Editorial

Shalom,

“Pergunakanlah waktu sebaik-baiknya” merupakan nasihat Firman Tuhan minggu lalu bagi kita semua. Mungkin suatu ketika kita akan menyesali sesuatu tetapi kita tidak lagi mem-punyai kesempatan untuk memperbaikinya. Sebuah kata bijak mengatakan, “Masa lalu adalah sejarah untuk dikenang, masa depan adalah harapan yang belum dapat ditentukan namun yang ada di tangan Anda adalah hari ini”. Karena itu isilah “hari ini” sebaik-baiknya dengan hal-hal yang berkenan kepada-Nya agar kelak Anda mempunyai masa lalu yang indah untuk dikenang dan masa depan penuh kepastian. Kiranya Tuhan selalu beserta kita dan melewati setiap “hari ini” bersama-Nya! (Red.)

 

Lapangan udara tampak ramai. Saya berada bersama dengan teman-teman dalam perjalanan pulang seusai mengikuti KKR yang diadakan di sebuah desa terpencil dan sangat berhasil. Di sana sini terdengar teman-teman masih membicarakan bagaimana Tuhan bekerja selama KKR berlangsung. Saya melihat jam masih pukul 3 sore sementara pesawat baru akan diberangkatkan pukul 4 sore. Karena begitu mengantuk dan letih, saya memutuskan untuk istirahat sebentar sambil menunggu pesawat. Saya lalu mencari tempat agak tersembunyi dan memejamkan mata. Ketika saya membuka mata jam menunjukkan pukul 4.15. Saya bergegas bangun dan menarik kopor saya tetapi suasana begitu sepi. Tak tampak seorang pun! Saya begitu panik dan lari ke sana sini tetapi tidak melihat teman-teman sama sekali. Segera saya menemui seorang penjaga lapangan dan menanyakan, “Di mana mereka semua, pak?” Jawabnya, “Mereka baru saja berangkat!” “Lho mengapa saya ditinggal, apa tidak ada pesawat lagi Pak? Saya punya tiket!”, kata saya sambil menunjukkan tiket. “Tidak ada Bu, itu pesawat terakhir!” Saya merasa begitu menyesal.

Saya lalu terbangun dengan keringat dingin membasahi tubuh. Untung hanya sebuah mimpi! Saya lalu berlutut dan berkata, “Saya tidak mau terlambat Tuhan, tolonglah saya!” Sebagai seorang Kristen kita semua mempunyai ‘tiket’ dan hak untuk ke Surga. Namun jika kita tidak menggunakan waktu dengan berjaga-jaga, kita pun dapat terlambat walau tiket sudah ada di tangan kita. Sejak itu saya belajar menggunakan setiap waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan kepada saya sebaik-baiknya.  (vs)