Tuhan Yesus Pasti Datang Kembali

 

 

Kamis, Lemah Putro, 25 Mei , 2017

Pdt. Paulus Budiono

 

 

Shalom,

Hendaknya kita tidak lagi terikat dengan segala tradisi acara kegerejaan seperti hari ini gereja Tuhan di seluruh dunia memperingati kenaikan Tuhan kemudian 10 hari lagi kita merayakan Pentakosta dst. Sesungguhnya, Roh Kudus berkarya setiap saat tanpa dibatasi hanya pada event tertentu. Bukankah Roh Kudus adalah Pribadi yang memiliki pikiran, perasaan dan kehendak yang dapat berdukacita bila kita bertutur kata, bersikap dan bertindak sembrono dalam pergaulan di rumah, sekolah, kantor dan masyarakat?

Apa sebenarnya makna kenaikan Yesus ke Surga? Kisah Rasul 1:9-11 menuliskan, “Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." 

Ternyata peristiwa kenaikan Yesus ke Surga mengingatkan kita untuk siap-siap menyambut kedatangan-Nya kembali. Dengan demikian, peristiwa kenaikan Yesus bukanlah sekadar event yang dirayakan setelah itu terlupakan. Saat itu para rasul yang menyaksikan peristiwa tersebut belum dipenuhi Roh Kudus, sepuluh hari kemudian (hari Pentakosta) Roh Kudus dicurahkan dan mereka dipenuhi Roh Kudus (Kis. 2).

 

 

Aplikasi: kita yang percaya Tuhan Yesus juga dipenuhi Roh Kudus untuk menolong kita mengantisipasi kedatangan-Nya kembali, bukan hanya untuk menyembah dalam bahasa Roh.

Salah satu peran Roh Kudus lainnya ialah mengilhami lebih dari 40 penulis Alkitab (66 kitab) dengan latar belakang dan era berbeda namun seluruh ayat berkaitan satu sama lain. Melalui pembacaan Alkitab, kita mengetahui maksud dan tujuan Yesus datang ke dunia hingga Ia disalib, bangkit dan naik Surga serta datang kembali.

Introspeksi: apakah kita senantiasa ingat akan kedatangan-Nya kemudian mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh? Rasul Paulus mengingatkan, Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.” (Ef. 4:30) Bukankah hari penyelamatan terjadi saat Ia datang kembali? Kenyataannya, ketika semua dalam kondisi ‘aman’, orang Kristen tenang-tenang saja tetapi begitu ada goncangan hebat (bencana alam, bom, SARA dll.) mereka ketakutan lalu mencari Tuhan dan gereja menjadi penuh sesak. Namun begitu keadaan sudah normal kembali, mereka melupakan Tuhan dan tidak lagi beribadah. Apakah kita termasuk model orang Kristen seperti ini?

Bila kita membaca Alkitab dengan cermat, kedatangan Tuhan tertulis lebih dari 184 kali (tersurat maupun tersirat) dalam Perjanjian Baru belum lagi di Perjanjian Lama. Oleh sebab itu jangan terbuai dengan kenikmatan duniawi sehingga kita lupa tentang kedatangan-Nya yang jauh lebih penting dan bersifat kekal. Rasul Yohanes telah mengingatkan bahwa dunia dengan segala keinginannya sedang lenyap (1 Yoh. 2:15-17).

Siapa yang memberitakan kedatangan Tuhan?

  • Dua orang berpakaian putih (Kis. 1:10).

Setelah dua malaikat tersebut memberitahu para murid Yesus bahwa Ia akan datang dengan cara sama seperti Dia naik ke Surga, mereka bertekun dengan sehati dalam doa bersama beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus dan saudara-saudara Yesus. Mereka berkumpul/bersekutu sebanyak 120 orang di ruang atas (Kis. 1:13-15).

Introspeksi: bagaimana respons kita mendengar kedatangan Tuhan? Apakah kita suka bersekutu dengan saudara seiman atau kalau hanya ada waktu luang?

  • Matius menuliskan setan-setan mengetahui Yesus akan datang untuk menghakimi mereka tetapi mereka menuntut belum tiba waktunya untuk menyiksa mereka; itu sebabnya Yesus tidak menghukum tetapi mengusir mereka (Mat. 8:29). Ingat, jangan kita gegabah berdoa menghancurkan Iblis dan roh-roh najis sebab mereka tidak dapat dihancurkan tetapi akan dihukum nanti (Why. 20:7-10). Jika dia keluar dari orang yang dirasukinya, dia akan mencari hati kosong yang tidak mencintai Roh Kudus dan Firman Allah (Mat. 12:43-45). Sesungguhnya, semakin banyak Firman Tuhan terukir dalam hati, semakin kurang kekuatan setan dengan segala kelicikannya mengganggu hati dan pikiran kita sebab Roh yang ada di dalam hati kita lebih besar daripada roh-roh yang ada di dunia ini (1 Yoh. 4:4b).

· Yesus sendiri mengatakan bahwa Ia akan datang kembali (Mrk. 8:38). Kita boleh meragukan perkataan malaikat atau manusia tetapi ragukah kita akan perkataan yang keluar dari mulut Yesus?

Beranikah kita mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat juga Anak Allah di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini? Jujur, amatlah mudah bersaksi di antara sesama anak Tuhan tetapi saat diancam untuk dibunuh jika tidak menyangkal Dia, masih beranikah kita memegang teguh Nama-Nya? Waspada, Yesus datang pada saat yang tidak dapat kita duga/perkirakan (Luk. 12:40). Untuk itu kita harus tekun membaca Alkitab dan membawa hati terus digarap oleh Roh Kudus dalam mempersiapkan diri menanti kedatangan-Nya.

  • Tabib/dokter Lukas (orang kafir) mengenal Yesus pada zaman rasul-rasul dan dipenuhi Roh Kudus untuk menulis Kisah Para Rasul mengenai kenaikan Yesus. Dia juga menuliskan kisah Stefanus dirajam batu demi Nama Yesus dan sebelum ajal tiba Stefanus melihat Yesus berdiri di sebelah kanan Bapa (Kis. 7:55).
  • Rasul Paulus mengatakan dengan bersekutu dalam Perjamuan Tuhan, kita diingatkan akan kematian-Nya sampai Ia datang kembali (1 Kor. 11:26). Kematian-Nya mengingatkan kita akan dosa-dosa kita yang ditebus oleh-Nya. Melalui kematian-Nya terjadi pengampunan dan pendamaian; oleh sebab itu hendaknya kita yang sudah diampuni siap mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita. Perlu diketahui, ketika hendak bersekutu dengan Perjamuan Tuhan, kita harus menguji diri sendiri apakah kita layak makan roti dan minum dari cawan itu (ay. 27-28). Memang anak-anak juga perlu keselamatan tetapi mereka harus diberi pengertian untuk menghargai Perjamuan Tuhan dan tidak minum maupun makan sesuka hati.
  • Yudas (saudara Yesus) menulis tentang Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, yang bernubuat tentang kedatangan Tuhan dan akan menghakimi orang-orang fasik yang menuruti hawa nafsunya (Yud. 1:14-16). Kapan Henokh dipenuhi Roh Kudus sehingga dia bernubuat? Juga imam besar Kayafas bernubuat (Yoh. 11:51), apakah Roh Kudus dapat memakai orang jahat untuk bernubuat? Tuhan berdaulat untuk memakai siapa saja yang Ia kehendaki tetapi orang yang dapat bernubuat tidak langsung dijamin pasti selamat. Seseorang dapat bernubuat (karena Roh Kudus) tetapi sekaligus menyakiti hati Roh Kudus. Itu sebabnya kita tidak perlu sombong bila dianugerahi pelbagai karunia.

Uniknya, Henokh hidup di Perjanjian Lama tetapi nubuatannya ditulis oleh Yudas di Perjanji-an Baru; ini membuktikan bahwa dari Kejadian sampai Wahyu berbicara mengenai Allah, Sang Pencipta, Pemberi berkat, Penyelamat dll. yang akan datang di dalam Yesus Kristus kepada manusia ciptaan-Nya.

Pertanyaan: kita telah berulang-ulang mendengar berita kedatangan Tuhan Yesus kembali, bagaimana respons kita, apakah takut, cuek, atau sudah siap sedia menyambut Dia? Kenyataannya, kuatnya tekanan godaan dan tantangan membuat banyak anak Tuhan ‘menyerah kalah’ kemudian memberontak dan menyalahkan Tuhan dengan mengucapkan kata-kata yang sesungguhnya menodai darah Yesus yang telah menebus mereka.

  • Rasul Yohanes di Pulau Patmos bersaksi tentang Firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus. Berbahagialah yang membacakan, mendengarkan dan menu-rutinya karena waktunya sudah dekat (Why. 1:1-3). Perlu diketahui Yesus Kristus mem-berikan wahyu kepada Rasul Yohanes dan saat kita membaca kitab Wahyu, kita sedang membaca surat cintanya Yesus, Mempelai Pria Surga.

Rasul Yohanes mendengar perkataan Yesus dan menulis apa yang didengarnya bahwa Dia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia (Why. 1:7). Yesus juga menyuruh Rasul Yohanes menulis kepada tujuh sidang jemaat di Asia Kecil, antara lain kepada:

- Jemaat di Tiatira yang tidak mengikuti ajaran wanita Izebel dan tidak menyelidiki seluk beluk Iblis untuk tetap berpegang teguh pada Firman Anak Allah sampai Ia datang (Why. 2:24-25).

Aplikasi: hendaknya kita memegang teguh Firman Allah dan tidak mudah dibingungkan dengan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

- Jemaat di Sardis dikatakan hidup tetapi mati (rohani) oleh Tuhan sebab Dia melihat kondisi hati pendeta sampai jemaat Sardis meskipun mereka penuh dengan kegiatan. Mereka diminta untuk bertobat sebab jika mereka tidak berjaga-jaga mereka tidak tahu kapan Ia datang (Why. 3:3). Ia juga memberikan semangat kepada sebagian yang menjaga pakaian kesucian hidup bahwa mereka layak berjalan bersama dengan-Nya (ay. 4).

Implikasi: hendaknya sestiap kegiatan pelayanan bersumber dari hati yang digerakkan oleh Roh Kudus dan Firman-Nya.

  • 27 Kitab dalam Perjanjian Baru (kecuali surat Filemon dan surat 3 Yohanes) selalu menca-tat/memunculkan nubuat Yesus melalui perkataan para rasul. Dengan demikian, saat kita membaca kitab-kitab (d.h.i. PB) setiap hari, kita pasti bertemu dengan Suara nan merdu itu.
  • Tuhan mengatakan bahwa Ia akan datang segera dan menjanjikan kebahagiaan bagi mereka yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini (Why. 22:6-7).

Tidak ada seorang atau sesuatu pun dapat memberikan kebahagiaan sejati kecuali Firman penuh nubuat sebagai Sumber kebahagiaan. Itu sebabnya jangan bosan membaca, men-dengarkan dan merenungkan Alkitab untuk mendapatkan solusi terhadap masalah apa saja yang kita hadapi. Jangan bertindak seperti Adam dan Hawa yang mencari solusi sendiri dengan menyemat daun pohon ara untuk menutupi ketelanjangannya (Kej. 3:7). Kita dapat menutupi aib kita kepada orang lain tetapi kita tidak dapat menyembunyikannya di hadapan Tuhan namun Ia datang bukan untuk mencemarkan tetapi menolong kita. Jika kita konseling dengan orang lain yang tidak mengenal Tuhan dengan baik, ada kemungkinan aib kita disebarluaskan; jauh berbeda dengan Yesus yang menanggung semua kebusukan/aib kita di atas Kalvari. Bawalah semua masalah yang membuat kita takut, gelisah, stres kepada-Nya untuk dibereskan sebelum Dia datang kembali. Di dalam Dia tidak ada ketakutan yang dapat merusak fisik dan mental kita sebab kasih sempurna melenyapkan ketakutan yang mengandung hukuman Allah (1 Yoh. 4:18).

  • Tuhan mengatakan Ia akan datang segera dan membawa upah kepada setiap orang menurut perbuatannya (Why. 22:12-14).

Selain beroleh kebahagiaan saat membaca dan melakukan Firman Tuhan, kita juga akan menerima upah saat Ia datang kembali. Hari-hari ini dua kelompok yang kontradiktif makin terlihat jelas: yang kudus bertambah kudus, yang benar bertambah benar namun yang jahat dan cemar semakin jahat dan cemar (korupsi makin merajalela, kenajisan makin menjijikkan, pembunuhan makin brutal dll.). Jangan iri hati melihat orang-orang jahat ‘mujur terus’ sebab sesungguhnya mereka berada di tempat licin dan siap jatuh hancur dalam sekejap mata (Mzm. 73:18-19).

  • Tuhan mengakhiri perkataan nubuat yang ditulis oleh Rasul Yohanes dengan ucapan “Ya, Aku datang segera!” yang disambut oleh penulis, “Amin, datanglah Tuhan Yesus! (Why. 22:18-20).

Rasul Yohanes merespons positif akan kedatangan-Nya, bagaimana dengan kita? Suka/siap atau tidak suka/siap, kita tidak dapat mencegah kedatangan Tuhan kembali. Namun orang-orang yang mengasihi Dia pasti merespons seperti apa yang dikatakan Rasul Yohanes. Itu sebabnya ketika Rasul Paulus mengakhiri tulisannya kepada jemaat Korintus, dia menga-takan, “Siapa yang tidak mencintai Tuhan, terkutuklah dia. Maranata (= Tuhan pasti datang kembali – Red.)!” (1 Kor. 16:22).

Sekarang kita mengerti perayaan hari kenaikan Tuhan mengingatkan agar kita mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya dengan tekun membaca Firman Tuhan dan menuruti kehendak Roh Kudus yang membimbing kita sampai pada langkah terakhir untuk bertemu dengan-Nya. Amin.