Rancangan Tuhan dalam Hidupku

455-01Pertama-tama saya bersyukur kepada Tuhan yang telah menyelamatkan nyawa saya juga berterima kasih kepada Bapak/Ibu Gembala serta saudara-saudara seiman yang telah mendukung saya dalam doa dan nasihat-nasihat Firman Tuhan.

Pada awal tahun 2013 tepatnya 25 Maret, saya melayani di Komsel di perusahaan teman saya. Seusai saya menutup doa ‘Amin’ mendadak badan saya lemas dan hilang kesadaran. Waktu diberi minum, saya muntah. Segera saya dibawa oleh teman-teman juga pendeta Ranto Sari (yang menyampaikan Firman Tuhan) ke rumah sakit terdekat — UGD Mitra Keluarga. Setelah saya di CT SCAN, dokter menyatakan ada pendarahan di otak sebelah kiri. Saya berada di ICU selama 1 minggu kemudian dipindahkan ke kamar selama 21 hari di rumah sakit.

Ketika peristiwa tersebut terjadi saya pikir saatnya Tuhan memanggil saya sebab semua terjadi begitu tiba-tiba. Sebenarnya berdasarkan hasil lab kondisi tubuh saya baik dan tidak ada penyakit apa pun kecuali hipertensi. Dua minggu sebelum sakit, saya check tensi saya normal maka saya lalai minum obat. Namun saya kecapaian dalam seminggu sebelum kejadian tersebut sampai akhirnya terjadi pendarahan di otak. Kalau bukan kemurahan Tuhan yang mengizinkan saya bertahan hidup, Tuhan sudah memanggil saya.

Saya teringat Mazmur 41:3 yang mengatakan, “Tuhan akan melindungi dia dan memelihara nyawanya; sehingga ia disebut berbahagia di bumi. Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya!”

Saya pegang ayat Firman Tuhan yang dibawakan oleh Pak Yan Suhatan di komsel yang diadakan di rumah saya. Tuhan telah meluputkan saya dari maut bahkan Dia menyingkirkan segala musuh (ketakutan, kekhawatiran, kemustahilan).

Melalui masalah yang saya alami, saya tahu rancangan Tuhan dalam hidup saya. Masalah saya bagaikan “SEKOLAH” di mana saya harus belajar banyak menghadapi ujian-ujian. Tanpa ujian saya tidak dapat naik kelas (meningkat). Tuhan memperbaiki apa yang salah dalam hidup saya. Sebagai suami, saya selalu mengabaikan nasihat istri saya sebagai seorang penolong. Saya juga harus memperbaiki tahbisan saya. Tuhan sungguh baik, walau tubuh sakit, Dia tetap memelihara saya juga pekerjaan saya yang secara akal tidak mungkin dapat saya kerjakan. Puji Tuhan, apa yang mustahil bagi manusia tidak mustahil bagi Tuhan. Tuhan pulihkan jasmani juga rohani saya sehingga saya boleh lebih mengerti rencana Tuhan dalam hidup saya.

Saat ini saya dilatih bersabar menanti kemurahan Tuhan untuk pemulihan total tubuh fisik saya sebab saya rindu dapat kembali melayani Dia. Namun satu hal yang saya tahu dengan pasti yaitu rancangan-Nya ialah DAMAI SEJAHTERA bukan rancangan kecelakaan untuk mencapai hari depan penuh harapan (Yer.29:11). Amin. (Jeffry W. Sutanto)

Kristus. Amin!