Kidung Agung 3:4

Kaum Wanita ke-58

Ibu Ester Budiono

 

Shalom,

Seorang hamba Tuhan mengatakan bahwa selama hidupnya beliau mencintai Alkitab yang adalah Firman Allah. Beliau selalu menyatakan, "Allah mengetahui macam dosa apa yang menyebabkan seseorang itu jatuh atau gagal karena memang belum sem-purna.” Sayangnya, meskipun sudah tahu jatuh/gagal dalam satu perkara, mengapa  tidak segera datang ke Golgota tetapi menunda-nunda dan membiarkan dosa berlarut-larut hingga Firman Tuhan menegur dengan keras, baru kita sadar dan datang ke Golgota untuk mengaku dan minta ampun. Seharusnya begitu gagal/jatuh dalam dosa pikiran atau perbuatan, kita datang mem-bawa dosa itu kepada Tuhan yang telah berkurban hingga mati di Golgota demi dosa-dosa kita dan mohon pengampunan dari-Nya (Alm. Pdt. F.G van Gessel).

Aplikasi: hendaknya kehidupan rohani kita makin meningkat dan bertumbuh dewasa dengan tidak lagi hidup diatur/dikendalikan oleh sifat dan tabiat manusiawi yang penuh dengan hawa nafsu daging. 

Perhatikan, gelap pekatnya dosa kedurhakaan yang meliputi dunia sekarang ini menimbulkan krisis ekonomi, mental dan moral sehingga kasih manusia makin dingin (Mat. 24:12) dan ketakutan mencengkeram hati manusia. Ingat, tidak ada satu tempat atau kekuatan pun mampu melindungi manusia dari ketakutan yang sangat hebat ini kecuali berlindung di dalam Firman Allah! 

Tampaknya si putri trauma dengan pengalaman kehilangan sang kekasih, perasaan manusiawinya seperti khawatir, merasa bersalah, karena kurang waspada dll. menyebabkan dia lebih hati-hati; itu sebabnya dia memegangnya erat-erat agar tidak terlepas lagi setelah mendapatkan kekasihnya kembali.

Implikasi: seperti itulah keadaan kita apabila dihadapkan dengan suatu masalah, kita cenderung berpikir manusiawi untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan banyak berandai-andai, misal: andaikata begini/begitu, mungkin dengan cara ini/itu. Jujur, tidaklah mudah untuk melepaskan cara berpikir dan berperasaan manusiawi; dibutuhkan proses untuk menyucikan sifat dan tabiat manusia daging ini. Untuk itu diperlukan kerendahan hati dengan selalu mau belajar dari pribadi Yesus melalui Firman-Nya karena hanya Dia (penuh dengan kerendahan hati) yang dapat mengajarkan manusia menjadi rendah hati (Mat. 11:28-30).  

Kita harus mengerti rencana dan kehendak Allah yaitu pentingnya proses penyucian demi penyucian yang harus dilalui demi tercapainya kesempurnaan yang dijanjikan-Nya sebab di dalam Yesus Kristus kita dipilih sebelum dunia dijadikan supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya (Ef. 1:4). 

Sungguh tak tertandingi keagungan dan kesabaran-Nya sehingga Ia beserta dengan kita dan tidak membiarkan kita sendirian tetapi dengan kasih-Nya yang suci Ia senantiasa memerhatikan kita selama berlangsungnya proses menuju kekudusan dan hidup tak bercela. Dia tahu batas kemampuan kita dalam menjalani proses penyucian karena kita hanyalah manusia serba terbatas dan dari debu tanah (Mzm. 103:14). 

Aplikasi: melalui kisah hidup putri Sulamit (di kitab Kidung Agung) kita dibawa masuk dalam penyucian pikiran dan perasaan agar terjalin kesatuan dalam kehidupan nikah, keluarga dan saudara seiman yang dikerjakan oleh Yesus Kristus, satu-satunya teladan sempurna beserta kuat kuasa kurban-Nya. Hal ini dipertegas oleh Rasul Paulus dalam tulisannya di Filipi 2:5-7, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia.”

Ingat, Tuhan akan segera datang kembali dan Ia tidak lalai menepati janji kedatangan-Nya kembali sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian tetapi Ia sabar terhadap kita karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa melainkan supaya semua orang bertobat (2 Ptr. 3:9).

Sebenarnya bukan si putri yang berhasil menemukan sang raja tetapi raja memberikan diri ditemukan oleh si putri. Bukankah Tuhan yang bersemayam di tempat tinggi dan kudus melihat orang yang hina tetapi mengenal orang yang sombong dari jauh (Mzm 138:6)? Ia juga bersama dengan orang yang remuk dan rendah hati (Yes. 57:15).

Marilah kita membuka hati untuk menerima Pribadi Tuhan Yesus dan rela disucikan oleh Firman-Nya agar sifat dan tabiat kita yang jahat dan najis diubahkan dan menjadi seperti yang dikehendaki-Nya; dengan demikian Dia dari tempat tinggi akan menemukan dan berdiam bersama kita. Amin.