Pertolongan Tuhan saat operasi pengangkatan kista

 

Shalom,

610 ibu yg ditolong tuhanSaya ingin menyaksikan penyertaan dan pertolongan Tuhan ketika saya harus menjalani operasi pengangkatan kista ovarium pada 23 Maret 2017 lalu.

Namun sebelum peristiwa ini, Tuhan juga telah menolong saya 10 tahun lalu tepatnya bulan Agustus 2007 ketika saya didiagnosa oleh dokter bahwa saya mengidap ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura) yaitu penyakit autoimun yang berdampak pada trombosit (sel darah yang membantu dalam penggumpalan darah untuk mencegah dan menghentikan perdarahan). Kondisi ini menyebabkan saya mudah mengalami memar atau berdarah oleh sebab tingkat trombosit yang rendah bahkan saya harus diopname di rumah sakit karena trombosit saya hanya 4.000 (normalnya minimum 150.000). Dokter sempat bingung dan heran bagaimana mungkin dengan trombosit 4.000, saya masih dapat berjalan dan bekerja padahal untuk penderita demam berdarah, trombosit 70.000 saja sudah lemas dan tidak dapat bangun. November 2007, saya kembali diopname di rumah sakit karena trombositnya 9.000, tekanan darah 70/60 dan HB 5,5. Dalam kondisi seperti ini, untuk membuka mata pun saya sudah tidak mampu. Saat itu saya harus ditransfusi darah sebanyak 2 bags namun mukjizat Tuhan begitu nyata dan saya dapat melewati masa-masa kritis tersebut.

Selama proses pengobatan ITP, dokter internis yang merawat saya memberi rujukan agar saya memeriksakan limpa saya sebab antibodi diproduksi di limpa. Hasilnya, limpa, liver, ginjal, empedu dll. bagus tetapi ada kista sebesar 8 x 8 cm di ovarium sebelah kanan. Karena merasa tidak ada keluhan dengan kista tersebut, saya abaikan masalah ini dan hasil USG saya simpan dalam lemari. Saya hanya fokus untuk pengobatan ITP.

Tahun berganti tahun dan beberapa bulan terakhir di tahun 2016, saya mulai sering mengalami perdarahan. Jujur, timbullah kekhawatiran karena saya masih trauma dengan peristiwa 10 tahun lalu ketika saya harus transfusi darah dsb. Saya kembali melakukan pemeriksaan USG dan hasilnya semua organ dalam perut tetap baik kecuali kista yang semula berukuran 8 cm membesar menjadi 9 cm. Dokter menyarankan kista tersebut diangkat melalui operasi karena sudah terlalu besar. Disepakati, operasi dilakukan tanggal 23 Maret 2017.

Malam sebelum operasi, saya didatangi oleh dokter anestesi yang menanyakan histori ITP saya, mengenai limpa, hasil USG dll. Beliau juga menjelaskan risiko yang terjadi saat dan pascaoperasi serta kemungkinan-kemungkinan tindakan yang dilakukan, antara lain: operasi berisiko tinggi bila jumlah trombosit di bawah normal, kemungkinan dibius total, terjadinya komplikasi dan berbagai macam penjelasan lain yang membuat saya sangat cemas, panik dan takut. Di akhir pemeriksaan, beliau berpesan agar saya berdoa dan berserah kepada Tuhan.

Saya hanya dapat berdoa dan Tuhan menguatkan saya melalui ayat yang tertulis dalam Yesaya 2:22, “Jangan berharap pada manusia sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?”

Saya berserah sepenuhnya kepada Tuhan dan percaya apa pun yang akan terjadi di dalam ruang operasi, semua dalam kuasa dan kehendak-Nya. Puji Tuhan! Trombosit saya di angka normal (± 160.000), operasi berjalan lancar, tidak terjadi pendarahan maupun komplikasi bahkan tidak perlu transfusi darah. Tuhan benar-benar nyata dalam penyertaan dan pertolongan-Nya bagi saya!

Tidak ada kata-kata yang sanggup menyatakan rasa syukur saya kepada Tuhan juga kepada Bapak dan Ibu Gembala, para penatua, seluruh sidang jemaat dan teman-teman dari Tim Penyalin GKGA yang sudah mendoakan saya. Segala kepujian hanya bagi Tuhan kita Yesus Kristus! Amin.