Promosikan Kerajaan Allah Sekarang!

 

Kamis, Lemah Putro, 5 Mei 2016

Pdt. Paulus Budiono

 

Shalom,

Hari ini kita memperingati hari kenaikan Tuhan. Dia berjanji akan kembali lagi, siapkah kita menantikan kedatangan-Nya? Sudah berapa lama kita dipanggil dan dipilih oleh-Nya, masihkah kita setia mengikut Dia? Sejauh ini berapa banyak kita telah melakukan kehendak-Nya? Perlu diketahui, lama/pendeknya waktu panggilan seseorang tidak menen-tukan apakah dia sudah diperkenan Tuhan.

Bagaimana situasi saat Yesus naik ke Surga? Kisah Rasul 1:9 menuliskan, “Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.”

Ilustrasi: ketika kita mengantar anggota keluarga ke airport untuk pergi ke luar negeri dalam jangka waktu lama tidak bertemu lagi, perasaan kita campur aduk ketika mening-galkan bandara dan melihat pesawat terbang tinggi ke udara menembus awan dan ter-tutup olehnya. Dalam perjalanan pulang kita masih memperbincangkan kegiatan yang telah kita lakukan bersama dan kapan akan berjumpa lagi. Dapat dibayangkan bagaimana perasaan keluarga Yesus dan para murid-Nya yang kembali ke rumah masing-masing tanpa Yesus – Guru dan Juru Selamat mereka! Mereka melihat dua malaikat memberi-tahukan bahwa Yesus yang terangkat ke Surga (meninggalkan mereka) akan datang kembali dengan cara yang sama (ay. 10-11). Bagaimana respons para murid mendengar janji kedatangan-Nya kembali? Apakah mereka mempersiapkan diri menyambut Dia? Bukankah sampai mereka semua meninggal bahkan sampai saat ini Yesus belum juga datang?

Sayang, di akhir zaman ini banyak gereja tampak begitu giat terlibat dalam pelbagai aktivitas “pelayanan” bahkan cenderung saling bersaing untuk menunjukkan siapa lebih hebat dalam memengaruhi banyak jiwa sehingga kegiatan semacam ini keluar dari visi-misi gereja mula-mula.

Percayakah kita akan perkataan malaikat (pemberita Firman Tuhan) yang menyampaikan berita tentang kedatangan Tuhan Yesus dari tahun ke tahun padahal sampai saat ini Ia belum datang pula? Dapatkah berita ini dipercaya atau sekadar halusinasi dari para murid sebagai luapan rasa kecewa? Tentu hal ini merupakan tantangan yang tidak mudah bagi kita namun kita harus percaya pada ayat-ayat sebelumnya yang menuliskan, “Maka ber-tanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini me-mulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kis. 1:6-8)

Apa makna dari ayat-ayat (sebelum ayat 9) di atas?

  • Para murid berfokus Yesus datang ke dunia untuk memulihkan kerajaan bangsa Israel (fisik). Namun Yesus menjawab agar mereka tidak sibuk memikirkan kapan kerajaan Israel dibangun karena ini merupakan kewenangan Bapa sendiri yang akan menetap-kan menurut kuasa-Nya.
  • Mereka akan menerima kuasa ketika Roh Kudus turun ke atas mereka untuk menjadi saksi-Nya dan memperkenalkan Yesus mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria sampai ke ujung bumi.

Implikasi: hendaknya oleh kuasa Roh Kudus, kita digerakkan untuk bekerja dan ber-karya tidak hanya di dalam gereja (internal) tetapi meluas keluar (eksternal). Jangan perolehan Roh Kudus digunakan untuk bersaing siapa yang lebih besar karunianya atau lebih hebat bahasa lidahnya tetapi bergeraklah keluar untuk menyaksikan Yesus karena masih banyak orang tidak mengenal siapa Yesus itu!

Bukankah Yudas Iskariot menjadi ‘pemandu jalan’ bagi orang-orang suruhan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi yang tidak mengenal Yesus untuk menangkap Dia (Mat. 26:47-50)? Anehnya, Yesus membiarkan Yudas Iskariot (yang mengenal Dia dan ikut bersama-Nya 3½ tahun) memperkenalkan rombongan tersebut untuk menangkap-Nya.

Introspeksi: sejauh mana kita mengenal Yesus dan memperkenalkan Dia kepada orang di sekitar kita? Sudahkah keluarga kita semua mengenal Tuhan secara tepat? Ingat, masih banyak orang di kota kita yang belum mengenal Dia. Jangan gereja Tuhan enggan dan tidak mau keluar memberitakan Injil tetapi ‘di dalam’ malah ribut sendiri dan tegang penuh kecurigaan sementara di luar banyak orang menantikan siapa Tuhan Yesus itu! Apa yang dibicarakan dalam gereja? Ingat, Yesus telah menyatakan pribadi-Nya, cara hidup-Nya, penyampaian dan sikap-Nya menghadapi perempuan berzina, orang-orang Farisi dan ahli Taurat, pemungut cukai, Zakheus, dll. dan rindu murid-murid-Nya (juga kita) menyaksikan serta mempromosikan Dia sampai ke ujung bumi.

Jujur, banyak kali kita menuntut orang lain untuk cocok dengan pikiran, pendapat dan isi hati kita; demikian pula kita mengutak-atik ayat untuk mencocokkan isi hati kita dengan isi hati Tuhan; bukan sebaliknya. Jika tidak sepaham, kita mulai meragukan bahkan meng-anggapnya ‘sesat’ untuk dijauhi. Apakah semua perkataan Yesus cocok dengan hati manusia? Bukankah penyaliban Yesus membuktikan bahwa hati orang Farisi dan imam-imam kepala tidak cocok dengan hati Yesus – Sang Firman. Kenyataannya, hati manusia yang penuh kelicikan (Yer. 17:9) sangat bertolak belakang dengan Firman Allah.

Memang Yesus memercayakan para murid-Nya yang masih penuh kekurangan – ada yang menyangkal-Nya dan mereka melarikan diri ketika Gurunya disalib bahkan ada yang meragukan Yesus bangkit dari kematian – tetapi Ia percaya Roh Kudus yang memenuhi mereka akan menolongnya. Jangan menunggu setahun sekali untuk kepenuhan Roh Kudus, percayalah bahwa begitu kita percaya kepada-Nya, kita dimeteraikan oleh Roh Kudus (Ef. 1:13) yang siap membimbing kita untuk bersaksi tentang Dia (Yoh. 15:26).

Introspeksi: apakah gereja Tuhan hari-hari ini menyampaikan berita tentang Yesus untuk kemuliaan Nama-Nya atau untuk popularitas diri sendiri dan organisasi gerejanya? Perhatikan, Yesus mengenal hati manusia (Kis. 15:8a). 

Apa yang Yesus kerjakan setelah bangkit dari kematian? Selama 40 hari berulang-ulang Dia menyatakan diri kepada para murid-Nya (bukan hanya 11 murid) tetapi kepada yang lain juga dan pokok pembicaraan-Nya ialah tentang Kerajaan Allah. Ilustrasi: menteri kepariwisataan bertugas mempromosikan negara Indonesia ke seluruh dunia agar Indonesia dikenal seantero jagat raya tentang keindahan alamnya, kenikmatan makanan khas daerah, hasil kerajinan tangan dst.

Introspeksi: apa yang kita promosikan tentang Yesus dan kerajaan-Nya? Teladani Yesus yang tak bosan-bosannya mempromosikan Kerajaan Bapa-Nya! Tekunkah hamba Tuhan menyampaikan Kerajaan Surga atau malah sibuk meminta-minta Tuhan untuk kepentingan duniawi?

Perlu diketahui Injil Lukas dan Kisah Para Rasul ditulis oleh dokter Lukas, orang kafir dari Syria, yang ditujukan kepada Teofilus (=sahabat Tuhan), orang kafir dari Syria juga. Menurut sejarah, dokter Lukas baru percaya Yesus setelah Ia naik ke Surga. Saat ini banyak orang Kristen di Syria dianiaya dan dibunuh.

Aplikasi: tidak ada hal-hal yang ditutupi/disembunyikan di antara sahabat. Yesus meng-anggap 12 murid sebagai sahabat-Nya meskipun ada satu murid (Yudas Iskariot) yang mengkhianati tali persahabatan dengan-Nya. Hendaknya Hamba Tuhan menganggap anggota jemaat sebagai sahabat-sahabatnya untuk tidak menutupi pemberitaan kebenar-an Firman Allah.

Kita mempelajari lebih jauh apa yang dilakukan Yesus selama 3½ tahun pelayanan sebelum Ia mati disalib, antara lain:

Ø Setelah pelayanan menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit juga mengusir banyak setan, keesokan pagi-pagi benar Yesus pergi ke tempat sunyi untuk berdoa. Namun murid-murid-Nya menyusul Dia memberitahu banyak orang mencari-Nya. Yesus tidak merasa terusik dari berdoa dan segera mengajak mereka pergi ke tempat lain ke kota-kota yang berdekatan untuk memberitakan Injil (Mrk. 1:32-38). 

Implikasi: hendaknya hubungan doa kita dengan Tuhan tidak hanya terjadi secara fisik sehingga tidak mudah emosi saat ada gangguan dari luar tetapi hati kita dipenuhi oleh Firman Tuhan dan Roh Kudus untuk dapat menguasai diri dan menghadapi masalah/gangguan dengan tenang. Jangan pula tersanjung dan terpaku dengan keberhasilan pelayanan di suatu tempat tetapi hendaknya kita pergi ke tempat lain untuk menyam-paikan Injil Kerajaan Allah. 

Ø Bila Yesus mempromosikan Kerajaan Bapa-Nya, Iblis dengan kelihaiannya juga mempromosikan kerajaannya. Bahkan Iblis juga mempromosikan:

- ‘Kuliner’ yang sebenarnya bukan makanan untuk mencobai Yesus – batu menjadi roti – tetapi Yesus tidak mudah tergoda dengan omongan Iblis (Luk. 4:3-4). Iblis benar-benar licik dan pengalamannya sudah mendunia: dia tahu Ayub, Abraham, Kain, dst. meskipun dia tidak mahahadir.

Aplikasi: jangan kita mudah tertarik dan terjerat dengan kenikmatan makan-minum yang dipromosikan dunia sebab Kerajaan Surga bukanlah soal makanan dan minuman tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus (Rm. 14:17).

- Kerajaan bumi dengan segala kemuliaannya akan diberikan kepada Yesus asal Ia bersedia menyembah Iblis (Luk. 4:6-7).

Dunia saat ini gencar mempercantik diri seperti tempat-tempat hiburan Disneyland di Jepang, Hongkong bahkan akan dibangun di Indonesia untuk memikat hati masyarakat dunia dan tak sedikit orang-orang Kristen lebih tertarik menikmati tempat-tempat hiburan ketimbang pergi ke gereja. Tanpa sadar kita telah ‘meracuni’ anak-anak kita dengan keindahan dan kehebatan kerajaan dunia yang palsu dengan mengabaikan kebutuhan rohani mereka akan Kerajaan Surga yang kekal.

Aplikasi: iblis sangat senang kalau tidak ada mazbah doa di dalam rumah tangga padahal doa penyembahan bagaikan napas yang tidak pernah berhenti – berlaku kapan pun dan di mana pun kita berada.

- Iblis masuk ranah agama dengan mengajak Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan bait Allah kemudian menyuruh-Nya menjatuhkan diri sebab ada tertulis Allah akan memerintahkan malaikat-Nya untuk melindungi Dia (Luk. 4:9-11).

Implikasi: Iblis memakai ayat-ayat Firman Allah untuk menjatuhkan anak Tuhan. Untuk itu hendaknya hamba Tuhan menyampaikan Firman dengan tepat dan benar, jangan memakai ayat-ayat untuk kepentingan diri sendiri – mencari popularitas. Firman Allah juga bukan untuk uji-coba – jika tidak cocok dengan selera kita pindah gereja dst. Iblis tidak akan pernah selesai mempromosikan seluruh ‘produknya’ sebelum dia masuk ke dalam pehukuman kekal bersama antikristus dan nabi palsu (Why. 20:10). Waspada, antikristus dan nabi palsu sudah ada sekarang dan sebagai antek-antek Iblis mereka pasti mempromosikan ‘majikan’ mereka dan kerajaannya. Siapa majikan kita? Tuhan Yesus yang bangkit dari kematian dan naik ke Surga atau Iblis? Dan topik apa yang diberitakan? Sangat menyedihkan, jemaat Korintus sudah toleransi dengan rasul-rasul palsu dan pekerja-pekerja curang yang me-nyamar sebagai rasul-rasul Kristus lalu menampilkan Yesus yang lain, roh lain dan Injil yang lain (2 Kor. 11:4,13).

Ternyata tidak semua gereja/orang Kristen senang dengan hal Kerajaan Surga, buktinya meskipun memakai Alkitab sama, mereka merayakan hari kenaikan Yesus sekadar seremonial, ada yang bertujuan untuk menyenangkan umat dan masih banyak alasan lain yang bersifat horizontal.

Apa syarat untuk masuk dalam Kerajaan Allah?

v Yesus berkata, “Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Mat. 18:3)

Implikasi: kita harus memiliki sifat kepolosan, tidak adanya kebencian, dendam, kecurangan dsb. yang ada pada anak-anak. Ingat, yang berhak menentukan siapa masuk Kerajaan Surga bukanlah gereja, organisasi atau pendeta senior tetapi Allah yang empunya Kerajaan Surga dan Pencipta alam semesta.

v Yesus juga mengatakan, “sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Yoh.3:5)

Namun jangan ayat itu dibakukan kemudian menyimpulkan yang dapat masuk Kerajaan Allah adalah orang yang sudah dibaptis saja tanpa mempertimbangkan kriteria lainnya. Memang pada awalnya kita harus menerima Yesus dan dipenuhi oleh Roh Kudus tetapi setelah itu ada banyak hal lain yang harus dilakukan, salah satunya ialah menjadi seperti anak-anak.

v “…Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.” (1 Kor. 6:9-10)

Suami-istri bisa saja berbeda pandangan tetapi jangan sampai terjadi perceraian karena di Surga tidak ada perceraian. Itu sebabnya kalau suami-istri bercerai (hidup), masing-masing tidak diperbolehkan menikah lagi dengan orang lain selama pasangan hidupnya masih hidup. Jika dilanggar, suami/istri tersebut berzina dan tidak dapat mewarisi Kerajaan Allah.

v Bila dunia kepariwisataan mempromosikan tempat-tempat yang indah dan menarik untuk menambah pedapatan negara, promosi Kerajaan Allah justru memberikan peraturan-peraturan yang ketat dan keras demi kebenaran dan kekudusan. Sayang, tidak semua gereja bersedia menerima pengajaran yang keras namun sehat; mereka kemudian mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya (2 Tim. 4:3). Apa yang mereka dengarkan? Firman Allah yang sudah terkontaminasi.

Perhatikan, gereja Tuhan adalah am (satu) dan Kerajaan Surga juga satu meskipun organisasi gerejanya banyak. Demikian pula hamba Tuhan boleh banyak tetapi masing-masing harus mendidik jemaatnya dengan ajaran Firman yang benar sehingga seluruh jemaat (beda denominasi) dapat masuk Kerajaan Surga tanpa harus pindah-pindah gereja karena mengajarkan Yesus Kristus (hanya satu). Hendaknya kita meneladan Yesus yang konsisten berbicara tentang kebenaran dan Kerajaan Allah bahkan ketika bangkit dari kematian Ia tetap menyampaikan topik yang sama (Kerajaan Allah) selama 40 hari lalu naik ke Surga.

v Jesus yang mengusir setan dituduh bahwa Ia menggunakan kuasa Beelzebul (penghulu setan) maka jawab-Nya, “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” (Luk. 11:20)  Artinya, rumah tangga tidak akan mengalami gangguan roh kegelapan bila ada kuasa Allah – Roh Kudus.

Aplikasi: kita memiliki Roh Kudus dan mintalah kuasa-Nya untuk mengetahui siasat iblis dan mengusir si jahat itu. Perhatikan, jangan menghujat Roh Kudus sebab tidak ada pengampunan (Luk. 12:10)! Mengapa banyak rumah tangga Kristen hancur? Karena mereka mendukacitakan Roh Kudus (Ef. 4:30) bahkan memadamkan Roh Kudus (1 Tes. 5:19) yang berbicara tentang Firman Kebenaran.

v “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Mat. 18:20) Dengan kata lain, Tuhan sebagai Pemilik Kerajaan Allah hadir di tengah-tengah mereka.

Apa bukti kerajaan Allah hadir di tengah-tengah kita? Memang Kerajaan-Nya tidak dapat dilihat kasatmata tetapi kehadiran-Nya mendatangkan damai, kesucian, kesa-tuan, kebaikan dll. Jangan bertindak seperti jemaat Laodikia yang tidak membutuhkan kehadiran Tuhan (Why.3:20)!

Aplikasi: Yesus – Sang Firman – hadir untuk mengendalikan kita dan Roh Kudus meno-long kita untuk menurut Firman Tuhan bukan menuruti kemauan sendiri. Dia ingin agar suasana Kerajaan Allah dapat dirasakan oleh keluarga kita.

v “…Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman dan mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. (Kis. 14:19-22)

Paulus dilempari batu dan diseret ke luar kota oleh karena pemberitaan Injil dan mukjizat penyembuhan di Listra.

Kita harus siap mengalami sengsara/penderitaan bukan karena perbuatan jahat (korupsi, selingkuh, membunuh dll.) tetapi demi pengabaran Injil. Dibutuhkan keberanian untuk mengungkapkan kebenaran Firman Tuhan seperti telah dialami oleh Paulus yang dilempari batu (Kis. 14), dipenjara (Kis. 16:19-24), ditangkap dan diborgol  ke Roma (Kis 24), tetapi tetap berani menyampaikan Injil Kerajaan Allah dan tentang Yesus (Kis. 28).

Aplikasi: hendaknya hamba Tuhan tidak memberitakan Firman menggunakan ayat-ayat yang menyenangkan jemaat tetapi tidak berkenan bagi Tuhan. Sebagai hamba Tuhan, senangkan hati Tuhan sebagai Majikan sebab hanya Dia satu-satunya yang rela menderita sampai mati demi kita. 

Yesus telah menyampaikan Injil Kerajaan Surga dan Ia ingin kita sebagai sahabat-sahabat-Nya meneruskan pemberitaan Injil tersebut. Tuhan Yesus – Sahabat Surgawi kita – akan datang kembali; untuk itu ciptakan Kerajaan Surga dalam rumah tangga, lingkungan sekolah dan pekerjaan serta gereja bahkan kota kita agar orang lain dapat melihat bagaimana Kerajaan Allah. Amin.