Shalom,

Kita banyak menjumpai pesta ulang tahun, pesta syukuran maupun pesta nikah diselenggarakan di gedung besar nan mewah, di rumah sederhana atau di pinggir jalan lengkap dengan terop dan lagu-lagu yang dikumandangkan dari speaker yang dipasang di depan rumah kontrakan. Di mana pun dan dalam kondisi apa pun pesta diadakan, hal ini tidak mengurangi rasa bahagia dari mereka yang sedang punya gawe.

Juga suasana pesta pasti hiruk pikuk dengan alunan musik maupun celotehan para tamu undangan dari sanak saudara, teman-teman dan kolega yang berpenampilan cantik dan sebaik mungkin.

Yesus juga pernah diundang ke suatu pernikahan orang kaya. Setelah mengamati tamu-tamu undangan, Ia mengusulkan kepada orang yang mengundang-Nya untuk tidak mengundang famili dan teman-temannya yang kaya tetapi mengundang mereka yang miskin, yang cacat, yang lumpuh dan yang buta. Aneh, apa maksud Yesus dibalik usulan-Nya? Bagaimana mungkin si penyelenggara pesta menghamburkan uang ha-nya untuk mengundang orang yang tidak dikenalnya apalagi membutuhkan pelayanan ekstra?

Ternyata, perkataan Yesus memberikan pelajaran supaya kita tidak mengharapkan/menunggu balasan dari apa yang telah kita perbuat. Dengan kata lain, ketika kita berbuat kebaikan lakukanlah dengan tulus dan diam-diam tanpa mengharapkan pujian manusia agar Bapa Surgawi membalas perbuatan kita. (Red.)