Pendalaman Alkitab "TABERNAKEL"

#01 - INTRO

 

2 Maret 2012

Pdt. Paulus Budiono

 

 

Bersama istri kami sampaikan terlebih dulu, shalom!

Terima kasih pertama-tama kepada Tuhan tentunya, yang kedua kepada semua rekan hamba Tuhan, para siswa-siswi STTIA, sidang jemaat semuanya, baik jemaat Lemah Putro, Johor, maupun jemaat lain yang mengetahui keadaan kami.Beberapa waktu yang lalu kami chek up kembali di Singapore, dan luar biasa, Tuhan itu hidup, dan Tuhan telah memulihkan, menciptakan yang baru dalam hidup saya, sehingga saya dinyatakan bebas dari kanker. Terima kasih, sekalipun 3 bulan kemudianmasih akan diperiksa secara klinis tetapi singkat.

Makna yang saya ambil dalam hal itu adalah kalau Tuhan sudah melepaskan kita dari dosa, kita tidak boleh acuh tak acuh.Perlunya kita selalu introspeksi adalah mungkin terjadi karena keteledoran (kurang hati-hati, “wah…sudah bebas, sudah tidak ada penyakit kanker, wah…”),sudah mulai – karena gelojoh– suka makan gorengan, makan yang berminyak, waduh…seenaknya saja, kemudian 3 bulan lagi diperiksa, ada lagi kankernya.

Saya terima semua ini dengan pertolongan kasih Tuhan dan doa saudara sekalian. Hikmat yang saya terima dari Tuhan begitu besar, dan ini memacu hidup saya sendiri juga. Saya yakin darah Yesus sudah menyucikan saya, dan darah Yesus juga sudah menyucikan, membebaskan kita semuanyadari dosa kebinasaan, tetapi dalam hari-hari sebelum mencapai kesempurnaan saat Tuhan datang kembali, kita perlu selalu memeriksa, mengontrol diri, dan cara yang paling tepat adalah melalui membaca, merenungkan, menghayati Firman Allah; Dia ingin berbicara apa kepada kita hari ini, atau besok waktu kita membaca Alkitab yang sama tetapi selalu baru dan seterusnya selalu baru.

Terima kasih sekali lagi, saya hanya bisa sampaikan ini, mungkin saya tidak sempat memberitahukan kepada saudara-saudara melalui Blackberry atau SMS dan lain sebagainya, tetapi dari hati kecil kami, suami istri, sangat berterima kasih atas semua perhatian yang sudah diberikan, jasmani dan rohani, dan segala doa.Kami sangat merasakan dukungan doa dari saudara sekalian dan Tuhan juga memampukan kami.Terima kasih buat hamba-hamba Tuhan, penatua, dan juga rekan-rekan lain yang sudah terus ikut membantu dalam pelayanan.Saya tidak mau berkata “menggantikan saya,”tetapi ini merupakan betul-betul suatu pelatihan, kaderisasi, estafet, untuk pekerjaan Tuhan yang ke depan ini bisa kembali pada apa yang dikatakan oleh Alkitab.

Seperti yang telah saya janjikan, jikalau Tuhan izinkanmaka mulai bulan Maret inikita akan masuk kembali dalam suatu tema pelajaran yang tidak asing, sangat populer, yaitu Pengajaran Tabernakel. Jikalau kita melihat,saya katakan ini, kita mempersiapkan untuk suatu event yang besar yaitu Seminar Tabernakel. Kedengarannya lazim, tetapi saya merasakan ada suatu beban yang sangat berat. Semenjak adanya SAPTAkemudian meningkat sampai STTIA, dan kami mendapat anugerah Tuhan untuk mengajar, kami menggali lagi dibantu oleh rekan-rekan yang lain.Kami merasakan sesuatu yang semakin Tuhan bukakan, dan terus terang saja, kami merasa sangat prihatin.Mengapa?

Kalau tadi saudara melihat dalam gambar(cover/sampul, -red.), itu merupakan suatu pesta, yaitu pesta Tabernakel.Itu adalah seorang Lewi, mungkin meniup terompet dari tanduk, saya tidak tahu dari tanduk apa, mungkin tanduk rusa atau tanduk domba, tetapi ini betul-betul diambil pada saat permulaan pesta Tabernakel yang diadakan oleh bangsa Yahudi di Israel pada tahun 2010 yang lalu.

 

 

Jadi mereka masih meniup nafiri. Ada yang mengatakan kepada saya, kalau sampai pesta Tabernakel itu dimulai dengan tiupan nafiri, istilahnya begitu, maka sebenarnya pengajaran Tabernakel ini harus ditiupkan juga sampai ke seluruh bumi!

Namun ternyata, tadi saya katakan “saya sangat prihatin,” mengapa? Sebab Tabernakel ini Tuhan berikan kepada bangsa Yahudi, mungkin saya menceritakan sekilas saja, merupakan suatu kebenaran sejarah yang tercantum juga dalam Alkitab. Bahkan kalau tidak salah, di Israel bagian utara, saya sempat melihat foto, juga ada suatu bentuk Tabernakel yang dibangun, tentunya versiIsrael. Namun apakah saudara tahu bagaimana keadaan sekarang ini dari orang Yahudi yang sudah memiliki negara itu? Saya membaca di internet, saya kaget dan sedih.Tabernakel ini dari mereka, dan untuk mereka tadinya, dimana Allah hadir.Luar biasa sudah menjadi suatu wujud sejarah yang dibukukan dalam Alkitab kita, tetapi sekaligus sudah dikanonisasikan menjadi Firman Allah. Sekarang orang Yahudi di Israel itu, bolehdikatakan 75% tidak percaya kepada Allah, itu yang saya baca baru saja. Mereka menganggap bahwa mereka orang Yahuditetapi mereka tidak mau percaya kepada Allahnya. Hanya sebagian kecil yang mereka masih mempertahankan Taurat, tetapi pada hari sabat hanya 15% saja yang masuk sinagoge. Saudara boleh bayangkan kalau sekarang di Israel ada 7 juta penduduk, cuma 15% saja, berapa yang mengenal Allah?

Mereka memegang hukum Taurattetapi dalam hukum taurat mereka menafsirkan kira-kira ada lebih dari 10 aliran– kalau tidak salah– bahkan lebih.Begitu banyak aliran, sehingga mereka masing-masing masih mempunyai Alkitab perjanjian yang lama yang sama dengan Taurattetapi kepercayaan mereka sudah bercampur baur. Di Amerika juga begitu banyak, mereka ada yang sudah tidak lagi hidup sebagai orang Yahudi yang sebenarnya, hanya ciri-cirinya masih ada, memakai topi (kippah, yarmulke, Hech cap yang dipakai pria Yahudi – red.), padahal memakai topi itupun bukan ciri orang Yahudi, itu hanya tradisi saja.

Dengan adanya yang saya temukan ini, saya semakin merasa prihatin. Kalau pengajaran ini hanya berhenti saja di Indonesia– katakan demikian– kapan pengajaran ini bisa kembali kepada bangsa Yahudi yang sudah memulainya dengan ibadah secara fisik, nyata, di tangan mereka sendiri? Apakah mereka mampu untuk percaya kepada Yesus yang kita sebut adalah Firman yang menjadi daging dan seterusnya?

Ini yang saya pikirkan dan lemparkan kepada kita,rekan-rekan hamba-hamba Tuhan, maukah kita mempunyai keprihatinan? Di satu sisiprihatin untuk keselamatan bangsa kita Indonesia, tetapi kita tidak beleh lupa bahwa kita bisa membaca Alkitab Perjanjian Lama khususnya, bahkan Perjanjian Barujuga, itu dari mereka, bangsa Yahudi. Kalau mereka tidak selamat, bukankah kita menanggung darah mereka? Kita senang-senang untuk diri sendiri, kita selamat untuk diri sendiri.Untuk negara kita sendiri, Indonesia, dengan 200 juta lebih penduduk yang belum mengenal Yesus, kapan pengajaran yang menuju pada kesempurnaan ini bisa dinikmati oleh bangsa Indonesia, dan kapan pula bisa sampai di Israel?

Saya baru membaca email dari sidang jemaat yang dulu di sinitetapi sekarang ada di Jerman, yang mengatakanmereka sangat tergembala dengan firman pengajaran initetapi mereka menangis “apakah hanya saya sendiri yang bisa menikmati pengajaran Tabernakel ini sedangkanorang Jerman pada umumnya tidak percaya?” Semakin jauh, semakin tidak percaya kepada Tuhan, padahal Jerman adalah tempat munculnya Martin Luther (bapak reformasi – red.) dan lain-lainnya.

Saudara, semoga pada permulaan ini bisa mengingatkan kita, supaya ibadah kita tidak berhenti hanya sampai puas diritetapi kita dipacu melalui PA pada tahun ini dalam bentuk yang mungkin merupakan terobosan-terobosan supaya kita mau belajar dengan baik. Supaya kita jangan lupa, untuk mempersiapkan tahun yang akan datang, tahun 2013, maka kita harus ada persiapan, persiapan yang tidak mudah.

Tayangan slide “Persiapan”

  1. 1.Pembicara
  2. 2.Para Hamba Tuhan pendukung sesi-sesi
  3. 3.Jemaat GPT “Kristus Gembala & Kristus Ajaib” (Lemah Putro & Johor)

Bukan hanya saya yang mempersiapkan diritetapi saya mengajak rekan-rekan hamba Tuhan, termasuk penatua tentunya, pimpinan kelompok, yang mendukung sesi ini, yang mendukung PA Tabernakel ini. Nanti kita akan melihat lebih jauh bagaimana caranya ini.

Ini masih dari sayatetapi saya memberikan satu motivasi, mendorong hamba-hamba Tuhan untuk mau ikut terlibat di dalam seminar Tabernakel tahun depan, karena ini pekerjaan yang besar, bukan pekerjaan seorang diri. Saudara dan saya sudah mendengar beberapa waktu yang lalu, bagaimana Musa tidak mampu sendiri dan dia memilih beberapa pimpinan untuk menolong, membantu, mengatur dan merapikan barisan pasukan tentara bangsa Israel yang mengelilingi Tabernakel itu. Perlu ada yang membantu Musa. Demikian juga saya pernahmenyampaikanbagaimana seorang gembala perlu dibantu oleh penatua, majelis, dan seterusnya. Kita perlu merenungkan.

Namun PA ini tidak hanya untuk hamba-hamba Tuhan dan penatua saja, PA ini untuk umum. Sidang jemaat Johor dan Lemah Putro terus kita dorong untuk ikut dan diumumkan setiap Jumat ada PA. Kita mengharapkan jemaat Lemah Putro dan Johor khususnya serta tentunya hamba Tuhan yang sempat ikutjuga mempersiapkan diri. Sehingga PA ini tidak hanya terlihat hanya untuk pendeta.

Saya temukan seluruh Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, semua tulisan-tulisan itu untuk jemaat. Tentunya untuk para imam waktu itu dan untuk para hamba Tuhan (rasul-rasul). Jadi, tidak ada satu kitab yang dikhususkan untuk seorang pendeta. Sekalipun ada sekolah Alkitab atau sekolah teologi yang sepenuhnya khusus untuk para siswa-siswi tetapi sebenarnya Alkitab ini untuk semuaorang. Dan jikalau Alkitab ini adalah ilham Allah, ditulis oleh ilham Allah, yang bermanfaat untuk mengajar, maka itu adalah untuk kita semua. Semoga dorongan ini membuat kita sekalian mau/senang mengikuti PA setiap Jumat dan berdoa untuk saya, berdoa untuk tim yang sedang menolong saya – membantu saya memeriksa dari kitab ini, dari kitab itu, dari bahasa ini, dsb.

Saya merasakan sangat ditolong dengan adanya tayangan yang tadi saudara lihat. Ada yang menolong karena saya tidak mampu untuk memberikan suatu penggambaran dalam hal ini. Ini penting sekali! Kerjasama sangat kita dambakan di dalam pembangunan Tabernakel! Itu sebabnya jangan lupa hamba-hamba Tuhan yang mendukung, dan kami sudah berbicara juga kepada hamba-hamba Tuhan yang di luar Surabaya dan sekitarnya. Kami juga sudah berkomunikasi sedikit dengan beberapa hamba Tuhan di Irian maupun Sumatra atau di Kalimantan yang bersedia dan mempunyai beban untuk nanti kita bersama-sama melayani sehingga dijauhkan dari pengkultusan manusia. Dan saya sangat berterima kasih untuk kesediaan itu dan saya ingin melihat suatu terobosan-terobosan yang sangat baik untuk kepastian pengajaran Tabernakel ini benar-benar Alkitabiah yang bisa dipertanggung jawabkan. Kami rindu hal itu dapat terwujud satu kali kelak.

Semoga pada seminar yang akan datang tahun 2013 Tuhan berkenan atas kehidupan kita. Semua diperpanjang umur, diberikan hikmatdan kekuatan, sehingga waktu itu siapa tahu dari teolog-teolog dari STTlain mau duduk dan mau menerima undangan untuk memperhatikan seminar itu. Sehingga mereka bisa melihat bahwa Pengajaran Tabernakel inibukan sekadar rekayasa,bukan suatu uraian yang alegoris tetapi sungguh-sungguh bisa ditemukan dan dibuktikan otentiknya dari Alkitab. Itu sebabnya perlu banyak dukungan doa dan perlu juga banyak penyelidikan. Ini adalah salah satu strategi yang harus kita pelajari mulai hari ini.

 

Tayangan slide “Strategi”

  1. Penyelidikan Alkitab secara utuh baik pribadi maupun kelompok
  2. Diskusi dgn Para Hamba Tuhan pendukung sesi-sesi
  3. Diadakan PA khusus Tabernakel

Strateginya adalah Bible study yang sekarang ini kita laksanakan, yaitu menyelidiki Alkitab secara utuh baik pribadi maupun kelompok. Ini sangat penting sekali karena – kalau saya sedikit menyinggung – orang Israelitu selalu berkelompok. Ada kelompok Yehuda, ada kelompok Naftali, ada kelompok Gad, dan lain sebagainya. Ada 12 kelompok dan mereka berkelompok untuk menyelidiki firman Allah. Nanti kita akan melihat lebih jauh bagaimana caranya.

Kemudiansaya akan berdiskusi dengan para hamba Tuhan pendukung sesi-sesi.Saya senang kita hamba-hamba Tuhan yang dengar pada malam ini mau memberikan sumbangsih dan mau memberikan masukan-masukan karena saudara mungkin sudah lama mendengarkan dan mungkin juga mempelajari Tabernakel. Ayo, kita duduk, kita akan bertemu, kita akan berbicara dan kita akan menemukan sesuatu kesepakatan yang sangat kuat. Sebab seringkali kita peduli, sehingga disini terjadi pengajaranTabernakeltetapi mungkin disana ada sesuatu yang tidak begitu harmonis. Kalau boleh dikatakan,ini sangat bertolak belakang. Itu sebabnya kita perlu ada diskusi dan kemudian diadakan PA khusus Tabernakel yang seperti malam ini. Kita akan memulainya, dan marilah kita meminta pertolongan Tuhan lebih jauh.

Tayangan slide “Goal PA Tabernakel”

Apa tujuan pengajaran Tabernakel untuk tahun ini, tahun 2012? Apa goalnya? Harus ada tujuannya, harus ada finishnya, harus sampai pada tujuannya. Kita harus adakan suatu waktu.Pastikan dalam tahun 2012 kita harus sampai pada suatu titik goal. Apa itu?

Ada 3 hal yang perlu saudara ketahui dan saya sebutkan ini untuk jemaat dulu. Tentunya hamba-hamba Tuhan bisa mencatat dan bisa mengetahui bahwa yang kami rindukan adalah agar jemaat GPT Kristus Gembala & Ajaib: Pertama,memahami dan menerima pengajaran Tabernakel dalam Alkitab sebagai satu kesatuan yang utuh. Ini semua harus sama. Kalau ada orang tanya kepada jemaat Johor, “Apa itu Tabernakel? Untuk apa?”,saya harap dia bisa menjawab bahwa Pengajaran Tabernakel adalah pengajaran dari Alkitab yang membawa kesatuan dan keutuhan. Itu akan membuat kita termotivasi untuk selalu mengingat keutuhan. Kalau ada isu-isu perpecahan, kalau ada isu-isu memecah belah, ada isu-isu yang memojok-mojokkan, kita sudah mempunyai senjata, “Oh, tidak! Pengajaran Tabernakel yang saya pelajari adalah pengajaran yang utuh, seutuh-utuhnya.” Makaitu sangat menolong kita.

Kedua, lebih mengasihi Tuhan Yesus Kristus, firman yang telah menjadi manusia danber-tabernakel di antara manusia dan nyata kemuliaan-Nya. Ini harus dimengerti dandiingat. Kemudian yang ketiga, siap melayani Tuhan dalam seminar Tabernakel tahun 2013. Jadi, 3 poin ini sederhana: Yang pertama, kita menyelidiki itu dengan akal budi karena Tuhan Yesus mengatakan, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan … segenap akalbudimu.”(Mat. 22:37; Mrk. 12:30; bndg. Ul. 6:5. – red.) Disamping mengasihi Allah Tuhanmu dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu, tetapi jangan lupa dengan segenap akal budi. Bukan separuh akal budi. Sepenuh, segenap! Ini perkataan firman Allah. Ini dikutip oleh Tuhan Yesus. Kita tidak bisa membantah karena itu kita harus belajar dengan segenap hati.Nanti Tuhan akan tolong dalam pembelajaran Tabernakel, dalam bentuk yang mungkin saudara akan lihat sendiri pada waktu yang akan datang itu dengan akal budi.

Kemudian, lebih mengasihi Tuhan Yesus. Kalau mengasihi itu selalu kembali pada hati. Jadi, kita menyelidiki Alkitab, pertama dengan akal budi kemudian dimasukkan dalam hati, mengasihi-Nya, dan yang ketiga melayani. Itu berarti melayani dengan tangan. Itu sebabnya dalam istilah teologi ada 3H yaitu:head(kepala), heart(hati), dan hand(tangan). Harusnya ada satu lagi tetapi itu nanti dijelaskan secara sederhana dalam PA yang akan datang. Sesungguhnya PA-PA yang lalu harusnya begitu tetapi untuk kasus ini kita coba untuk review kembali dan memberikan suatu dorongan supaya kita menyelidiki, kita menyimak, mengasihi, dan kita melakukan itu dengan baik, khususnya menghadapi seminar yang akan datang. Puji Tuhan!

 

Rencana 52 kali

 

Dan kemudian kita akan melihat dalam satu tahun ini ada 52 minggu. Tentunya kita sudah mulai pada tanggal 13 Januari yang lalu kalau tidak salah, mungkin kurang,tetapi PA Tabernakel khusus yang mempersiapkan saya, rekan hamba Tuhan, dan semua sidang jemaat ini akan kita pelajari selama 52 kali. Kita akan belajar. Bagaimana belajarnya? Kita berdoa dan Tuhan akan mengatur lebih jauh supaya kita memperhatikan baik-baik.

Jadi, yang awal yang sebelah saya sini itulah intro pada malam ini untuk permulaan. Kemudian pada Jumat yang akan datang rencananya kita akan masuk dari Yohanes 1:14. Mungkin beberapa kali, saya juga tidak tahu, dan kemudian dari intro ini kita akan kembali melihat “kenapa, apa sebabnya, apakah penting pelajaran Tabernakel ini, lalu dasarnya apa?” Itu sebabnya dikatakan, kita akan kembali kepada dasar Yohanes 1:14, karena inilah yang merupakan awal dibukanya pengertian hati Alm. Pdt. Van Gessel saat beliau membaca Yohanes 1:14 (dalam bahasa Belanda tentunya). Disitulah mulai terungkap istilahPengajaran Tabernakel dan kemudian berkembang.

Kita masih akan terus menyelidiki lebih jauh supaya kita tahu bagaimana setelah Yohanes 1:14 kita pelajari, dikupas secara sungguh-sungguh, dan kita pelajari baik-baik, kemudian kita akan masuk untuk mempelajari Kitab Yohanes. Maksudnya supaya kita tahu apakah Rasul Yohanes ini menulis bukan hanya 1 ayat (pasal 1 ayat 14), “Logos itu telah inkarnasi menjadi daging dan ber-Tabernakel diantara kita.” Hanya itu selesai? Tentu tidak!! Kita mau menyelidiki apakah betul Yohanes itu hanya sekadar mendapatkan inspirasi mendadak sehingga dia mencetuskan ayat ini tetapi kemudian dalam pasal 1, pasal 2 sampai kepada Yohanes pasal yang 21 tidak ada lagi sangkut paut dengan Firman yang menjadi manusia itu. Itu perlu kita selidiki, supaya Tabernakel yang akan kita seminarkan ini nantinya kalau ada yang bertanya, kita akan membuktikan bahwa Rasul Yohanes betul-betul mendapatkan inspirasi yaitu urapan Roh Kudus untuk menuliskan itudisaat menghadapi begitu banyak tantangan.

Setelah itu kita akan coba lagi menyelidiki apakah tulisannya Rasul Yohanes ini bisa dipercaya? Apakah yang dia tulis lagi? Kita bisa menemukannya dalam Kitab Wahyu. Kita menyelidiki apakah di Kitab Wahyu, Rasul Yohanes juga menulis tentang Tabernakel? Rasul Yohanes menulis lagi 1 – 2 – 3 Yohanes, kita memeriksa lagi. Ini maksudnya Pendalaman Alkitab. Saya sangat tertantang dan saya sungguh ingin banyak dukungan doa dari Saudara, supaya dimampukan oleh Tuhan untuk saya belajar. Dengan usia saya ini kadang-kadang tidak mampu, itu sebabnya saya mengatakan ini bukan pekerjaan satu orang, bukan ‘oneman show’.

Walaupun mungkin saya ditetapkan untuk sebagai pembicara nanti, tetapi di belakang saya harus ada dukungan sepenuhnya dari Saudara. Mungkin sewaktu-waktu orang bukan bertanya kepada sayatetapi kepada Saudara. Mungkin seseorang bertanya kepada Hamba Tuhan, kemudian orang yang datang mendengar bertanya kepada sidang jemaat itu.Bukan lagi waktunya berkata,“Aduh..maafkan, saya bukan Pendeta. Tanya kepada Pendeta saja.” Bukan!!! Kita dilatih di dalam tahun ini supaya bisa memberikan jawaban. Tentunya seperti Alkitab ini ditulis, maka kita juga minta bantuan daripada rekan-rekan Hamba Tuhan yang diberikan karunia kemampuan menulis, meringkaskan, mengatur, memberikan suatu corak penulisan yang baik, saya sangat menghargainya. Ini sangat penting sekali, jangan dilupakan.

Setelah selesai surat Yohanes (tulisan rasul Yohanes), kita mencoba mengadakan ‘crosscheck’ apakah Rasul Yohanes ini diakui oleh Rasul-Rasul yang lain? Ya..ini memang harus dicek. Ada orang yang senang dengan Pdt. Paulus Budiono dan meyakini apa yang disampaikan oleh Pdt. Paulus Budiono pasti 100% murni. Itu tidak baik, perlu di‘cross check’. Itu sebabnya setelah lewat beberapa waktu dalam Pendalaman Alkitab nanti, kita akan bersama-sama memasuki, mempelajari Perjanjian Baru yang 27 Kitab. Apakah memang ada kaitannya, ada benang merahnya? Kalau tidak ada benang merahnya, kita bisa menolak Pengajaran Tabernakel ini tidak cocok. Karena Pengajaran ini tidak konsisten. Disini ada, disana tidak perlu. Disini oke, disana mengatakan tidak perlu.

Seringkali saya mendengar, mohon Tuhan menolong STTIA kita, ada yang mengajar dan begitu melihat Tabernakel langsung mereka mengatakan “Ini sudah lewat, tidak usah dipercaya.” Coba Saudara bayangkan. Oleh sebab itu kita memerlukan kesepakatan, ‘cross check’ lagi.Setelah Perjanjian Baru kita yakini dan menemukan bukti-bukti yang Alkitabiahmemang kembali berdasarkan Alkitab,ada lagisumber Tabernakel itu yaitu Perjanjian Lama. Kita akan menggali kembali39 Kitab-kitab dalam Perjanjian Lama, adakah kaitannya dengan Tabernakel? Dan kalau itu semua sudah ditemukan, kita akan sangat kuat, lega, tidak tergoyahkan lagi bahwa Pengajaran Tabernakel ini benar-benar Alkitabiah bahkan mempunyai sasaran yang pasti menuju kepada kesempurnaan yang tidak bisa diragukan lagi. Itu yang kita rindukan.

Karena itu waktu yang Tuhan berikan 52 kali atau mungkin kurang (tetapi saya mohon agar Tuhan tolong), bisa kita gunakan untuk belajar dengan baik-baik. Itu sebabnya mari kita berdoa, mohon Tuhan memberi perpanjangan umur, kesehatan, kekuatan buat kita semua (bukan buat saya saja), memampukan kita hadir di setiap Jumat. Karena saya tidak mau menganggap bahwa Pendalaman Alkitab ini sekadar ibadah dari kalangan kita, GPT, harus ada Pendalaman Alkitab. Saya menganggap ini suatu hal yang sangat-sangat penting agar Tiupan Terompet Pesta Tabernakel itu terdengar sampai ke kalangan STT, dunia, bahkan sampai kepada sumbernya yaitu bangsa Israel.

Dengan adanya begitu banyak bahan-bahan, mungkin ada sesi tanya-jawab.Inilah yang saya katakan terobosan-terobosan yang mungkin bagi saudara akan terasa sedikit janggal. Selama inikami ingin, rindu (seperti yang pernah kami katakan) ada tanya jawab tetapi tetap terkendala. Namun kalau kita melihat banyak begini – misalkan tulisan dari Yudas apakah ada? –, suatu waktu perlu ada pertanyaan. Itu sebabnya kami juga akan mencoba (belum sampai mempunyai suatu bentuk) bagaimana untuk mengadakan tanya-jawab. Kenapa perlu tanya-jawab? Ini penting sekali supaya keraguan-keraguan yang ada itu bisa teratasi. Jangan sampai sudah pulang tetapi tetap tidak tahu,“Ya…saya mau bertanya tetapi tidak ada waktu bertanya; saya mau bertanya tetapi tidak dijawab.”

Baru-baru saya mendapat suatu ‘bundel artikel’ berisi sanggahan dari seseorang yang saya tidak tahu namanya.Pada saat seorang Hamba Tuhan menyampaikan seminar,setelah selesaimereka ajukan pertanyaan. Waktu mau mengajukan pertanyaan langsung di-stop dengan pernyataan bahwa uraian ini murni dari Tuhan Yesus Kristus,tidak perlu diperbantahkan lagi! Jadi sulit.Kita mesti belajar bahwa Pendalaman Alkitab ini tidak 1 jalur tetapi harus interaksi dengan baik. Puji Tuhan. Itu sebabnya jangan kaget nanti terjadi pertanyaan. Namun tentunya kita akan mengatur supaya jangan ‘kagetnya’ ini berlebihan sampai kita pingsan. Tuhan mau menolong kita, (coba tanya kepada anak-anak siswa), mereka punya banyak pertanyaan, tetapi mereka dipacu untuk mencari sendiri lalu akhirnya sama-sama merasa sukacita karena bukan kita yang men-‘cekoki’ mereka tetapi mereka sendiri yang menemukan ‘benar apa yang dikatakan oleh Alkitab itu memang demikian.’ Jangan sampai kita yang menyampaikan, “Kalau orang bertanya, pokoknya percaya apa yang saya katakan itu pasti murni.” Itu tidak boleh! Itu sebabnya Pendalaman Alkitab ini adalah hal-hal yang perlu kita ketahui.

 


 

Setelah ini, kita mulai masuk intro “Apa dan Mengapa”. Di dalam Pendalaman Alkitab ini kita membutuhkan suatu kemandiriansupaya jemaat itu dididik dan menjadi mandiri. Satu contoh yang konkret: Yesus waktu itu mengajar murid-murid-Nya dan setelah 3,5 tahun, Yesus berangkat ke Surga. Dia sudah mendidik 12 Rasul, sekalipun yang 1 gagal total,tetapi Tuhan sudah menyiapkan 1 lagi yang secara tidak resmi mengikuti setiap kegiatan Yesus, itulah Matias yang kemudian masuk. Perhatikan, satu Gembala Agung tetapi Dia sudah menyiapkan 12 orang dan akhirnya mereka inilah kemudian bisa meneruskan pengajaran Yesus.

Dalam 12 Rasul initidak ada satupun yangsaling bertentangan. Ini yang saya kagumi. Ini yang saya pernah mengajak Saudara untuk memeriksa lebih jauh. Kita seharusnya mempunyai satu pengajaran yang sama dan mempunyai tujuan yang sama. Itu sebabnya kita perlu mempelajari lebih jauh. Apa alasannya? Tadi kita melihat tayangannya, ada 2 pribadi yang akan saya ajak Saudara untuk merenungkannya pada malam ini: Ayub 42dan tentang perempuan Samaria yang sangat ‘beken’.

Coba kita akan mulai dengan Ayub dulu supaya kita tahu(para pembaca agar membaca Ayub 42:5-6; -red.).Ayub 42:5-6, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”Ini yang Ayub alami, dia mendengar dari orang lain tentang Allah. Mungkin saya bisa langsung gabungkan dengan “Allah itulah Firman, Firman itulah Allah. Firman bersama Allah, Firman itulah Allah. Firman itu menjadi manusia, dan bertabernakel diantara kita” (itu dalam bahasa Yunaninya Skenoo).

Ayub dengar, kita semua dengar tentang Tabernakel. Para siswa-siswi dengar dari para dosen dan asisten dosen yang mengajarkan Tabernakel. Kalian dengar dan kita dengar. Cukup? Ternyata tidak cukup! Harus seperti Ayub yang mengatakan, “Dulu aku mendengar tentang Allah.” Aku mendengar tentang Tabernakel. Kalau di tanya apa itu Allah? “Tidak tahu, pokok nya Allah.” Sekarang dunia agama manapun juga mengakui Allah. Bahkan Indonesia mempunyai peraturan bahwa setiap Warga Negara Indonesia harus memiliki agama. Apakah agama Katholik, Kristen, Islam, Budha. Semua harus mengakui Allah yang Maha Esa.

Seperti kita ketahui, agar tidak dipersulit maka kaum agama Budha juga mengakui Allah yang Maha Esa, tetapi sebenarnya agama Budha tidak percaya Allah. Ingat baik-baik, agama Budha tidak percaya adanya Allah! Mereka hanya percaya re-inkarnasi. Saya pernah bertanya seorang yang beragama Budha,“Dunia dari mana?” Dia berkata, “ya datang sendiri.”“Kalau manusia?”“Ya begitu.” Setelah 18 tahun mati, re-inkarnasi, lahir kembali. Masuk di babi, lain kali masuk di ayam, re-inkarnasi. Namun sekarang mereka percaya Allah, percaya di mana?

Ayub juga demikian, “dulu aku dengar.” Dulu aku mendengar tentang Tabernakel, sekarang aku melihat sendiri. Ini yang pelu kita hayati karena ini salah satu ayat firman Allah yang diucapkan oleh Ayub setelah 41 pasal dia bertentangan dengan teman-temannya sebab ‘hanya mendengar.’ Saya tidak mau hanya mendengar tentang Tabernakel, tentang Pintu Gerbang. Kita harus melihat sendiri apa itu Tabernakel, apa itu 4 tiang Tabernakel, apa itu Pintu Gerbang, mengapa, siapa dan bagaimana fungsinya?Kita tidak dengar saja, tetapi melihat(Bahasa mandarin berarti: dulu aku mendengar ‘angin-angin’ tentang Engkautetapi sekarang mataku sendiri melihat). Ini sangat kuat. Saksi mata, melihat sendiri. Ini sangat penting sekali!

Saya ingin sedikit memberikan suatu ungkapan – sekilas saya baca – bahwa seluruh kitab Ayub di tulis dengan 42 pasal. Didalamnya saya temukan sekilas ada 1158 ayat. Saudara tahu Ayub menggunakan berapa ayat untuk berbantah bantah? 513 kalimat, bukan kata. 513 kalimat untuk membantah 3 temannya, ada Elifas, Bildad, dan Sofar. Saya temukan Ayub ini dalam memberikan bantahan menggunakan 22 pasal dalam Alkitab. Coba kalau Pendeta mnggunakan 22 pasal untuk berbantah bantahan, bagaimana? Ada pertanyaan, di bantah terus.

Ini Ayub, yang notabene Allah mengatakan kepada setan, “Hai setan kamu dari mana?” “Aku datang dari bumi dan berjalan-jalan.”“Kamu melihat hamba-Ku Ayub?Tidak ada orang yang seperti dia, saleh, suci, benar.” Setan mengatakan, “Ah gampang saja, Engkau lindungi dia.Kalau orang dilindungi oleh Allah maka perkataannya hebat, memuja Allah dengan hebat. Coba kalau Engkau angkat kekayaannya, langsung dia akan menyangkal Engkau.” Singkat kata dalam pasal satu dan dua, Ayub tidak bersalah dalam perkataannya. Sekalipun kekayaannya hilang dalam sekejap dan 10 anaknya mati dalam satu hari, kemudian sekujur tubuhnya – dari ujung rambut sampai ke telapak kaki – penuh dengan bisul yang sangat menyakitkan, tetapi dia tidak berdosa, tidak pernah berkata menjelekkan Tuhan. Namun pada pasal 3 dan selanjutnya dia mulai mengutuki dirinya, dia lupa bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar teladan Allah.

Kalau Ayub mengutuki dirinyamaka tanpa sadar dia mengutuki Allah yang menciptakan dirinya.“Kenapa saya hidup? kenapa ada Ibu yang harus mengandung dan mengeluarkan saya? Lebih baik aku mati!” Hanya dengar tentang Allah. Kalau kita hanya dengar tentang Tabernakel, tentang Allah, tentang Firman yang menjadi manusia dan bertabernakel,hanya tahu dari orang lain atau dari Pendeta sekalipun, tetapi tidak menyelidiki sendiri, tidak bertemu sendiri, maka suatu waktu kita bisa menjelekkan diri sendiri.

Tiga orang temannya tidak bisa berkata-kata, mereka hanya menangis sebab mereka tidak mengenali Ayub yang wajahnya berubah, mungkin bisulnya sudah besar-besar. Sampai beberapa waktu, cukup lama, 7 hari. Kemudian temannya satu persatu memberi hiburan tetapi Ayub tidak bisa menerima. Waktu Elifas mengatakan 115 kalimat, semua di bantah oleh Ayub. Temannya Bildad hanya mengatakan 50 kalimat, dibantah oleh Ayub dengan ratusan kalimat. Inilah kalau kita hanya memiliki Firman di otak, kita hanya mendengar saja. Seringkali kita tanpa sadar cepat naik darah kalau ada orang yang menegur kita. Ini sikap untuk memblokir diri, untuk membela diri. Berkata-kata lebih banyak, lebih merasa jago dan menang. Itu Ayub. Ini untuk introspeksi buat kita, bagaimana dengan kondisi ini?

Namun Tuhan itu baik.Entah berapa lama Ayub berbantah-bantah, tidak ada satu temannya yang mampu mengalahkan dan menyadarkan dia, selalu dia merasa dirinya benar. Ini suatu pertanda, jikalau kita tidak betul-betul kenal dengan Tuhan, tanpa sadar karena kita melakukan Firman Tuhan kita merasa diri benar. Ayub melakukan firman Tuhan – benar. Allah sendiri mengaku dia orang yang jujur, tulus, murni, yang tanpa salah. Namun Allah melihat kesombongan itu ada. Kenapa sombong? Karena Ayub hanya mendengar.

Sedikit kesaksian: Waktu permulaan sekolah di tingkatkan dari Lempinel menjadi SAPTA dan saya harus mengajar dimana kita sudah sepakat untuk ber-interaksi, maka disitu banyak muncul pertanyaan yang membuat saya harus belajar lebih banyak. Semakin belajar banyak – belum sempurna – ternyata masih banyak yang perlu saya pelajari.Disitulah saya menemukan betapa sombongnya saya dahulu. Setelah ditingkatkan menjadi STTIA, jenjang lebih meningkat, tuntutannya lebih banyak. Dan saya mengakui saya harus menemukan sesuatu yang baik. Ternyata dalam pengajaran tabernakel ini saya cukup banyak di beri pertanyaan dan di serang. Saya di bantu oleh anak saya dan mereka yang merasa terpanggil dan merasa bahwa Tabernakel ini memang benar, tetapi bagaimana menemukan otentik dan kebenarannnya maka saya belajar.Semakin saya membaca – dalam kemampuan yang sangat terbatas – semakin saya melihat tidak ada apa-apanya. Disini saya melihat kebenarannya.

Ayub, selama dia hanya mendengarbahkan sampai mendengarkan suara Allah, dia masih tidak berubah.Namun sewaktu dia mengaku, hanya satu kalimat saja, maka kalimat yang kedua berubah. Coba baca ulang ayat 5 itu.Ini satu ayat saja namun telah meruntuhkan semua 513 kalimat, kalimat yang tidak percaya sekalipun kalimat itu benar, sekalipun kalimat itu dari Firman Allah. Sekalipun kita khotbah dengan kalimat yang banyak, kita cari ayat demi ayat untuk membuktikan firman yang kita sampaikan, tetapi kalau bagi Ayub, kalau dia tidak bertemu Tuhan dalam pembacaan Firman Allah, maka dia belum bertemu Tuhan, dia belum bisa menyatakan dirinya. Namun justru waktu dia berkata ayat yang ke-5 itu, maka hasilnya adalah ayat yang ke-6. Apa itu?Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku…”

513 kalimat dia cabut semua dengan“dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”Siapa yang seperti Ayub? Seringkali kita mempertahankan, “tidak bisa, pokoknya itu Firman Allah.” Memang betul Firman Allahtetapi jangan Firman Allah itu membuat kita ini semakin merasa hebat. Semestinya, semakin orang itu bertemu dengan Tuhan, semakin dia itu nol. Mestinya begitu. Supaya segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Paulus Budiono tidak ada apa-apanya, istri saya tidak ada apa-apanya, kalau bukan Tuhan yang mengisi firman-Nya. Firman-Nya itu begitu besar, apa kita bisa menjadi orang yang besar dan sombong? Tidak! Firman-Nya begitu besar, tanpa batas, tetapi mau tinggal dalam hatiku yang begitu bobrok. Bayangkan saudara, Firman Allah yang melampaui segala waktu kekekalan itu. Di hadapan Allah mungkin bumi tidak ada apa-apanya, mungkin hanya satu biji jagung saja di antara jutaan-milyaran planet dalam jagad raya ini. Kemudian dalam satu biji jagung bumi ini, Dia yaitu Firman itu masuk di antaranya. Wah, tidak bisa dilihat mungkin, pakai mikroskop pun tidak bisa melihat.Mengapa Tuhan mau masuk dalam hati saya?Siapakah saya yang bukan apa- apa ini?

Itu sebabnya secara fisik, Ayub betul-betul merobek pakaiannya, mengambil debu tanahdan dilemparkan di atas kepalanya, dan dia menyesal sehabis-habisnya—mencabut perkataanya. Seringkali kita tidak pernah mencabut perkataan, kita anggap bahwa firman itu bisa kita sampaikan seenaknya saja. Tanpa sadar Ayub membuat 3 temannya itu kesal, membuat 3 temannya semakin panas hati. Kita tanpa sadarmenggunakan Alkitab membuat orang lain lebih panas hati. Tanpa sadar seorang pendeta menyampaikan debat (diskusi)yang membuat rekan-rekan hamba Tuhan lain lebih panas hati. Itu salah. Namun Ayub, kita tahu ceritanya, begitu dia bertemu Tuhan, dia begitu mengosongkan diri.

Saudara, ini sesuatu hal yang luar biasa bukan? Waktu Rasul Yohanes bertemu Yesus di pulau Patmos, langsung dia rebah seperti orang mati. Semua tanda-tanda itu jelas. Orang yang betul-betul bertemu Tuhan, dia itu nol. Mari kita belajarsupaya kita jangan membusungkan dada – merasa diri lebih baik.Ini penting sekali supaya kita secara pribadi bisa bertemu dengan Tuhan sendiri.

Saudara, saya loncat saja, kedua yaitu mengenai perempuan Samaria. Kita akan coba melihat. Yohanes 4:41-42,“Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, dan mereka berkata kepada perempuan itu: ‘Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.’”

            Ini orang-orang Samaria berkata kepada perempuan Samaria. Saya mau tekankan soal ini. Tadinya orang-orang Samaria itu mendengar kesaksian dari perempuan Samariatetapi mengapa di sini berkata, “sekarang kami bukan percaya karena perkataanmutetapi kami telah mendengar sendiri dan mengetahui inilah Juruselamat dunia?”Ini baik sekali!Orang-orang Samariabertemu Yesus sendiri, tidak puas hanya mendengar dari kesaksian perempuan Samaria. Apa kesaksian perempuan Samaria? Ada 2 hal:

  1. 1)Dia ceritakan bahwa “ada satu orang yang telah menunjuk masa lalu saya yang begitu bobrok, yang mengetahui segala seluk-beluk hidup saya. Mungkinkah dia itu Kristus?”Kemudian,
  2. 2)Mari, lihatlah Dia. Mari bertemu dengan Dia.

Ini penting. Kalau kita pelajari Tabernakel, kita juga harus mempunyai suatu kerinduan. Perempuan Samaria memang langsung bertemu dengan Tuhantetapi dia bersaksi mengajak orang lain untuk bertemu dengan Tuhan. Karena itu, kalau kita belajar Tabernakel, jangan kita sendiri yang bertemu Tuhantetapi kita juga harus mengajak saudara, family kita yang lain untuk ikut PA yang akan datang. Karena ini penting. Kenapa? Di sini ditunjukkan, “bahwa kami tahu persis bahwa Dia sungguh-sungguh Juruselamat dunia.” Saya sangat tertarik dengan kesaksian bahwa perempuan Samaria ini tidak berhenti bersaksi dengan pengalaman dirinyatetapi dia mengajak orang lain bertemu Yesus. Ini sangat penting sekali. Dan Yesus yang ditemui oleh mereka adalah Juruselamat.

Kalau kita mempelajari Tabernakel, kita bertemu siapa? Bertemu Paulus Budiono? Atau bertemu dengan pribadi Yesus yang adalah Tabernakel rohani itu sendiri? Kalau kita hanya bertemu dengan suatu pengajaran, kita belum bertemu Tuhan. Kita hanya kagum dengan pengajaran kemudian kita merasa paling hebat.Namun lain kalau kita bertemu dengan sang Juruselamat. Apa sebabnya?

Saya akan sedikit mengupas ini, karena dikatakan semakin lama semakin banyak orang yang percaya karena perkataan Yesus. Perhatikan,kesaksian wanita ini cukup menggemparkan orang-orang Samariatetapi perkataan Yesus lebih lagi. Ini yang perlu saya renungkan dalam penjabaran saya mengenai pengajaran Tabernakel pada waktu mendatang ini. Memang saudara mendengarkan sayatetapi saya rindu supaya saudara bertemu sendiri dengan Firman Allah dan Firman itu berbicara kepada saudara. Sehingga keyakinan saudara bukan karena sayatetapi karena saudara sendiri telah bertemu Yesus dan Yesus sendiri yang berbicara melalui Firman Allah.

Apa buktinya bahwa perempuan Samaria ini benar-benar bertemu Tuhan? Apa buktinya bahwa orang-orang Samaria itu benar-benar percaya Yesus? Saya menemukan di sini sesuatu yang sangat luar biasa. Yohanes 4:40,“Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya.”

            Ini akibat dari kesaksian perempuan Samariaplus orang-orang Samariayang ingin bertemu dengan Yesus lalu mengundang Yesus tinggal di dalam daerah mereka 2 hari lagi. Ini persekutuan yang sebenarnya!Mengapa terjadi persekutuan? Karena bertemu Yesus! Mungkin saudara lupa atau tidak bahwa Yesus adalah orang Yahudi dan perempuan itu orang Samaria. Keduanya ini, Yahudi dan Samaria, tidak pernah fellowship. Coba kita bacaYohanes 4:9, “Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

            Tidak pernah bergaul,punya Taurat tetapi tidak pernah bergaul dengan orang Samaria. Punya Tabernakel tetapi tidak pernah bergaul dengan orang Samaria. Kita punya Tabernakel, sudahkah kita bergaul dengan gereja-gereja yang lain?Mari kita ambil satu contoh, sejauh mana Tabernakel dikembangkan? Ada yang kenal Tabernakel? Kenapa disini (pasal ini, -red.) bisa kenal?Karena Yesus sendiri yang menawarkan diri dulu. Yesus lebih dulu datang kepada orang yang umumnya tidak bisa bergaul, tidak bisa dijumpai, terlebih perempuan Samaria ini yang kurang baik hidup nikahnya. Siapa yang mau datang? Bukan apa-apa, Yahudi dan Samaria ini tidak pernah bersekutu, tidak pernah menyapa, tidak penah bilang halo, apalagi dengan perempuan ini.

Mengapa Yesus ke sana? Karena Yesus adalah Tabernakel!Jika kita belajar Tabernakel, kita ketemu Yesus. Supaya kita bisa bersekutu dengan orang yang tadinya tidak bersekutu,kita harus datang duluan.Ini suatu tantangan bagi kita.Seringkali kita tuntut orang lain datang kepada kita, kita tuntut orang lain, ”jika kamu mau datang, dengar baik-baik.”Namun Yesus bukan begitu, Yesus datang ke Samaria, Yesus menjumpai perempuan yang celaka itu, Yesus menyelamatkan perempuan itusehingga perempuan itu sangat berterima kasih, “kok ada persekutuan yang tidak pernah dipikirkan sejauh ini.” Luar biasa, bukan?! Dan setelah perempuan itu bersaksimaka orang-orang Samaria hatinya langsung terbuka untuk menerima orang Yahudi, dalam hal ini Yesus, yang tadinya tidak mungkin bersekutusekarang bisa bersekutu, bahkan sampai dua hari. Bisa mengerti saudara?

Sudahkah kita ketemu Yesus? Jika kita sudah bertemu Yesus, dengan orang yang tidak bisa bergaulpun bisa diajak bersekutuapalagi kita di dalam satu gereja, dalam satu persekutuan, dalam satu pelayanan, dalam satu grup musik, dalam satu grup paduan suara, dalam satu grup. Waktu saya mendapat hal ini, saya katakan “Tuhan, tolong dalam PA yang akan datang, semakin kita mempelajari PA, kita harus semakin bisa menarik bahkan rindu dalam persekutuan.”Tidak ada suatu katapun dari mereka yang menolak, semua rindu untuk datang dan menemukan Juru selamat.Sampai orang Samaria menyatakan,“kami tahu sungguh bahwa Dia adalah Juru selamat dunia.”Kita punya Yesus, kita punya Juru selamat, mari kita membawa diri selalu agar orang lain mau bergabung dan mengenal Juru selamat.

Setelah Pentakosta terjadi, waktu gereja mula-mula dianiaya, Filipus pergi ke Samaria dan banyak orang Samaria bertobat, terjadi persekutuan. Petrus diundang kesana, Yohanes disuruh kesana, terjadi persekutuan.Jika ketemu Yesus, terjadi persekutuan yang baik. Saya tambahkan ayat, tambahan dulu: 1 Yohanes 1:1-4,“Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami…”

Supaya ada persekutuanjika membawa firman, ayo berdoa! Supaya pada saat saya membawa Firman, sidang jemaat Johor dan Lemah putro ada persekutuan, hamba-hamba Tuhan ada persekutuan.Semakin saya sampaikan firman Tuhan karena anugerah Tuhan, semakin terjadi persekutuan, itu namanya saya ketemu Tuhan. “Saya betul-betul ketemu,” ini kata Rasul Yohanespada saat menulis Injil Yohanes. Ini suatu ungkapan sedikit, supaya kita melihat (ayat 3). Iya memberitakan apa yang dilihat, apa yang didengar, jadi bukan hanya sekadar begitu saja, tetapi melihat sendiri, menyelidiki sendiri; supaya kamu mendapat persekutuan dengan kami, ada suatu timbal balik.Terus, “…Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.”

Bayangkan tulisan itu bersukacita, apalagi jika dibicarakan, gereja itu sukacita, hamba Tuhan itu sukacita, setiap kali KKR sukacitanya itu luar biasa, terjadi persekutuan yang luar biasakarena pendetanya ketemu Tuhan sendiri.Dimana? Dalam doa, dalam menyelidiki firman Allah. Itu tantangan buat saya, jika saya sampaikan sesuatukemudian hamba Tuhan dan sidang jemaat kecewa, merasa terhina, merasa dipojokkan, maka saya harus koreksi diri, apakah betul-betul saya sengaja? Saya tidak berani cepat-cepat bilang,“Oh memang dia itu tidak beriman, dia itu keras kepala, kepala batu, keras tengkuk,” langsung ambil kambing hitamnya. Orang Israel keras tengkuk, langsung hantam: tidak!

Rasul Yohanes, dia mewakili, bersama-sama yang lainnya, “kami yang dengar,” Petrus dengar, Yakobus dengar, Matius dengar dan semua yang lainnya dengar. “Kami dengar, kami lihat sendiri, kami jamah sendiri, kami tuliskan kepadamu.” Waktu itu sidang jemaat yang ditulisi surat oleh Yohanestentu tidak bertemu Yesus lagikarena Yesus sudah naik ke surga. Mereka hanya dengar dan baca pengalaman Rasul Yohanes dan rasul-rasul yang lain. Mereka dengar, mereka timbul suatu kerinduan untuk bersekutu, mereka membaca, mereka timbul sukacita. Seharusnya waktu firman Tuhan itu disampaikan, ada suatu sukacita yang besar, tetapi bukan sukacita yang ngawur.

Waktu Imam Ezra dipanggil oleh Nehemia, diundang untuk bacakan taurat, dari pagi sampai siang membacakan semua Taurat, sambil membaca sambil menguraikan sampai sejelas-jelasnya, yang mendengarkan semua nangis. Namun kemudian Ezra mengatakan, “Jangan nangis, ini firman Tuhan, yang membuat bukti bahwa kalian telah kembali di tengah-tengah perhimpunan ini, bersukacitalah.” Mereka langsung berubah, mereka sukacita, itu berarti Firman Tuhan diakhiri dengan sukacita yang besar.

Mungkin ada teguran, mungkin ada koreksi, mungkin juga mengoreksi saya, seringkali tanpa sadar kita pertahankan firman yang kita sampaikan, “ini yang saya dapat, tidak perduli kamu mau terima atau tidak, pokoknya begini.”Ini merupakan suatu sikap yang perlu kita rubah.Walaupun firman yang sama, tetapi dalam penyampaian dengan orang yang ketemu Tuhan itu lain. Waktu Yesus tanya, “Kata orang siapa Aku?” Kita tahu banyak orang menafsirkan Yesus itu siapa tetapi Yesus tanya kepada murid-Nya, “tetapi kamu, siapa Aku?” Ini perlu. Petrus mengatakan, “aku tahu, Engkau adalah Anak Allah, Engkau adalah Mesias, kepada siapa kami harus ikut, aku telah percaya, kami telah percaya.”

Saya akhiri dengan ayat ini, walaupun masih banyak yang harus saya sampaikantetapi malam ini sampai disini, dalam injil Yohanes pasal ke 6, dicatat oleh Rasul Yohanes tentang rekannya yang namanya Petrus ini, Yohanes 6:67-69,Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."

Saudara, ini adalah jawaban Petruswaktu banyak orang tidak mau menerima pengajaran. Perlu ada suatu pengakuan dari kita.Mungkin pada waktu-waktu berjalan dalam PA inikita akan menemukan banyak firman Allah yang mempersiapkan kita, akan membuat kita banyak menggunakan waktu untuk berpikir, untuk banyak membaca, supaya kita bisa seperti Petrus tidak terpengaruh oleh satu mata, banyak yang tidak mau ikut,tetapi Petrus katakan,“kepada siapa harus kami ikut.” Jadi jika dalam PA ini saudara mengertimaka saudara akan membawa diri untuk berkata dalam hatimu, "Tuhan, kepada siapa harus kami ikut lagi, kami tahu Engkaulah yang maha kudus, dari Allah yang maha tinggi.” Amin!