Kidung Agung 2:15

Kaum Wanita naskah ke-51

 

Ibu Ester Budiono

 

Shalom,

Saat hari dan tahun bertambah kiranya hidup kita pun makin bersinar bagi-Nya. Bukankah sampai saat ini kita masih men-dapat kemurahan Tuhan melalui perpan-jangan umur yang Dia berikan dengan maksud supaya kita makin mengenal Pribadi-Nya, kasih dan rencana-Nya.

Kidung Agung 2:15 menuliskan, “Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah kecil yang merusak kebun-kebun ang-gur kami yang sedang berbunga!”

Di sini dibutuhkan sikap waspada dari pasangan nikah untuk mengenali gangguan-gangguan kecil yang terjadi. Hal ini tidak boleh diremehkan atau diabaikan tetapi segera ditanggulangi bersama. Namun kenyataannya bila timbul masalah, pasangan nikah malah saling berperang dengan menuduh dan menyalahkan satu sama lain seperti telah diperbuat oleh Adam dan Hawa ketika mereka melanggar perintah Allah dengan makan buah terlarang berakibat hubungan mereka berantakan.

"Rubah-rubah kecil" merupakan berbagai jenis masalah yang dapat mengganggu bahkan menghancurkan suatu hubungan. Untuk itu jangan meremehkan masalah-masalah kecil yang dapat memburuk menjadi masalah besar di dalam perkawinan.

"Rubah-rubah kecil" paling gemar makan ranting-ranting dan banyak bersembunyi di balik pohon-pohon anggur; jika kita lengah sedikit saja pohon-pohon anggur itu akan rusak. Waspada, bila ada rubah-rubah kecil, pasti ada rubah besar yang kesukaannya makan buah anggur. Logikanya, bila buah yang dimakan, pohon masih memungkinkan untuk berbuah lagi tetapi kalau yang dimakan adalah rantingnya, hilanglah harapan bagi pohon itu untuk berbuah. Itu sebabnya kita harus bersikap ekstrawaspada karena Tuhan mencari buah dari hidup kita bahkan sampai usia tua pun kita perlu berbuah. Jujur, bukankah kita sering menganggap remeh masalah kecil dan menganggapnya tidak penting sehingga tanpa berpikir panjang kita berucap, "Ah, aku cuma bicara begitu aja kok jadi masalah!"

Tak jarang masalah timbul disebabkan oleh tutur-kata dan Firman Allah dengan jelas mengatakan bahwa perkataan bersumber dari hati (Mat. 12:34b). Oleh sebab itu masing-masing perlu menjaga hati dengan sikap ekstrawaspada untuk mencegah apa pun yang berpotensi menimbulkan masalah di antara pasangan nikah yang dapat mengganggu bahkan menghancurkan hubungan nikah.

Perlu diketahui "rubah-rubah kecil” ini justru merusak kebun anggur yang sedang berbunga. Dengan kata lain, pasangan nikah harus waspada pada saat hidup rohani dan pelayanannya sedang ‘berbunga’ semarak mengeluarkan bau harum. Mereka harus bekerja sama menangkap rubah-rubah kecil itulah kebiasaan kecil/sepele dari manusia lama yang berfokus pada diri sendiri, misal: cepat marah untuk hal kecil, suka geram, mengomel, sembunyi-sembunyi berbuat jahat, memfitnah dan mengeluarkan kata-kata kotor dsb. Semua ciri manusia lama harus ditanggalkan untuk mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbarui (Kol. 3:8-10).

Untuk menanggulangi perkara-perkara kecil (rubah-rubah kecil) si putri tidak mampu melakukannya sendirian bahkan sang raja sendiri pun tak mampu; si putri harus bekerja sama dengan raja. Ternyata bukan hanya dosa besar yang merusak, dosa kecil pun dapat menghilangkan sukacita dalam nikah dan dalam pelayanan karena dapat menghancurkan hubungan satu dengan yang lain. Yang perlu diperhatikan, pasangan nikah hendaknya bersatu hati untuk saling menolong menyelesaikannya, jangan malah saling menjauhi atau menghakimi atau membiarkannya karena meng-anggap sebagai suatu kebiasaan istri/suami. Kiranya kehidupan pribadi, nikah dan rumah tangga kita merupakan kebun anggur yang rajin dipangkas, dibersihkan dari ‘rubah-rubah kecil’ (kebiasaan-kebiasaan sepele yang buruk) agar semakin berbuah banyak. Amin.