Editorial

Firman Tuhan Minggu lalu mengajak kita untuk melayani Tuhan dengan baik serta memuliakan-Nya. Bagaimana kita meresponsnya?

Dalam melayani Tuhan kita sering dihadapkan pada macam pelayanan yang kita pakai sebagai sebuah panggung atau sebagai sebuah mazbah.

Pelayanan panggung membuat kita mengharapkan sesuatu yang mengun-tungkan sedangkan pelayanan mazbah membuat kita rela mengurbankan apa yang kita miliki.

Pelayanan panggung membuat kita menerima pujian dan riuhnya tepukan tangan sementara pelayanan mazbah sunyi dari gempita penghargaan.

Pelayanan panggung menghasilkan sesuatu yang fana dan dapat hilang, Pelayanan mazbah menjanjikan sesuatu yang kekal.

Pelayanan panggung adalah suatu kebanggaan,

Pelayanan mazbah adalah ekspresi tahu diri.

Pelayanan panggung membuat kita dipuji, dikagumi dan dijunjung tinggi, Pelayanan mazbah adalah kesediaan berada di paling bawah untuk diinjak supaya orang lain dapat naik ke atas.

Pelayanan panggung menyerukan, “Aku bisa, aku mampu…..” sedang-kan pelayanan mazbah berbisik, “Aku hanya hamba yang dimam-pukan…”

Pelayanan panggung adalah tempat para bintang beraksi sementara pelayanan mazbah merupakan tempat para hamba memberi diri.

Di atas kurban (mazbah)-Mu kualaskan tahbisanku, Di atas kurban (mazbah)-Mu kupercayakan diriku,…Di atas kurban (mazbah)-Mu,ku akan menang atas semua dan ku menjadi milik-Mu selamanya!

(Red.)