Parakletos Sahabatku,

Sungguh aku sangat berterima kasih kepada-Mu. Pepatah Inggris mengatakan “A friend in need is a friend indeed” – teman yang menyertai kita di masa-masa sukar adalah teman yang sejati. Dan Kau telah membuktikan diri-Mu sebagai “teman sejati” itu. Hidup memang penuh dengan suka-duka dan Kau menyertaiku dalam dua kondisi tersebut.

Saat aku berkenalan dengan-Mu, Kau memberiku sukacita luar biasa. Kau membuatku begitu berkobar memuliakan Tuhan.

Di masa aku mengalami dukacita yang mendalam, Kau bersamaku menghiburku. Di saat aku putus asa, Kau memberiku kekuatan. Sering kali Kau mengingatkanku akan Firman Tuhan yang kupelajari dan kudengar. Bahkan ketika aku hampir tenggelam dan hancur, Kau bang-kitkanku kembali.

Sahabatku,

Maafkan aku yang sering kurang setia kepada-Mu, tak jarang aku melupakan janjiku kepada-Mu. Pertemuan-pertemuan yang kita jadwalkan setiap pagi sering kali gagal karena kealpa-anku. Aku tahu Kau kecewa dan duka namun Kau tetap setia mendatangiku setiap pagi.

Di hari Pentakosta yang memperingati Kau dikirim ke dunia bagi manusia dan bagiku juga, aku mengingat semua kebaikan-Mu, mengingat betapa lembut dan setianya Engkau. Aku mohon, Sahabatku, jangan pernah meninggalkanku karena hanya Kau yang dapat memberiku kekuatan dan ketekunan menantikan Hari Kedatangan-Nya yang besar dan indah itu! (vs)