya mengajak saudara untuk menemukan Yesus di dalamnya. Kita semua adalah keturunan Adam, rasul Paulus dalam suratan yang lain juga menyinggung, dalam 1 Korintus 15. Di sini rasul Paulus menegur jemaat Korintus yang mulai digoyangkan oleh paham-paham dari aliran Agnostic, aliran yang tidak percaya Tuhan mengatakan bahwa kebangkitan itu tidak ada tetapi rasul Paulus menekankan :

1 Korintus 15: 42-46  Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.  Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.  Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.  Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah,

            Manusia kami biasa saja yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Jangan  mengatakan saya belum rohani, belum sungguh-sungguh, belum layak. Siapa yang menentukan layak tidaknya? Firman Allah dan Roh Kudus. Nanti kita dapat melihat siapakah Daud, siapakah Musa, adalah manusia biasa dari debu tanah. Dijelaskan dalam bahasa Mandarin ayat 47, “Manusia pertama berasal dari debu tanah.” Kita keturunan Adam yang berasal dari debu tanah, ini tidak boleh dilupakan. Kita akan membaca tentang Yusuf yang berasal dari debu tanah, dia nanti meninggal juga. Ayahnya Yakub juga meninggal. Semua bersifat jasmani. Semua perbuatan baik itu manusiawi, tidak ada apa-apanya karena manusia pertama dari debu tanah tetapi manusia kedua berasal dari surga. Ini yang harus dibedakan.

Dia lahir sebagai manusia tetapi bukan dari bumi, bukan dari debu tanah. Mengapa Dia bisa makan? Itu keajaiban Tuhan. Kita tidak bisa mengatakan, “Kalau begitu Yesus harus seperti kita lahir oleh laki-laki dan perempuan”, Tidak! Jika sampai Yesus lahir oleh laki-laki dan perempuan artinya suami istri, maka Yesus orang berdosa, tidak bisa menjadi Adam yang terakhir. Tulisan manusia kedua dalam bahasa Mandarin itu jelas. Manusia akhir, manusia kedua berasal dari surga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan Dia yang berasal dari debu tanah.Kita ini dikatakan sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk surgawi sama dengan Dia yang berasal dari surga. Kita adalah dari manusia pertama tambah lama tambah merosot. Minum vitamin apa saja tetap tidak bisa stabil tetapi manusia yang kedua yang terakhir ini berbeda :

1 Korintus 15: 48-49  Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

            Ayat-ayat ini membuat kita berpikir sebagai orang Kristen, bukan sebagai orang beragama. Jika orang beragama Kristen seringkali menjadi suam, sama dengan yang lain jika mereka rajin mencari uang akan diberkati karena Allah memang memberkati orang yang rajin, tidak mengenal Yesus tidak apa-apa, bisa kaya, bisa berbuat baik, mendapat kehormatan,  kedudukan yang tinggi tetapi keselamatan tidak bisa karena dia manusia alami.

Saya manusia alami, jika saya menyampaikan berita firman Tuhan yang hanya manusiawi saja maka saudara akan tetap masuk dalam kebinasaan. Namun, jikalau saudara percaya Yesus yang memberikan keselamatan mari kita membaca Alkitab, mencintai firman Tuhan, mensyukuri adanya firman Allah membuka wawasan kita lebih jelas. Apabila anak-anak bertanya, “Papa, mengapa bolak-balik masuk gereja?” Jika kita menyampaikan bahwa gereja kami ada larangan ini dan itu, maka jawaban saudara adalah jawaban agama, bukan jawaban kehidupan karena saudara menaruh Taurat lagi di dalam tubuh Kristus. Kita harus merindukan menjadi orang yang rohani. Itu sebabnya saya mohon rekan hamba Tuhan dan jemaat semua tetap berdoa supaya PA ini meningkat. Tokoh-tokoh yang kita pelajari beriman kepada pribadi Yesus karena Dia yang memberi iman kepada Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, dan kepada yang lainnya. Jadi, jika kita membaca ini dan tidak mengaitkan dengan pribadi Yesus maka semua yang saya sampaikan hanya sebatas agama karena banyak agama-agama lain juga menceritakan tokoh-tokoh mereka, seperti Kong Hu Chu, Theocrates, dan sebagainya.

Hari-hari ini saya melihat di televisi muncul kalimat jika kayu tidak ada api maka padamlah amarah itu. Amsal Sulaiman yang menulis. Tokoh India, Mahatma Gandhi sangat senang menggunakan ayat firman Allah tetapi tidak menerima Yesus sebagai Juruselamat karena mereka menganggap Yesus adalah revolusioner, seorang tokoh agama Kristen yang luar biasa, yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan sangat menyayangi orang miskin. Yang disampaikan adalah filosofi manusia. Alkitab ini lebih dari filosofi manapun juga, walaupun filosofi mereka  ada miripnya tetapi Allah mengatakan, “Dengan apa kamu menyamakan Aku dengan mereka? Dengan apa kamu menyamakan patung itu dengan Aku? Aku tidak ada yang bisa menandingi.” Ini firman Allah, kita bukan orang Kristen yang sombong.

Kita kembali pada sosok Yusuf. Jangan kita berpatokan bahwa Yusuf segalanya mirip Yesus. Kita akan melihat beberapa poin yang dilakukan oleh Yusuf merupakan gambar bayang  Yesus tetapi jelas Yusuf bukan Yesus. Ada orang mengatakan Yohanes itu adalah Elia yang sudah mati kemudian masuk di dalam Yohanes Pembaptis, maka Yohanes Pembaptis adalah titisan Elia. Jangan ada Kristen percaya seperti itu, berarti dia percaya agama Buddha karena di dalam Budha percaya orang mati 18 tahun kemudian akan masuk di tubuh orang lain yang lahir.

Satu contoh lagi adalah ipar saya yang sudah almarhum beragama Kristen tetapi karena kondisinya kurang bahagia sehingga kalau kami datang dari Irian mengikuti KKR alm. Pdt. In Juwono, ipar perempuan saya pasti mengeluh, “Saya tidak tahu sebelum lahir di sini dahulu saya berbuat salah apa. Mengapa sekarang saya menikah dengan kakakmu, saya sekarang menderita. Saya tidak tahu apa yang telah saya perbuat pada waktu saya belum lahir.” berarti dia punya  pikiran dan budaya agama Buddha. Apakah saudara juga demikian? Melihat sesuatu kemudian teringat nasehat orang tua yang di luar firman Allah?

Ini yang membuat saya mengambil sedikit waktu untuk membuktikan bahwa Adam pertama sudah dikaitkan dengan Yesus tetapi Adam yang pertama membuat kita menjadi apa? Itu harus saudara ingat. Abraham membuat kita menjadi apa? Kita tahu bagaimana Abraham pernah menipu, pernah begini dan begitu, apakah Allah Bapa suka menipu tentang nikah? Di sini kita bisa melihat supaya kita berhati-hati terutama hamba Tuhan yang akan menguraikan firman Allah lebih jauh supaya selalu mengaitkan dengan bukti bahwa Yesus sudah ada jauh sebelum mereka ini ada. Jikalau di sini ada miripnya dengan pribadi Yesus kita harus mengatakan Yesus lebih dari ini sehingga kita jangan sampai hanya bangga saya seperti Abraham, Ishak, Yakub, atau seperti Yusuf. Kita membaca :

Kejadian 37: 1-4 Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan.  Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

            Kita mulai dari sini untuk belajar membaca, menghayati, dan menemukan hikmat yang Tuhan berikan. Di sini diakhiri dengan ayat yang mengatakan : “…maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.” Apakah karena Yusuf menyampaikan kepada ayahnya tentang kejahatan Saudaranya? Atau karena kakak-kakaknya melihat ayahnya mencintai Yusuf lebih dari yang lain? Di sini disebutkan Yusuf sudah berumur 17 tahun, sudah cukup lama dididik oleh orang uanya. Yusuf lahir di padang Haran. Ketika ayahnya mau pulang dicegah oleh mertuanya, Laban, maka dia relakan diri untuk bekerja lagi tanpa bayaran. Sikap-sikap itu telah dilihat dan disoroti oleh anak-anak Yakub.Dituliskan dalam Alkitab dia menyatakan dalam 20 tahun, “Aku tidak pernah membohongi.” Beda dengan sebelumnya,dia membohongi kakaknya, ayahnya, demi hak kesulungan dan keuntungan sendiri. Inilah Yakub jika Tuhan tidak menolong, dia tidak akan berubah.

Pertama kali dalam pelarian dia sudah bertemu Tuhan dan berjanji: “Jika Tuhan menyertai aku dan membawa aku kesini dengan baik, aku akan mengaku Engkau adalah Allahku.” Allah tidak marah, tetapi Allah pegang perkataan Yakub. “Kamu berjanji, Aku memberkati dan menyertaimu.” Pada waktu Yakub melarikan diri, ia dikejar oleh Laban yang lebih kuat, yang dapat membunuhnya. Dunia dewasa ini keadaannya sama, mertua bisa membunuh menantunya, dan menantunya bisa menjebloskan mertuanya gara-gara ini itu. Kita melihat sosok Yakub, “20 tahun aku di sini, aku ditipu, 7 tahun demi anakmu Rachel, tetapi kau beri kakaknya. Aku harus bekerja lagi 7 tahun, total 14 tahun. Kamu tidak memberikan apa-apa padaku.” Berarti Yakub jujur! Kejujuran itu dilihat oleh semua anak-anaknya.

Yakub mencintai Rachel tetapi dia ditipu oleh Laban dengan memberikan Lea. Lahirlah Ruben. Tentunya ibunya bercerita, ayahnya bercerita, zaman dahulu semua diceritakan secara oral, tidak seperti kita ada buku, catatan. Para ahli menemukan bahwa orang zaman dahulu ingatannya kuat walaupun sudah bertahun-tahun. Yakub berkata : “Tidak ada satu senpun yang saya ambil dan gelapkan,bahkan yang  hilang, dimakan binatang, saya ganti”Yakub sebagai orangtua tentu menceritakan pengalamannyakepada Yusuf. Alkitab mengatakan, Yusuf berumur 17 tahun bersama dengan kakak-kakaknya  menggembalakan kambing domba. Dia bisa melihat tingkah laku kakak-kakaknya, menimbang bukan menggosip. Gosip itu  tidak tahu, tetapi sok tahu. Akhirnya berkata yang berlebihan tentang seseorang. Tetapi ini fakta nyata. Yusuf menceritakan semua perbuatan jelek yang dilakukan oleh saudara-saudaranya.

            Tidak gampang menjadi Yusuf yang tidak bercacat cela, sehingga bisa menjadi bayangan Yesus yang tanpa cacat cela. Waktu saudara-saudara Yusuf melihat Yakub lebih mencintai Yusuf, Alkitab mengatakan: “..mereka benci.” Yesus dikasihi oleh Bapa-Nya, tetapi orang Yahudi tidak senang. Waktu Yesus mulai menyatakan kebenaran, orang Yahudi semakin tidak suka, semakin menolak Dia. Yesus lahir di Bethlehem dan besar di Nazareth. Orang-orang Yahudi yang di daerah Galilea disebut orang kafir,  dalam injil Matius mengatakan, orang-orang yang dipinggir Galilea melihat terang—dilawat oleh Yesus, terang itu sendiri. Yesus disenangi dan direspon oleh orang-orang Yahudi yang di daerah Galilea, di Utara, tetapi waktu Yesus menuju ke Selatan, ke Yerusalem, mulai tidak disenangi. Karena itu Yesus mati di luar Yerusalem, bukan di Galilea. Mereka lupa Yesus lahir di Bethlehem, bukan di Nazaret. Yesus sebenarnya orang Yahudi di daerah Selatan. Itu sebabnya waktu Yesus datang ke Selatan, orang Yahudi tidak terima Dia. Ini sedikit pengetahuan supaya kita tahu mengapa Yesus tidak disenangi di daerah Selatan.

Jika kita membaca 4 Injil, pada pasal permulaan Yesus disenangi ketika sampai di Yerusalem, mulai timbul pertentangan. Karena Yesus menceritakan segala yang salah dari mereka. “Kamu orang munafik! Hai kamu orang Farisi yang munafik! Kamu ahli Taurat yang munafik!” Orang Yahudi dendam! Akhirnya menolak bahkan menyalibkan Yesus. Demikian juga Yusuf, ia menceritakan apa adanya karena melihat ayahnya tidakberbohong, tidak menipu, bahkan sungguh-sungguh bekerjadengan baik. Dia berpikir bagaimana ayahnya pernah melihat Allah dalam mimpi, bagaimana Allah berfirman kepada Yakub. Satu hal yang saudara perlu tahu:Allah menyatakan diri dan berbicara kepada Abraham, Allah berbicara pada Ishak, kepada Yakub : “Yakub, pulanglah. Aku akan menuntunmu. Sampai di Betel dirikan mezbah untuk persembahan kepada Allah.” Tetapi kepada Yusuf Allah sama sekali tidak berbicara atau menyatakan diri-Nya. Bagaimana Yusuf bisa dipakai? Bisa mengerti tentang kesucian? Karena dia melihat orangtuanya. Bukan melihat orangtuanya saat masuk gereja, tetapi saat di rumah, bagaimana sikapnya terhadapkeluarganya, adik-adiknya, terhadap semuanya. Di sini awalnya kita melihat seseorang yang dipakai Tuhan adalah orang yang berani menyatakan yang salah.  Saya banyak belajar, sebab pada diri saya ada begitu banyak kekurangan.

Saya boleh melihat apa yang dikatakan Yusuf waktu Allah memberikan dia mimpi. Ayat ke-5 mengatakan: “Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.” Ini resiko tetapi ini tanda-tanda seseorang yang akan dipakai oleh Tuhan, walaupun masih muda, baru 17 tahun. Dalam diri Yesus, tanda-tanda itu juga sudah ada. Mulai usia 12 tahun saat masuk Bait Allah, Dia berkata kepada orangtuanya : “Mengapa engkau mencari Aku? Bukankah Aku harus ada dalam rumah Bapa-Ku?” Semua bingung.

Yusuf menceritakan mimpinya : “Aku bermimpi berada di ladang, gandum-gandum kalian semua tunduk kepada gandumku.”Dikatakan ada 11 onggokan gandum, semuanya tunduk pada ikatan gandum Yusuf. Berarti semua kakaknya, 10 orang dan  adiknya 1 orang akan tunduk kepadanya.Membuat Yusuf semakin dibenci. Resikonya ada, tetapi Yusuf tetap menceritakannya. Banyak kali orang tidak senang jika menyangkut harga dirinya.Ini juga dialami oleh Yesus, sampai saudara Yesus sendiri tidak senang kepada-Nya sebab Yesus mengatakan: “Akulah Dia. Akulah Mesias.”

Kadang kita tidak suka mendengar hal yang benar karena sudah terbiasa enak. Gembala itu harus enak bahasanya, jangan keras. Kata Rasul Paulus kepada jemaat Galatia. “Waktu pertama aku datang, kamu begitu senang menerimaku seperti menerima Allah, seperti malaikat, seperti Kristus Yesus, walaupun engkau sakit. Tetapi mengapa sekarang aku bicara yang benar, kamu menganggapku sebagai musuhmu?” Ini terjadi pada Yusuf, pada Yesus, pada hamba-hamba Tuhan yang menyampaikan kebenaran.Seringkali tanpa sadar, kebudayaan, keberhasilan, menghalangi kita menerima yang benar. Kita bisa melihat kepolosan Yusuf, seorang yang cinta Tuhan, dia anggap mimpi itu bukan sembarangan. Yusuf bisa menguraikan mimpi dari dua pegawai Firaun yang dijebloskan ke dalam tahanan. Kedua mimpi itu diuraikan dengan tepat sekali, ternyata yang satu diangkat kembali, dan satunya dibunuh. Setelah itu Yusuf menguraikan dua mimpi Firaun. Tentang gandum yang bagus dimakan oleh gandum kering, lembu yang gemukdimakan lembu kurus.

Yusuf semakin dibenci, Yesus juga demikian, begitu Yesus mengatakan: “Aku yang dari atas”, di situ mulai orang Yahudi tidak senang, orang Samaria juga tidak senang, karena Yesus sepertinya belok ke Yerusalem, karena antara orang Samaria dengan orang Yahudi yang di Yerusalem tidak cocok. Sulit menjadi seorang Yesus yang harus menuju pada rencana Allah, tidak kompromi dengan maunya orang lain. Jika kita mau dipakai Tuhan, harus berani mengambil keputusan apakah disenangi atau tidak disenangi oleh orang. Yesus dibenci karena membongkar segala kejahatan, kemunafikan, namun juga disenangi karena penuh keterbukaan, menunjukkan kejahatan dan keburukan. Janganlah kita suka membenci, Yusuf tidak membenci siapapun sehingga rohaninya semakin meningkat walau secara fisik semakin menurun dari anak yang disayangi menjadi budak. Jangan membuat orang lain menderita karena benci, itu akan membuat rohani kita menurun. Yesus juga secara fisik semakin menurun sampai akhirnya mati, Yusuf kondisinya juga menurun sampai dijual.

Semakin Yusuf menyatakan kebenaran, ia semakin terpuruk karena kebencian saudara-saudaranya namun kita bisa melihat bahwa Allah senantiasa beserta di tempat yang rendah. Allah tidak menyertai saudara-saudara Yusuf karena mereka telah menipu orangtuanya dengan mengatakan bahwa Yusuf telah mati dimakan binatang buas. Mereka juga bersepakat membunuh adiknya, jangan memupuk kebencian. Tidak ada pencobaan dari Tuhan, pencobaan datang dari diri sendiri karena keinginan untuk membenci sebab merasa dirinya tidak diperhatikan.

Sepuluh kakaknya memberi laporan yang tidak benar kepada ayahnya, mereka menjual adiknya dan hasil penjualan telah dibagi di antara mereka, tentunya dijual dengan harga mahal karena Yusuf masih muda dan kuat. Yusuf dilaporkankepada ayahnya mati oleh binatang buas. Saat Yesus dijual, Yudas menerima hasil penjualan tersebut, ia kembalikan uang itu di rumah Allah.

Yusuf dan saudara-saudaranya berasal dari satu ayah, tetapi 10 kakak-kakaknya sangat membencinya.  Jika kita membaca Kisah Rasul, Paulus dibenci bahkan hendak dibunuh oleh saudara-saudaranya sendiri, padahal ia dari suku Benyamin, merupakan keturunan Yahudi asli. Begitu pula Yesus dibenci, bahkan yang merencanakan pembunuhan adalah tokoh-tokoh agama, tokoh gereja pada saat itu.

 Ruben mengakui pernah berkata jangan menumpahkan darah adiknya ini dan saat mereka menjualnya, Yusuf sampai merengek-rengek. Jadi artinya perbuatan manusia itu dicatat oleh Tuhan dan pada waktunya akan dibongkar. Saat kecil saya seringkali diingatkan Tuhan melalui gambar-gambar yang melintas  pada otak saya sehingga saya bisa langsung mohon ampun pada Tuhan. Alkitab ini bukan hanya catatan sejarah namun catatan peristiwa yang bisa kita lakukan pada akhir zaman ini, baik atau buruk.

Di dalam Mazmur diceritakan bagaimana Yusuf dalam penderitaannya namun diangkat menjadi kesayangan Potifar, memang terlihat enak namun Yusuf harus melalui penderitaan yang sangat tidak enak. Dia harus menerima banyak penghinaan dari orang Mesir sebab orang Mesir tidak menyukai orang Ibrani. Allah tidak pernah berbicara secara langsung pada Yusuf, tetapi Yusuf takut pada Tuhan. Jangan kita menunggu Tuhan berbicara dulu pada kita, memang tidak salah tetapi apakah Allah tidak berbicara pada kita saat di kantor? Atau saat kita marah pada pasangan? Atau saat kita membenci pasangan kita? Tuhan ada dimana-mana, Dia ada di Mesir, di rumah Potifar.

Alkitab mengatakan saat Potifar melihat bagaimana cara kerja Yusuf yang saat itu sebagai seorang budak, Potifar berkata bahwa Allah menyertai Yusuf. Bagaimana dia bisa tahu hal ini? Dari tingkah lakunya membuktikan bahwa ada satu pribadi yang menyertai. Potifar orang yang menyembah berhala bisa melihat perbedaan orang yang disertai oleh Tuhan dan orang yang percaya berhala. Mari kita buktikan pada negara Indonesia bahwa Allah kita menyertai orang-orang percaya.

Allah tidak menampakkan diri dan berkata langsung pada Yusuf, tetapi Yusuf takut akan Allah sebab dia mendengarkan cerita ayahnya. Seringkali kita hanya menyuruh anak kita pergi ke kaum muda, Sekolah Minggu, supaya guru-guru mengajar mereka, itu tidak salah dan itu baik sekali namun jika ada orangtua yang hanya sekadar menitipkan anaknya kepada gereja atau guru Sekolah Minggu atau kepada pimpinan kaum muda maka itu salah. Sebab Alkitab tidak mengajar yang demikian, Yesus tidak dititipkan di Bait Allah supaya dibesarkan oleh alim ulama namun Yesus dibesarkan oleh ayah ibunya di Nazareth. Yusuf dibesarkan di rumah Yakub, semoga anak-anak kita dibesarkan dalam rumah tangga kita sendiri.

Kami mempunyai pengalaman saat di Irian, saat itu anak kamibersekolah di sekolah yang masih sederhana, hanya ada dua sekolah Katolik dan Kristen selain itu negeri, setelah SMP selesai ingin bersekolah di Surabaya. Kami bertanya pada Alm. Pdt. In Juwono, apakah kami bisa menitipkan anak kami? Jawaban Pdt. In Juwono adalah bukankah yang diperlukan oleh anak seumur itu adalah kasih sayang orangtuanya? Jika di Sorong tidak ada SMA maka beliau akan menerima anak kami namun jika di Sorong masih ada SMA maka anak saya harus tetap bersekolah di Sorong, dia harus tetap berada di bawah asuhan orangtuanya lebih dulu karena yang dibutuhkan adalah kasih sayang orangtua. Saya berargumen bahwa SMA di Surabaya lebih baik daripada di Sorong namun beliau berkata bahwa kepintaran berasal dari Tuhan saja, bukan dari sekolah. Saat itu kami bergumul, anak saya marah sekali karena dia sudah belajar, lalu istri saya memberikan bimbingan bahwa kita harus belajar dengar-dengaran, nanti ada waktunya di mana bisa hidup mandiri. Singkat cerita anak-anak kami melihat kasih sayang orangtuanya.

Saya berkata pada istri bahwa jangan sampai anak-anak kami tidak mau bercerita atau berkeluh kesah pada kami. Jika sampai anak-anak tidak mau bercerita maka artinya sebagai orang tua kami telah gagal sebab anak-anak lebih senang bercerita pada temannya yang belum dewasa, itu tidak baik. Itu sebabnya oleh kemurahan Tuhan walaupun tidak sempurna namun kami suami istri merasa bersyukur dan kami sampaikan hari ini supaya kita merindukan anak-anak dalam didikan Tuhan bukan sebatas didikan di gereja. Didikan Firman Allah adalah didikan dari orangtua di rumah yang menjadi teladan bagi anak-anak.

Yakub sangat berkabung, tidak menyadari bahwa itu semua adalah rekayasa anak-anaknya, tetapi Tuhan mencatat semuanya sampai saatnya tiba, Yusuf menjadi pejabat Mesir yang dapat menolong pada masa kelaparan. Di situlah mulai diungkapkan peristiwa-peristiwa yang lalu. Yesus pernah berkata bahwa tidak ada satupun hal yang tersembunyi yang tidak diungkapkan pada suatu waktu. Itulah sebabnya saya minta ampun pada Tuhan, masa lalu saat masih kecil berkelahi dengan teman, mencuri ballpoint teman, mencubit teman dan banyak lagi. Bahkan ada suatu kejadian yang sangat saya sesali yang masih saya ingat sampai sekarang, suatu waktu karena gemas dan marah saya tusuk kaki teman saya dengan ballpoint. Tuhan ingatkan peristiwa itu untuk saya perlu Yesus. Tuhan ingatkan saudara supaya saudara perlu Yesus. Lebih baik sekarang Tuhan membuka kekurangan kita dan kita mohon ampun daripada suatu waktu di depan pengadilan Kristus lembaran-lembaran kesalahan kita dibuka. Biarlah itu semua sudah dicuci oleh darah Anak Domba Allah melalui pengampunan-Nya.

Yusuf tidak mengeluarkan darah tetapi Yesus mengeluarkan darah. Yusuf tidak mati  namun Yesus mati disalib. Yusuf tidak berbuat salah, setelah bertahun-tahun mereka bertemu kembali, Yusuf tetap mengasihi kakak-kakaknya. Saat Yesus bangkit, Dia tidak menjelekkan Petrus yang menyangkal, tidak mejelekkan Thomas yang kurang percaya, Yesus memakai mereka untuk bersaksi. Itu sebabnya apa yang dikerjakan oleh Paulus setelah dia bertobat yaitu bercerita bahwa Yesus adalah Mesias kepada semua orang Yahudi walaupun akhirnya dia juga dibenci oleh orang Yahudi. Selanjutnya dia datang kepada bangsa kafir. Itulah sebabnya kita harus banyak berdoa untuk bangsa Yahudi dan juga bangsa Indonesia. Kita harus ingat bahwa sebenarnya keselamatan itu datangnya dari bangsa Yahudi sehingga kita bangsa kafir bisa memperoleh kesempatan untuk menerima keselamatan.

Cerita dari Yusuf berakhir bahagia dimana setelah Yusuf diangkat menjadi pejabat di Mesir, ia menjadi juruselamat dari bencana kelaparan, cerita yang berbeda dengan yang dirasakan dunia saat ini dimana para pejabat setelah menjabat seringkali lupa janji-janjinya di masa kampanye. Yesus dibenci namun menjadi juruselamat dunia. Paulus dibenci namun dia tetap mengasihi saudaranya dan bangsa kafir. Saudara dan saya mungkin akan dibenci karena berbicara kebenaran tetapi tetap katakan kebenaran bukan dengan kesombongan namun dengan rendah hati, jika ada orang yang tidak menyukai kita tetap kita kasihi. Sebab itulah alasan kita diselamatkan.

Amin.