Tuhan Ajaib Bagiku, Dia Memberiku Banyak “Kejutan”

456-01

Saya sangat bersyukur untuk kesempatan yang Tuhan berikan melalui Warta Mingguan ini sehingga saya boleh menyaksikan kebaikan Tuhan yang luar biasa.

Saya berasal dari Bandung dan datang ke Surabaya tahun 2013 untuk bergabung belajar di STTIA namun saat diadakan test wawancara saya dinyatakan “TIDAK LULUS”. Jujur, merupakan permulaan yang cukup menge-cewakan sekaligus menyedihkan karena hasil medis menyatakan saya menderita penyakit radang paru-paru (TBC). Saya merasa sangat ‘down’ dan berkata dalam hati ‘mengapa hal ini terjadi padaku?’ Saya dianjurkan untuk pulang kembali ke tempat asal saya dan menjalani pengobatan sampai sembuh kemudian saya boleh kembali mencoba mendaftar lagi. Di saat saya dalam kelemahan di situ kuasa Tuhan bekerja sehingga saya tetap semangat untuk berusaha dan percaya bahwa di balik semua ini ada maksud Tuhan yang lebih indah, terbukti saya diberi kesempatan melakukan test kesehatan untuk kedua kalinya. Saya sangat senang, sekalipun harapan saya sangat kecil untuk diterima saya tetap percaya Tuhan akan memberikan saya yang terbaik hanya jalannya saja yang berbeda-beda. Ternyata hasil test kesehatan kedua tetap sama dan saya harus menjalani pengobatan sekalipun hanya gejala untuk menghindari risiko yang tidak diharapkan. Mau tidak mau saya menerima semua keputusan dari pihak sekolah dan saya semakin “penasaran” apa maksud Tuhan di balik penyakit ini.

Saat saya mengemas pakaian untuk bersiap-siap pulang ke Bandung, saya diberi kejutan oleh Tuhan melalui pihak sekolah yang memberi saya kesempatan dengan dua pilihan, salah satunya saya dapat tetap tinggal di Surabaya selama 1 tahun sambil menunggu pendaftaran tahun depan sekaligus menjalani pengobatan dan praktik pelayanan di suatu tempat yang tidak saya ketahui sebelumnya. Kejutan berikutnya saya tidak perlu menanggung biaya yang saya perlukan selama 1 tahun karena Tuhan menggerakkan TIM MISI (GATE) di bawah pimpinan Bpk. Ivan, Bpk. Janche dan Bpk. Subur untuk membiayai saya selama 1 tahun itu. Saya sempat bingung karena saya tidak tahu harus berbuat apa saat itu namun pihak sekolah berbaik hati dengan memberi saya kesempatan untuk berpikir. Saya berdoa dan bertanya kepada ibu/bapak, saudara/i rohani saya untuk meminta masukan. Akhirnya saya memutuskan untuk tetap berada di Surabaya karena saya berpikir jika Tuhan memberi saya kesempatan tinggal di Surabaya pasti ada maksud Tuhan bagi saya. Segera saya diberitahu untuk tinggal di suatu panti yang termasuk dalam PONDOK KASIH tepatnya di panti BAKTI IBU di bawah pimpinan Ibu Silviaty. Kembali saya diberi kejutan karena selain Tuhan memercayakan pelayanan, Dia juga memberikan saya kesempatan untuk banyak belajar antara lain belajar alat musik (gitar, kulintang, vocal) lagi-lagi secara cuma-cuma. Tuhan begitu luar biasa, di balik duka masih ada sukacita yang Dia berikan.

Setelah menjalani pengobatan selama 6 bulan, tiba waktunya saya dicek untuk melihat hasil akhir dari pengobatan yang saya jalani. Tentu ada sedikit ketakutan namun saya tetap percaya bahwa Tuhan akan memberikan saya kemenangan. Puji Tuhan, kembali Tuhan memberikan saya kejutan dengan KEMENANGAN atas ‘ujian’ penyakit saya. Tak terkatakan betapa senangnya ketika mendengar dokter menyatakan saya SEMBUH.

Melalui kejutan-kejutan yang Tuhan berikan, Ia mau menunjukkan bahwa Dia berkuasa atas segala sesuatu dan benarlah ayat yang Tuhan katakan dalam Mazmur 139:14. Saya tahu di balik persoalan yang saya hadapi di situlah Nama Tuhan dipermuliakan dan saya semakin semangat dan lebih sungguh-sungguh untuk menyerahkan hidup saya sepenuhnya dipakai menjadi alat-Nya (Rom. 6:13).

Tak ketinggalan saya juga berterima kasih kepada TIM MISI (GATE) dan PANTI BAKTI IBU di Pondok Kasih yang sudah memberikan saya kesempatan untuk belajar dan terjun langsung melayani sekaligus menjalani pengobatan. Juga untuk bapak/ibu, saudara/i yang sudah mendukung saya melalui doa. Kiranya Tuhan terus memakai kita semua demi kemuliaan Nama-Nya. Amin.(Yuniar Carolina Panjaitan)